Ben,
Mungkin etongan 100jt sahari untuak operasional PJKA Sumbar indak salah. Itu
kan samo jo 3 M sabulan.
Kiro2 komponen biaya:
Biaya Operational
1. Gaji + tunjangan + kesehatan utk pegawai
2. Biaya listrik, tipon utk kantor,perumahan,stasiun dll.
3. Kendaraan dinas, transport dll.
4. Biaya operasi KA
Perawatan
5. Perawatan aset tidak bergerak (Perumahan, stasiun,rel dll)
6. Perawatan Lokomotif dan Gerbong
7. Spare Parts
8. dll
Baralah biaya nan sabana no, tantu sanak Kurnia nan sadang di Padang bisa
batanyo ka Divre Sumbar.
Tan Ameh
----- Original Message -----
From: benni inayatullah
To: Membangun Minangkabau Nan Bergengsi
Sent: Wednesday, February 14, 2007 11:44 AM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Surat Cinta Untuk MPKAS.
BUng Mantari sutaik..
inilah salah satu kritikan saya terhadap pemprop, pemda dan
jajarannya..setiap program yang dilakukan, yang melibatkan banyak pihak dan
masyarakat selalu dilakukan tergesa gesa tanpa riset terlebih dahulu..
apakah sudah di adakan survey tentang al:mobilitas masyarakat dari pariaman
ke padang,multi plier effect yang ditimbulkan: (pengaruhnya ke minibus (organda)
pengaruhnya ke pendapatan dephub ( tpr), tingkat kebutuhan masyarakat
terhadap kereta api dll.
banyak aspek lah pokoknya yang melibatkan pihak2 yang berkepentingan ttg
transportasi ini. saya kira belum dilakukan sehingga ketika program ini jalan
kita dihantui ketakutan ketakutan akan adanya reaksi berlawanan dari organda
maupun pihak lainnya. apa sih susahnya melakukan riset/survey ttg ini ? tidak
menghabiskan duit lebih dari 100 jt kok..dengan begitu kita sudah tahu dan siap
dengan apapun konsekuensinya..
mantari_sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju Pak Erwin,
Hal seperti ini perlu disosialisasikan. Untuk kereta api penumpang
(terutama kelas ekonomi), hampir di seluruh negara diberikan
subsidi. Saya tidak tahu asumsi pemerintah daerah dalam menetapkan
subsidi 100 juta per bulan ini. Jika rada mirip asumsi proyek
monorel Jakarta. Saya rasa 100 juta per bulan masuk akal untuk
Kereta Api Padang-Pariaman ini. Artinya dengan biaya tiket 6000
rupiah, hanya akan butuh 17 ribuan penumpang sebulan. sekitar 600
orang per hari. 300 orang satu trip. Keukarangan ini lah yang akan
ditutupi oleh subsidi pemda. Mohon koreksi jika ada yang salah..
Sebenarnya perlu kajian mendalam dan ilmiah untuk menetapkan hal-hal
seperti ini. Mobilitas penduduk antar wilayah banyak sekali
variabelnya. Pendekatan klasik-yang sangat amat sederhana- adalah
dengan rumus gravitasi. Tingkat mobilitas berbanding lurus antara
jumlah penduduk dua kawasan, dan berbanding terbalik dengan jarak
dua kawasan tersebut. Mengaca pada teori ini, Pemilihan trayek
Padang-Pariaman sudah tepat dilakukan, mengingat jumlah penduduk
yang cukup banyak dengan jarak yang relatif dekat. Mungkin
Bapak/Ibu ahli pengembangan wilayah dan tranportasi publik bisa
menjelaskan dengan lebih komprehensif.
Wassalam,
MantariUBGBsutaN
--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Wa'alaikum salam wr wb.
>
> Pertama-tama, sebagai bagian dari keluarga besar MPKAS, kita
menyambut
> ucapan selamat dan berbagai masukan terhadap program ka reguler
> padang-pariaman yang insya Allah diresmikan besok.
>
> Terkait dengan berbagai masukan yang datang, ambo ikut sato pulo
> menyampaikan pendapat:
>
> 1. Perlu disadari bahwa bisnis kereta api secara umum di Indonesia
adalah
> dalam kondisi merugi, sehingga pemerintah mengalokasikan PSO
(public service
> obligation), tahun ini mungkin antara Rp 350-450 miliar (perlu
dicek lagi).
> Sayangnya, hingga saat ini pemerintah masih berutang PSO secara
akumulatif
> Rp 1,6 triliun untuk perawatan kereta api yang sangat vital ini.
>
> 2. Bisnis kereta api yang menguntungkan sebenarnya adalah jalur
kereta
> barang, sedangkan bisnis-bisnis yang prospektif adalah yang
sifatnya
> captive market, di antaranya kereta bandara, dan juga bisnis non
angkutan
> kereta, seperti memanfaatkan aset-aset kereta api yang untungnya
berada di
> tempat-tempat strategis, misalnya memanfaatkan Stasiun Kota di
Jakarta
> untuk pusat perbelanjaan, bekerja sama dengan perusahaan
telekomunikasi
> memanfaatkan jalur kereta untuk jalur telekomunikasi yang juga
sudah
> berjalan.
>
> Oleh karena itu, rasanya agak berlebihan kalau sejak awal kita
mematok jalur
> padang-pariaman harus segera menguntungkan, atau bahkan harus
pulang pokok.
> Dalam hal ini benar yang dikatakan Pak Ketua II MPKAS, Kurnia,
bahwa yang
> kita harapkan adalah multiplier effect-nya.
>
> Terkait multiplier effect, ambo ambilkan dari Wikipedia
definisinya:
> In economics, a multiplier effect - or, more completely, the
spending/income
> multiplier effect - occurs when a change in spending causes a
> disproportionate change in aggregate demand. It is particularly
associated
> with Keynesian economics; some other schools of economic thought
reject or
> downplay the importance of multiplier effects particularly in the
long run.
>
> The local multiplier effect specifically refers to the effect that
spending
> has when it is circulated through a local economy. For example,
when the
> building of a sports stadium is proposed, one of the suggested
benefits is
> that it will raise income in the area by more than the amount
spent on the
> project.
>
> Dengan definisi di atas, kita berharap komunitas-komunitas yang
berada di
> jalur yang dilalui kereta api menjadi komunitas-komunitas yang
tumbuh
> perekonomiannya sebagai kompensasi dari pengeluaran untuk
menghidupkan jalur
> kereta ini.
>
> Sebagai gambaran, ambo contohkan di Jakarta, jalur yang dilalui
kereta
> merupakan jalur yang benar-benar hidup. Jalur KA Sudirman-Tanah
> Abang-Serporng misalnya, tumbuh sangat fenomenal. Institusi bisnis
> bermunculan, begitu juga perumahan-perumahan elit. Akibatnya
properti di
> kawasan ini nilainya terus meningkat. Hal ini merupakan daya tarik
luar
> biasa bagi para investor. Begitu juga dengan jalur lainnya,
misalnya ke
> arah Bogor dan Bekasi.
>
> Oleh karena itu marilah kita berdoa agar multiplier effect ini
terjadi,
> sehingga karajo ini bisa bermanfaat, amin.
>
> wassalam
> Erwin Zachri
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================