Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
Ass WW Betul sekali yg Refnil Katakan Tidak salah kalau korban yg banyak berjatuhan dalam membela Negara Itu rakyat dari Tilatang Kamang Magek sejak dulu kala rakyat disini mengorbankan harta, benda dan jiwa raganya. agaknya perlu kita angkatkan bertepatan dengan adanya hari Bela Negara Kebetulan di Tilatang kamang Magek itu banyak bukit-bukit seperti bukit kawin, bukit kuliriak, bukit kalung dan batu bajak yg dibawahnya banyak Goa dan ngalau, terkenal ngalau kamang tempat pertahanan yg strategis sebagai rakyat Sumbar seyogianya kita beri tahiu pemerintah Alangkah baiknya bila ada daftar Korban dan pejuang serta harta yg punah kita ungkapkan salam dan do'a K Suheimi --- Refnil dodi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > -------------------------------------- > > Pak Suhaimi Yth; > Kebetulan orang tua saya sampai saat ini tinggal dan > menetap di kaki Bukit > Kawin yangt di maksud. > Cerita yang sama banyak sekali saya dengar dari > orang tua-tua semasa saya > saya masih menetap disana. > Di kaki bukit itu ada sebuah sekolah SD ( dulu SR ) > yaitu SD.Batu Mandi dan > disitulah saya dulu bersekolah. > Dibelakang SD tsb masyarakat menyebutnya TAMPAT > dimana disitu penuh dengan > kuburan para pejuang dan para sahid yang sudah > membela negeri ini . > > Refnil Dodi > Medan > > ----- Original Message ----- > From: "suheimi ksuheimi" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; > <[email protected]> > Sent: Wednesday, December 27, 2006 8:52 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] BUKIT KAWIN > > > > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > > -------------------------------------- > > > > BUKIT KAWIN > > Oleh: K Suheimi > > > > > > Bukit Kawin di Tilatang kamang, dua bukit yang > > berdekatan hampir sama besar dan disampingnya ada > > satu lagi bukit kecil. Mungkin karena ada 2 bukit > > beredekatan dan ada lagi yang kecil seakan ibu > bapak > > yang kawin dengan melahirkan seorang anaknya. > Tapi > > kenapa namanya bukit kawin tak seorangpun yang > tahiu > > dengan pasti,. Setiap kali saya lewati bukit itu > ada > > satu kenangan yang menggores kalbu ini > > > > Dulu kata ibu saya memulai ceritranya. Bukit kawin > itu > > kami gunakan untuk ijok. Ijok melarikan diri dan > > bersembunyi di bukit kawin, menghindar dari > kejaran > > Belanda. Pada Agresi kedua , kami vakuasi, maksud > ibu > > saya evacuasi ke Tilatang Kamang. Didekat sebuah > > jembatan tak jauh dari bukit kawin ibu dan bapak > > menjual Gureng pisang di sebuah lepau yang di > gunakan > > juga sebagai tempat tinggal. Di lepau itulah > setiap > > pagi ibu menggoreng pisang dan bapak dengan sepeda > > bututnya pergi ke pekan kamis beli bahan-bahan. > > Disuatu pagi kenang ibu, Tong-tong berbunyi > sebagai > > tanda bahaya bahwa tentara Belanda datang > memasuki > > kampung. > > Semua barang dan peralatan di tinggal, saya di > pangku > > dan di gendong dibawa ijok ke Bukit Kawin. > > Betapa luluh hati ibu dan bapak ketika dari Bukit > > kawin menyaksikan lepau dan sepeda satu-satunya > > kekayaan bapak di bakar habis. Air mata ibu > menetes > > membasahi pipi dan ikut membasahi kepala saya yang > > dalam pelukkani ibu. Didekapnya saya erat-erat, > Tuhan > > Tolong hamba Mu" desis ibu dengan suara tertahan. > > > > Setelah Belanda pergi di coba mengais bekas lepau > > yang terbakar kalau-kalau ada yang masih bisa di > > manfaatkan. Semua benda dan barang-barang ludes > > terbakar, keluarga kami pergi menompang kesana > sini > > dan tetap juga menjauh jadi pengungsi > meneyelamatkan > > diri sampai ke kampung Magek. > > > > Tiap hari ibu dan bapak pergi keladang-ladang ubi > yang > > sudah di panen orang. Karena waktu orang > membongkar > > ubi tak semua ubi itu terbercut, masih ada > ujung-ujung > > ubi itu yang tertinggal di sawah atau ladang. > > Ibu dan ayah berusaha menggali lagi untuk > mendapatkan > > ubi-ubi sebesar tunjuk yang masih tersisa dari > > sisa-sisa ubi itulah yang dikumpulkan ibu dan > bapak. > > Ubi itulah yang ibu rebus dan dengan itu pulalah > > engkau di beri makan dan di besarkan, kenang ibu > > mengingat masa-masa pahit ketika Agresi kedua. > > Satu yang ngak bisa ibu lupakan kata Ibu Nurhama > > ketika berceritra sebelum saya tidur. "Ketika > > asyik-asyik menggali dan mengumpulkan ubi. > Tiba-tiba > > peluru mortir berdentum dan meledak di dekat > beliau > > sangat keras dan keras sekali menggetarkan telinga > dan > > otak ibu. Terasa sakit di telinga dan kepala. > Sejak > > itu pendengaran ibuku jadi tak berfungsi > > Dan sampai akhir hayat beliau ketulian dalam > > pendengaran inilah yang jadi keluhan. Sudah saya > coba > > membawa ibu kemanapun agar pendengarannya pulih, > tapi > > inilah yg tak pernah berhasil, dokter angkat > tangan > > kerna kerusakkannya sentral di dalam otak akibat > > geteran Bom Mortir yang terlalu keras yang meledak > > didekat ibu > > > > Betapa saat-saat itu ibuku Nurhama dan bapakku > > Karimuddin berceritra pengalaman pahit dalam > > pengungsian, kerna kita tak punya sawah dan tak > punya > > satupun. Satu-satunya sepeda itupun juga terbakar, > > Tempat tinggal dan lepau juga di bakar oleh > Belanda. > > Ketika itu bakar membakar adalah pemandangan > > sehari-hari. Kalau tidak Belanda yug membakar, > orang > > kitapun ikut membakar pula dengan politik Bumi > Hangus. > > Kemudian Bapakku berkisah. Tidak lama setelah > ibukota > > RI di [[Yogyakarta]] dikuasai [[Belanda]] dalam > > [[Agresi Militer Belanda II]], mereka berulangkali > > menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar. Karena > para > > pemimpinnya, seperti [[Soekarno]], [[Hatta]] dan > > [[Syahrir]] sudah menyerah dan ditahan. > > > > Dalam keadaan genting ini Sjafruddin bersama > > rekan-rekannya segera mengambil inisiatif. Mereka > > memutuskan untuk mendirikan pemerintahan dengan > > [Kabinet Darurat]. > > > > Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. > > Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil > menyamar > > untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda > > > > PDRI yang berpusat di Koto Tinggi dekat Suliki > itu > > terletak di Balik perbukitan di kamang Magek ini > > Di Bukit Kaluang, batu bajak dan perbukitan itu > disana > > banyak Goa-goa dan ngalau-ngalau yang strategis > sekali > > untuk bersembunyi. Jadi bukit inilah yang jadi > > sasaran tembak oleh Belanda > > Jadi Bukit-bukit di Kamang magek dan Tilatang > inilah > > yang jadi basis perjuangan PDRI. Cuma dalam mereka > > membom bardir bukit itu sering mortir itu tak > tepat > > sasaran, mortir itu mengenai rumah-rumah rakyat > dan > > masuk kelobang-lobang perlindungan yang di bikin > > rakyat, sehingga tak jarang se lobang, artinya > orang > > yang dalam lobang mati semuanya terkena hantaman > > peluru yang namanya perang itu. > > > > Ada tempat strategis menurut orang kamang magek > kalau > > sampai jatuh ketangan Belanda dan Belanda membuat > > markas disitu bisa menyebabkan PDRI itu akan di > > taklukkan dan Indonesia ini betul-betul dijajah > > kembali. Tempat itu adalah di kaki bukit di > daerah > > Pekan Selasa,. Menyadari hal itu, Maka sepakat > > masyarakat waktu itu mengorbankan Pasar, kantor > wali > > negari serta sekolah panjang. Semua bangunan yang > ada > > di tempat itu dibakar dan di bumi hanguskan supaya > > Belanda jangan sampai mengusai tempat yang > strategis > > itu. > > Maka pengorbanan rakyat untuk membela Negara dan > > membuat Negara berdaulat tidak sedikt. > > Putra-putra terbaik bergelimpangan jadi korban. > > Rumah-rumah yang strategis di bumi hanguskan rata > > dengan tanah. Harta , Benda, Nyawa dikorbankan > oleh > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

