Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
Manolah sanak ambo St. Lembang, sanang hati mambaco nostalgia
sanakko. Kok di Piaman iyo samo pulo co itu. Malah lapau nasi
banyak pulo nan maidangkan nasi dalam satuan bungkus tu.
Kalau sanak pai ka Piaman jan lupa pai ka Pantai Gondoriah
dikota Piaman bana. Ditapi lauik tu banyak lapau nasi nan
menyajikan nasi bungkuih tu. Antah sajak bilo nasi bungkuih
disinan dinamokan "Nasi Sek" nan berarti "nasi sebungkuih kanyang".
Duduak baselo dipondok ditapi lauik maadok ka Lautan Hindia,
yo bana sero. Angin sepoi bertiup disela-sela nyiur, indak
taraso alah limo bungkuih nasi masuak lambuang. Dari jauah
nampak jaleh Pulau Pandan jo Pulau Angso Duo. Takana
pantun nan diajakan waktu SR di Deli dulu:
Pulau Pandan jauh ditengah
Dibalik pulau Angsa Dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik terkenang jua
Dalam kasus ambo dirantau jauahko tabuek pulo pantun co iko.,
Pulau Pandan jauah ditangah
Dibaliak pulau Angso Duo
Sansai badan jauah dari ranah
Minangkabau tetap takana juo
Wassalam
ajoduta/60
Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
Carito sambia lalu. Nan langkokno caliak di
http://lembangalam.multiply.com
atau di
http://360.yahoo.com/stlembang_alam
NASI BUNGKUS
Di kampung dulu kami sangat akrab dengan nasi bungkus
dan menyebutnya benar-benar nasi bungkus untuk
membedakan dengan nasi bungkus dari lapau yang kami
sebut nasi ramas tadi itu. Pergi berjalan-jalan
sekolah (sekali-sekali pernah juga kami diajak oleh
guru kala itu), ataupun ketika hari menerima rapor
sebelum liburan sekolah meski tidak kemana-mana tapi
kami makan nasi bungkus bersama-sama di sekolah.
Ketika aku kelas tiga SMP kami mengikuti pelajaran
tambahan di sore hari, dan karena sekolah jauh dari
rumah (jaraknya 3.5km) kami datang ke sekolah berbekal
nasi bungkus. Tidak terbayangkan untuk makan di lepau
tiap hari karena biayanya pasti mahal sekali.
Diluar kegiatan sekolah kami biasa membawa nasi
bungkus ke tempat kami pergi berjalan-jalan di kaki
Gunung Marapi. Atau ketika pergi berburu. Atau kalau
sedang iseng benar kami pergi membawa nasi bungkus ke
sawah atau ke munggu yang kami sebut Guguk di tengah
persawahan. Atau ketika kami pergi ke Bukit Tinggi
ikut menonton pacuan kuda di Bukit Ambacang.
-----dikuduang disiko-------------------
Sukseskan Pulang Basamo 2008
visit: www.west-sumatra.com
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================