Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------



Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Carito sambia lalu. Nan langkokno caliak di

http://lembangalam.multiply.com
 atau di
http://360.yahoo.com/stlembang_alam


NASI BUNGKUS

…………

Di kampung dulu kami sangat akrab dengan nasi bungkus
dan menyebutnya benar-benar nasi bungkus untuk
membedakan dengan nasi bungkus dari lapau yang kami
sebut nasi ramas tadi itu. Pergi berjalan-jalan
sekolah (sekali-sekali pernah juga kami diajak oleh
guru kala itu), ataupun ketika hari menerima rapor
sebelum liburan sekolah meski tidak kemana-mana tapi
kami makan nasi bungkus bersama-sama di sekolah.
Ketika aku kelas tiga SMP kami mengikuti pelajaran
tambahan di sore hari, dan karena sekolah jauh dari
rumah (jaraknya 3.5km) kami datang ke sekolah berbekal
nasi bungkus. Tidak terbayangkan untuk makan di lepau
tiap hari karena biayanya pasti mahal sekali.

Diluar kegiatan sekolah kami biasa membawa nasi
bungkus ke tempat kami pergi berjalan-jalan di kaki
Gunung Marapi. Atau ketika pergi berburu. Atau kalau
sedang iseng benar kami pergi membawa nasi bungkus ke
sawah atau ke munggu yang kami sebut Guguk di tengah
persawahan. Atau ketika kami pergi ke Bukit Tinggi
ikut menonton pacuan kuda di Bukit Ambacang.


………….


Waktu remaja kecil masih bersekolah di SR, pergi
menonton pacu kuda ke Bukit Ambacang kami juga membawa
bekal nasi bungkus. Namun pernah terjadi, saking
asiknya menonton pacuan itu, kami lupa makan. Nasi
bungkus itu hampir saja dibawa kembali pulang. Waktu
kami sampai di pasar atas, sebelum kami menuju ke
stoplat keretapi Aur Tajungkang, salah seorang teman
mengajak kami mampir ke lepau nasi. Anak yang memang
agak ’mentiko’ ini entah bagaimana caranya berhasil
meminta ijin ’urang lapau’ untuk makan nasi bungkus
kami di lepau tersebut. Orang lapau yang baik hati itu
bahkan memberi kami hadiah gulai sayur gratis. Kami
terkekeh-kekeh sekeluar dari lepau itu ketika teman
yang ’mentiko’ ini dengan gaya lucu bertanya; ’Bara du
mak, nasi babao ’tang di rumah, gulai kuah-kuahno,
ayia putiah sagaleh.’ Orang lepau itu menyambut dengan
pura-pura marah, ’Kambuik di kalian! Makan perai
kalian disiko. Bih bakirok lah kalian lai.’ 

Begitu berkesannya kenangan nasi bungkus, aku masih
sering mintak tolong istriku membuatkan nasi bungkus
serupa yang di kampung dulu itu. Dibungkus dengan daun
pisang yang dilayukan dan dibiarkan beberapa jam
sebelum kami santap. Masih sama rasanya. Anak-anakpun
menyenangi. Cuma mereka agak malas mendengar kalau
dibumbui dengan cerita bahwa nasi bungkus ini sebuah
nostalgia. 

Ketika aku tinggal di Balikpapan, kami jamaah
pengajian kantor sering pergi berkunjung dan mengikuti
dakwah ke daerah pemukiman transmigran di luar kota
Balikpapan. Biasanya kami pergi dalam rombongan cukup
besar sampai lima puluh pasang suami istri bahkan
dengan anak-anak. Kami membawa bekal nasi bungkus dan
dilebihkan membungkus untuk penduduk di lokasi trans
itu. Sesudah acara siraman rohani kami makan nasi
bungkus bersama dengan penduduk setempat. Kali ini
lauknya tidak mesti telor rebus goreng balado. Istriku
biasa membuat nasi bungkus dengan kalio ayam tapi
tetap ditemani sambalado. Lain pula mantap rasanya.


                                        ******





St. Lembang Alam




 
____________________________________________________________________________________
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile.  Get started!
http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail


Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke