Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
BUKIT KAWIN Oleh: K Suheimi Bukit Kawin di Tilatang kamang, dua bukit yang berdekatan hampir sama besar dan disampingnya ada satu lagi bukit kecil. Mungkin karena ada 2 bukit beredekatan dan ada lagi yang kecil seakan ibu bapak yang kawin dengan melahirkan seorang anaknya. Tapi kenapa namanya bukit kawin tak seorangpun yang tahiu dengan pasti,. Setiap kali saya lewati bukit itu ada satu kenangan yang menggores kalbu ini Dulu kata ibu saya memulai ceritranya. Bukit kawin itu kami gunakan untuk ijok. Ijok melarikan diri dan bersembunyi di bukit kawin, menghindar dari kejaran Belanda. Pada Agresi kedua , kami vakuasi, maksud ibu saya evacuasi ke Tilatang Kamang. Didekat sebuah jembatan tak jauh dari bukit kawin ibu dan bapak menjual Gureng pisang di sebuah lepau yang di gunakan juga sebagai tempat tinggal. Di lepau itulah setiap pagi ibu menggoreng pisang dan bapak dengan sepeda bututnya pergi ke pekan kamis beli bahan-bahan. Disuatu pagi kenang ibu, Tong-tong berbunyi sebagai tanda bahaya bahwa tentara Belanda datang memasuki kampung. Semua barang dan peralatan di tinggal, saya di pangku dan di gendong dibawa ijok ke Bukit Kawin. Betapa luluh hati ibu dan bapak ketika dari Bukit kawin menyaksikan lepau dan sepeda satu-satunya kekayaan bapak di bakar habis. Air mata ibu menetes membasahi pipi dan ikut membasahi kepala saya yang dalam pelukkani ibu. Didekapnya saya erat-erat, Tuhan Tolong hamba Mu desis ibu dengan suara tertahan. Setelah Belanda pergi di coba mengais bekas lepau yang terbakar kalau-kalau ada yang masih bisa di manfaatkan. Semua benda dan barang-barang ludes terbakar, keluarga kami pergi menompang kesana sini dan tetap juga menjauh jadi pengungsi meneyelamatkan diri sampai ke kampung Magek. Tiap hari ibu dan bapak pergi keladang-ladang ubi yang sudah di panen orang. Karena waktu orang membongkar ubi tak semua ubi itu terbercut, masih ada ujung-ujung ubi itu yang tertinggal di sawah atau ladang. Ibu dan ayah berusaha menggali lagi untuk mendapatkan ubi-ubi sebesar tunjuk yang masih tersisa dari sisa-sisa ubi itulah yang dikumpulkan ibu dan bapak. Ubi itulah yang ibu rebus dan dengan itu pulalah engkau di beri makan dan di besarkan, kenang ibu mengingat masa-masa pahit ketika Agresi kedua. Satu yang ngak bisa ibu lupakan kata Ibu Nurhama ketika berceritra sebelum saya tidur. Ketika asyik-asyik menggali dan mengumpulkan ubi. Tiba-tiba peluru mortir berdentum dan meledak di dekat beliau sangat keras dan keras sekali menggetarkan telinga dan otak ibu. Terasa sakit di telinga dan kepala. Sejak itu pendengaran ibuku jadi tak berfungsi Dan sampai akhir hayat beliau ketulian dalam pendengaran inilah yang jadi keluhan. Sudah saya coba membawa ibu kemanapun agar pendengarannya pulih, tapi inilah yg tak pernah berhasil, dokter angkat tangan kerna kerusakkannya sentral di dalam otak akibat geteran Bom Mortir yang terlalu keras yang meledak didekat ibu Betapa saat-saat itu ibuku Nurhama dan bapakku Karimuddin berceritra pengalaman pahit dalam pengungsian, kerna kita tak punya sawah dan tak punya satupun. Satu-satunya sepeda itupun juga terbakar, Tempat tinggal dan lepau juga di bakar oleh Belanda. Ketika itu bakar membakar adalah pemandangan sehari-hari. Kalau tidak Belanda yug membakar, orang kitapun ikut membakar pula dengan politik Bumi Hangus. Kemudian Bapakku berkisah. Tidak lama setelah ibukota RI di [[Yogyakarta]] dikuasai [[Belanda]] dalam [[Agresi Militer Belanda II]], mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar. Karena para pemimpinnya, seperti [[Soekarno]], [[Hatta]] dan [[Syahrir]] sudah menyerah dan ditahan. Dalam keadaan genting ini Sjafruddin bersama rekan-rekannya segera mengambil inisiatif. Mereka memutuskan untuk mendirikan pemerintahan dengan [Kabinet Darurat]. Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda PDRI yang berpusat di Koto Tinggi dekat Suliki itu terletak di Balik perbukitan di kamang Magek ini Di Bukit Kaluang, batu bajak dan perbukitan itu disana banyak Goa-goa dan ngalau-ngalau yang strategis sekali untuk bersembunyi. Jadi bukit inilah yang jadi sasaran tembak oleh Belanda Jadi Bukit-bukit di Kamang magek dan Tilatang inilah yang jadi basis perjuangan PDRI. Cuma dalam mereka membom bardir bukit itu sering mortir itu tak tepat sasaran, mortir itu mengenai rumah-rumah rakyat dan masuk kelobang-lobang perlindungan yang di bikin rakyat, sehingga tak jarang se lobang, artinya orang yang dalam lobang mati semuanya terkena hantaman peluru yang namanya perang itu. Ada tempat strategis menurut orang kamang magek kalau sampai jatuh ketangan Belanda dan Belanda membuat markas disitu bisa menyebabkan PDRI itu akan di taklukkan dan Indonesia ini betul-betul dijajah kembali. Tempat itu adalah di kaki bukit di daerah Pekan Selasa,. Menyadari hal itu, Maka sepakat masyarakat waktu itu mengorbankan Pasar, kantor wali negari serta sekolah panjang. Semua bangunan yang ada di tempat itu dibakar dan di bumi hanguskan supaya Belanda jangan sampai mengusai tempat yang strategis itu. Maka pengorbanan rakyat untuk membela Negara dan membuat Negara berdaulat tidak sedikt. Putra-putra terbaik bergelimpangan jadi korban. Rumah-rumah yang strategis di bumi hanguskan rata dengan tanah. Harta , Benda, Nyawa dikorbankan oleh rakyat Magek, Kamang dan tilatang untuk mempertahankan kemerdekaannya Satya kenang ayah dan ibu saya yang sudah Almarhum, saya kenang nasib saya ketika masih berusia 2 tahun, saya kenang korban-korban yang tak terhjingga jumlahnya, akankah sia-sia pengorbannan mereka atau tak berarti apa-apa. Saya makin tercenung lagi ketika masuk pekan selasa tempat pusat perekonomian orang magek dan kamang. Pasar yang dulu di Bakar dan di bumi hanguskan. Saya kenang di tengah pasar itu pernah tumbuh pohon Beringin Besar tempat berlindung. Kalau ada Belanda masuk orang memanjat batangnya dan hilang dalam kerimbunan Batang beringin itu, semua telah tiada. Yang tinggal pasar yang berbecek. Luluk dan airnya bersatu, untuk masuk pasar kita seyogianya pakai sepatui tinggi seperti sepatu tukang samapah. Tidak ada lagi kenyaman, tidak ada lagi tempat yang layak untuk berjual beli Melalui tulisan ini saya memanggil siapa saja. Disini di Kamang magek ini tidak sedikit y g telah meregang nyawa, tak sedikit harta yang punah tak sedikt air mata yang terurai untuk membela Negara. Karena semua kekuatan Belanda waktu itu di kerahkan untuk menghancurkan PDRI Apalagi jika dilihat banyak orang kamang yang jadi Pahlawan dan nama besar seperti Tuangku Nan Rencah yang berpendirian teguh dan tangan kanan Tuangku Imam Bonjol dalam memerangi Belanda. Alangkah berterima kasihnya rakyat disana . bila pasar sebagai tempat berkumpulnya semua anak nagari, sebagai tempat mencari sesuap nasi, agar tempat ini jadi perhatian pemerintah . Agar pasar ini di bangun sebagai pasar utj negenang disinilah Basis perjuangan Negara. Disinilah Negara di Bela dan disinilah orang berjihad dan berkorban tanpa tedeng alin-aling. Bukankah Bangsa yang terhormat adalah Bangsa yang menghargai pahlawan dan pejuangnya? (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. 2:273) P a d a n g 27 Desember 2006 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

