Assalamualaikum w.w. Dunsanak Syahreza, Kalau saya tak salah tangkap, esensi dari keseluruhan pesan empat imam pendiri mazhab itu adalah kerendahan hati, kesadaran bahwa kita sendiri mungkin salah, dan keterbukaan terhadap kemungkinan kebenaran orang lain yang berbeda pendapat.
Jika memang demikian, alangkah indahnya hidup beragama, sewaktu kita saling mendengarkan,dan saling belajar satu sama lain. Jika tidak demikian, maka alangkah kering dan menegangkannya hidup kita beragama, sewaktu kita berpendapat -- atau berpendirian -- bahwa hanya kita yang benar dan orang lain pasti salah. Demikianlah, dalam hubungan ini saya tidak habis mengerti berlarut-larutnya permusuhan antara kaum Sunni dan Shii di Iraq, atau -- dahulu -- antara NU dan Muhammadiyah di sini. Atau yang terjadi terhadap warga Ahmadiyah di Indonesia. Mengapakah bisa terjadi demikian? Apakah tokoh-tokoh mereka tidak tahu akan ajaran para iman yang empat itu ? Rasanya mustahil. Ataukah ada faktor lain yang lebih mengemuka, sehingga esensi ajaran imam yang empat itu terpaksa ditinggalkan? Apakah faktor itu ? Politik ? Kepentingan? Dendam? Curiga dan prasangka buruk ? Wassalam, Saafroedin Bahar --- "M. Syahreza" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > *Perkataan 4 Imam Madzhab di Dalam Mengikuti Sunnah > <http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/175>* > > Oleh : Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin > Al-Albani -rahimahullah- > > Kiranya sangat bermanfaat untuk disajikan di sini > sedikit atau sebagian > perkataan mereka, dengan harapan, semoga di dalamnya > terdapat pelajaran dan > peringatan bagi orang yang mengikuti mereka, bahkan > bagi orang yang > mengikuti selain mereka yang lebih rendah derajatnya > dari taqlid buta, dan > bagi orang yang berpegang teguh kepada madzab-madzab > dan perkataan-perkataan > mereka, sebagaimana kalau madzab-madzab dan > perkataan-perkataan itu turun > dari langit. Allah Subhanahu Wa Taala, berfirman: > "Ikutilah apa yang > diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu > mengikuti > pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu > mengambil pelajaran (dari > padanya)". (QS. Al-Araf :3) > > *I. ABU HANIFAH* > > Yang pertama-tama diantara mereka adalah *Imam Abu > Hanifah An-Numan bin > Tsabit*. Para sahabatnya telah meriwayatkan banyak > perkataan dan ungkapan > darinya, yang semuanya melahirkan satu kesimpulan, > yaitu kewajiban untuk > berpegang teguh kepada hadits dan meninggalkan > pendapat para imam yang > bertentangan dengannya. > > 1.* "Apabila hadits itu shahih, maka hidits itu > adalah madzhabku*." (Ibnu > Abidin di dalam Al-Hasyiyah 1/63) > > 2. *"Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang > pada perkataan kami, > selagi ia tidak mengetahui dari mana kami > mengambilnya".* (Ibnu Abdil Barr > di dalam Al-Intiqau fi Fadha ilits Tsalatsatil > Aimmatil FuqahaI, hal. 145) > > 3. Dalam sebuah riwayat dikatakan: *"Adalah haram > bagi orang yang tidak > mengetahui alasanku untuk memberikan fatwa dengan > perkataanku".* > > 4. Di dalam sebuah riwayat ditambahkan: > *"sesungguhnya kami adalah manusia > yang mengatakan perkataan pada hari ini dan > meralatnya di esok hari".* > 5. *"Jika aku mengatakan suatu perkataan yang > bertentangan dengan kitab > Allah dan kabar Rasulullah salallahu alaihi Wa > Sallam, maka tinggalkanlah > perkataanku".* (Al-Fulani di dalam Al-Iqazh, hal. > 50) > > *II. MALIK BIN ANAS* > > Imam Malik berkata: > 1. *"Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia > yang salah dan benar. > Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang > sesuai dengan kitab dan > sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan > Al Kitab dan sunnah, > tinggalkanlah".* (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami, > 2/32) > > 2. *"Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu > Alaihi Wa Sallam, > kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan > yang ditinggalkan, > kecuali Nabi Salallhu Alaihi Wasallam"*. (Ibnu Abdil > Hadi di dalam Irsyadus > Salik, 1/227) > > 3. Ibnu Wahab berkata, "Aku mendengar bahwa Malik > ditanya tentang > menyelang-nyelangi jari di dalam berwudhu, lalu dia > berkata, "tidak ada hal > itu pada manusia. Dia berkata. Maka aku > meninggalkannya hingga manusia > berkurang, kemudian aku berkata kepadanya. Kami > mempunyai sebuah sunnah di > dalam hal itu, maka dia berkata: Apakah itu? Aku > berkata: Al-Laits bin Saad > dan Ibnu Lahiah dan Amr bin Al-Harits dari Yazid bin > Amr Al-Maafiri dari Abi > Abdirrahman Al-Habli dari Al Mustaurid bin Syidad > Al-Qirasyi telah > memberikan hadist kepada kami, ia berkata, "Aku > melihat Rasulullah > Shallallahu Alaihi Wa Sallam menunjukkan kepadaku > dengan kelingkingnya apa > yang ada diantara jari-jari kedua kakinya. Maka dia > berkata, *"sesungguhnya > hadist ini adalah Hasan, Aku mendengarnya hanya satu > jam. Kemudian aku > mendengarnya, setelah itu ditanya, lalu ia > memerintahkan untuk > menyelang-nyelangi jari-jari*. (Mukaddimah Al-Jarhu > wat Tadil, karya Ibnu > Abi Hatim, hal. 32-33) > > *III. ASY-SYAFII* > > Adapun perkataan-perkataan yang diambil dari Imam > Syafii di dalam hal ini > lebih banyak dan lebih baik, dan para pengikutnya > pun lebih banyak > mengamalkannya. Di antaranya: > > 1. *"Tidak ada seorangpun, kecuali dia harus > bermadzab dengan Sunnah > Rasulullah dan menyendiri dengannya. Walaupun aku > mengucapkan satu ucapan > dan mengasalkan kepada suatu asal di dalamnya dari > Rasulullah Shallallahu > Alaihi Wa Sallam yang bertentangan dengan ucapanku. > Maka peganglah sabda > Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Inilah > ucapanku."* (Tarikhu Damsyiq > karya Ibnu Asakir, 15/1/3) > > 2. "*Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa > yang telah terang > baginya Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa > Sallam, maka tidak halal > baginya untuk meninggalkannya karena untuk mengikuti > perkataan > seseorang."*(Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, > hal. 68) > > 3. *"Apabila kamu mendapatkan di dalam kitabku apa > yang bertentangan dengan > Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka > berkatalah dengan > sunnah rasulullah Salallahu alaihi Wa sallam, dan > tinggalkanlah apa yang aku > katakan*." Al-Harawi di dalam Dzammul Kalam, 3/47/1) > > 4.* "Apabila Hadist itu Shahih, maka dia adalah > madzhabku."* (An-Nawawi di > dalam Al-Majmu, Asy-Syarani, 10/57) > > 5. "kamu (Imam Ahmad) lebih tahu dari padaku tentang > hadist dan > orang-orangnya (Rijalu l-Hadits). *Apabila hadist > itu shahih, maka > ajarkanlah ia kepadaku apapun ia adanya, baik ia > dari kufah, Bashrah maupun > dari Syam, sehingga apabila ia shahih, akan > bermadzhab dengannya."* ( > Al-Khathib di dalam Al-Ihtijaj bisy-SyafiI, 8/1) > > 6. "Setiap masalah yang didalamnya kabar dari > Rasulullah Salallahu Alaihi > Wasallam adalah shahih bagi ahli naqli dan > bertentangan dengan apa yang aku > katakan, maka aku meralatnya di dalam hidupku dan > setelah aku mati." > (Al-Harawi, 47/1) > > 7. "Apabila kamu melihat aku mengatakan suatu > perkataan, sedangkan hadist > Nabi yang bertentangan dengannya shahih, maka > ketahuilah, sesungguhnya > akalku telah bermadzhab dengannya." (Al-Mutaqa, > 234/1 karya Abu Hafash > Al-Muaddab) > > 8. Setiap apa yang aku katakan, sedangkan dari nabi > salallahu alaihi wa > sallam terdapat hadist shahih yang bertentangan > dengan perkataanku, maka > hadits nabi adalah lebih utama. Olah karena itu, > janganlah kamu > mengikutiku." (Aibnu Asakir, 15/9/2) > > *IV. AHMAD BIN HAMBAL* > > Imam Ahmad adalah salah seorang imam yang paling > banyak mengumpulkan sunnah > dan paling berpegang teguh kepadanya. Sehingga ia > membenci penulisan > buku-buku yang memuat cabang-cabang (furu) dan > pendapat Oleh karena itu ia > berkata: > > 1. "*Janganlah engkau mengikuti aku dan jangan pula > engkau mengikuti Malik, > Syafii, Auzai dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana > mereka > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Looking for earth-friendly autos? Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center. http://autos.yahoo.com/green_center/ Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

