Ass Wr Wb Pak Chaidir, Pak Saaf, Da Nof sarato dunsanak kasadonyo di Palanta
ko,

Sudah sangat wajar di dunia ini... sesuatu/seseorang yang baru itu, orang
lain belum tentu akan langsung percaya... apalagi jatuh cinta.....Begitu
juga halnya apa yang terjadi dengan Si Binuang ini..... Kata kuncinya "Kita
perlu waktu"...perlu PDKT...perlu pendekatan...kalau belum apa-apa sudah
langsuang jatuh cinta...wah itu namanya... Ma'af.. itu WTS namanya...sekali
ketemu...langsung jatuh cinta...dan sekarang juga bisa dibaok lalok-lalok
ayam...he...he...he..
Perlu waktu dong....biar cintanya nanti...jadi cinta sejati... bukan cinta
sesaat ....Siangnya Eh..Mas kanalan yuk...,Sorenya.. Ayo mas...Ayo Tidur

Tapi kita perlu mendekatkan masyarakat dengan Si Binuang ini dengan
pendekatan yang lebih ellegan supaya cintanya nanti langgeng dan cinta
sejati... samolah kiro2 seperti pendekatan kpd si Deb...he..he...he..(Jan Da
Nof tanyo pulo ayaiknyo ka Ambo ndak...sabab ayaiknyo awak baduo se nan ka
tahunyo...he...he...he..)..Bertahap mendekatinya...indak baru basabok
langsung jatuh cinta do....itu tidak ellegan namonyo tu... dan tidak akan
langgenggg cintanya itu nanti.... ce ilee.... he...he...he..

Nah berdasarkan pembicaraan ambo dengan Pak Kadivre Sukirman bbrp saat yang
lalu,beliau dan timi promosi KA Si Binuang sekarang ini lagi gencar2nya
melakukan promosi di kota Padang dan sekitarnya, baik melalui penyebaran
selebaran2 langsuang kepada masyarakat  yang telah dilakukan pada Hari Sabtu
17 Feb 2007 ybl...maupun melalui system promosi door to door yaitu tim
promosi yang merupakan karyawan PT.KAI sendiri mendatangi lansuang kantor2
dan sekolah2 untuk mempromosikan KA Si Binuang ini, mendata orang2 yang
potensial menjadi pelanggan dan kalau bisa menggaetnya menjadi pelanggan KA
secara langsung.

Ambo raso strategy promosi seperti ini cukup bagus dan applicable sekali
untuk sekarang ini....jadi kita tunggu dulu lah hasilnya....perlu waktu
itu.....Lamo2 kan bisa dibaok pulang bagai...bisa naik pesawat samo2
bagai... bisa singgah ka rumahnyo bagai....dan
babagai-bagai...he...he...he..

Wassalam,
Kurnia Chalik
Ketua II MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat)
  -----Original Message-----
  From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Yulnofrins Napilus
  Sent: Wednesday, February 21, 2007 8:27 AM
  To: Membangun Minangkabau nan Bergengsi; [EMAIL PROTECTED]
  Cc: MPKAS
  Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Padek: Si Binuang Sepi, Miskin Sosialisasi


  Ass ww

  Pertama, niat baik dan keinginan luar biasa dari Pak Kadivre KAI Sumbar
dengan Pemda ini untuk mengoperasikan KA Sibinuang perlu kita apresiasi
positif.

  Kedua, tahun lalu MPKAS sebetulnya menginginkan adanya Lokakarya dulu
bulan Januari 2007 sebelum pengoperasian KA dalam bentuk apapun. Karena dari
Lokakarya akan keluar angka-angka dan rencana-rencana yang lebih terukur
mestinya.

  Ketiga, akhir Desember 2006, sambutan Pemda Sumbar dan Tk.II ternyata
diluar dugaan kita semua alias sangat positif dan diputuskannya akan ada
peresmian KA Wisata pada 8 April 2007 mendatang. Dan ini didukung kuat oleh
Direksi PK KAI.

  Keempat, dengan perkembangan poin ketiga tsb, akhirnya Lokakarya oleh
MPKAS dipending dulu sampai diresmikannya KA Wisata 8 April 2007 nanti.
Lebih baik fokus dulu ke rencana ini. KA Wisata ini rencananya baru untuk 1x
seminggu saja dulu sembari melihat perkembangan dan respon masyarakat.

  Kelima, untuk KA Sibinuang, staging awareness and pre-promotion processes
belum dilakukan oleh KAI Sumbar dan Pemda Sumbar. Hari Sabtu 17 Feb lalu, 2
hari stlh peresmian, KAI Sumbar mencoba membagi-bagikan brosur ke jalanan
dan pusat2 pertokoan. Rasanya ASITA, PHRI dan asosiasi2 non-pariwisata
seperti Komplek Perumahan/Real Estate, Serikat Pekerja, dllnya belum
terlibat dan dilibatkan.

  Keenam, kalau situasi ini berlanjut, akan berdampak cukup besar untuk
langkah-langkah selanjutnya dalam mengembangkan bisnis KA di Sumbar.
Walaupun saat ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan sesuatu.

  Ketujuh, melihat perkembangan tsb, sebelum peresmian KA Wisata 8 April
2007, perlunya MPKAS bersama ahli2 Marketing, PR, Humas, Media, EO, dll.
untuk ikut membantu melakukan promosi awal sebelum d-day tsb. Juga dengan
pemain kunci seperti ASITA & PHRI Sumbar maupun yang berpusat di Jakarta.

  Kedelapan, sebaiknya kita MPKAS sudah harus meeting untuk review dan
membantu persiapan peresmian 8 April nanti secara proaktif. Menurut Kadis
Pariwisata Sumbar, 2 hari lalu ketika ditelpon, menyatakan: "Sudah siap kok.
Meeting dilingkungan Pemda berjalan terus. Daerah2 yang dilalui KA juga
sudah siap dengan team keseniannya", kata beliau.

  Sekian dulu. Silahkan kasih komentar dan saran-saran dunsanak semua untuk
ini. Karena belum tentu saya juga paham sepenuhnya permasalahan internal di
Sumbar yang sebenarnya.

  Mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Terima kasih.

  Wass,
  Nofrins

  dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=13
929


          Menyorot Pengoperasian Kereta Api Sibinuang, Perlu Perhitungan
Secara Matang
                Rabu, 21-Februar1-2007, 07:33:23
                Telah dibaca sebanyak 9 kali


                Kerinduan masyarakat Sumbar mendengar nyanyian “Mak Hitam”
setiap hari memang sudah terbayar menyusul beroperasinya Kereta Api
Sibinuang, (15/2) lalu. Namun, pengoperasian itu tak lantas mampu
menyelesaikan semua persoalan.


          Rommi Delfiano—Padang

          Enam hari lalu KA Sibinuang telah menjajaki jalur Padang-Pariaman.
Entah sosialisasi belum maksimal, atau pertimbangan teknis kurang matang,
yang pasti sejak dioperasikannya KA itu jumlah penumpang memang belum
mengembirakan. Pantauan koran ini, Senin (19/2) lalu, hanya satu penumpang
yang naik kereta api ini melalui stasiun Simpangharu, sedangkan melalui
stasiun Tabing tak satupun penumpang naik.

          Memang Kepala Stasiun Simpangharu Al Mendrofa berkilah, kondisi
ini akibat cuaca kurang mendukung dan belum sepenuhnya kebijakan itu
tersosialisasi. Pasalnya, KA ini baru beroperasi beberapa hari lalu, jadi
masyarakat banyak yang tidak tahu. Namun, ia tetap optimis pengaktifan itu
sebuah langkah maju.

          Pengaktifan jalur kereta ini setiap hari boleh dibilang menjadi
langkah maju. Apalagi bicara sejarah, kejayaan perkeretaapian di Sumbar
jangan disebut lagi. Hampir semua daerah yang strategis dilewati jalur
kereta api, sebut saja Padang, Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh dan
lainnya.

          Sekjen MPKAS (Masyarakat Pencinta Kereta Api Sumbar), Yulnofrins
Napilus menaksir jumlah aset PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bernilai
triliunan rupiah. Ini jugalah salahsatu penyebab MPKAS berupaya mengaktifkan
kembali perkeretaapi di Sumbar, paling kurang untuk kereta wisata.

          Bak gayung bersambut, keinginan ini tidak bertepuk tangan.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menyambut baik aspirasi itu. Apalagi sejak tak
beroperasinya lagi kereta api jalur Sawahlunto-Padang, (2002, red), otomatis
jalur kereta api yang masih aktif adalah jalur Bukitputus Indarung ke Teluk
Bayur (sekitar 17 Km) dan jalur kereta api wisata dari Padang-Padangpariaman
(55 Km) yang hanya satu kali seminggu. Terlebih lagi munculnya wacana di
direksi PT KA pusat untuk menutup aset triliunan rupiah dari daerah operasi
Sumbar karena merugi sejak tahun 2002.

          Jadilah pengaktifan KA Sibinuang setiap hari, langkah awal untuk
mengaktifkan kembali sejumlah jalur. Direncanakan 8 April 2007 mendatang,
jalur Padang-Padangpanjang diaktifkan lagi, selanjutnya jalur Padang-Solok
dan Padang-Sawahlunto.

          Di balik itu, pengaktifan jalur kereta api bukan tidak menuai
polemik di tengah masyarakat. Apalagi biaya pengoperasiannya untuk beberapa
tahun harus disubsidi melalui APBD Kota Padang dan Padangpariaman. Subsidi
akan dihentikan kalau pengaktifan jalur ini mencapai titik impas (break
event point/BEP). Tak tanggung-tanggung Kota Padang mesti mengalokasikan
anggaran sebesar Rp600 juta dalam APBD 2007.

          Kendati mendukung, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota
Padang Farizal menilai perlu dilakukan pengkajian secara komprehensif.
Apakah memang kebutuhan masyarakat terhadap modal kereta api bagi masyarakat
Padang maupun Padangpariaman sudah membesar. Sehingga, banyak penumpang
pulang pergi dengan kereta api. Kalau tidak, kebijakan itu akan bersifat
seremonial atau nostalgia.

          Pandangan itu tak terlepas besarnya anggaran dikeluarkan untuk
pengoperasian kereta api itu. Untuk biaya operasional satu kali jalan saja
menghabiskan biaya sampai Rp1,2 juta. Atau total biaya perbulan mencapai Rp
100 juta. Itu pun belum termasuk biaya perbaikan jalur dan perngeluaran
rutin lainnya.

          Padangan sama diungkapkan anggota DPRD Sumbar pemilihan Pariaman
Djonimar Boer. Kebijakan itu mesti perlu lebih dimatangkan lagi. Selain
tidak didukung data konkrit berapa besar masyarakat yang membutuhkan. Tanpa
perhitungan ini, pengaktifan jalur itu setiap hari bukannya mendatangkan
keuntungan malah sebaliknya. Apalagi jumlah penduduk Sumbar masih sedikit,
sehingga belum terlalu membutuhkan angkutan massal. (***)


    Sukseskan Pulang Basamo 2008
    visit: www.west-sumatra.comSukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
    -----------------------------------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================
  • ... dutamardin umar
    • ... Yulnofrins Napilus
      • ... Ronal Chandra
      • ... Darul M
      • ... Kurnia Chalik
        • ... Ronal Chandra
          • ... Kurnia Chalik
            • ... Firdaus
              • ... M. Syahreza
                • ... Kurnia Chalik
    • ... chaidir latief
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... chaidir latief

Kirim email ke