Waalaikumsalam Bapak,
Terima kasih sekali bantuannya, ayatnya tepat sekali Pak..
Salam
Ben
suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ass ww Benni yth
Ayat di bawah ini mkn bisa membantu menjawabnya;
(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan
tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali
tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. (QS. 3:182)
Jadi kalau azab, kesengsaraan atau bencana Dalam ayat
diatas adalah akibat ulah perbuatan tangan manusia.
Dan kalau kau dapat nikmat sungguh2 itu dari Allah
karena Allah yg Maha Rahman dan Rahim itu tak akan
menganiaya hamba-hamba Nya
salam
K Suheimi
--- benni inayatullah
wrote:
> Seringkali kita tidak menyadari bahwa agama yang
> kita anut, pada dasarnya adalah sebuah label yang
> dilekatkan kepada kita sejak kita lahir. Otomatis,
> kita beragama A atau B adalah karena pilihan orang
> tua dan bukan pilihan sendiri. Mungkin hal itu
> wajar, ketika kita masih bayi memutuskan suatu
> pilihan adalah hal yang tidak mungkin. Namun, saat
> kita telah beranjak dewasa di mana rasionalitas jauh
> memainkan peranan masihkah kita musti menerima
> begitu saja apa yang disampaikan oleh orang tua atau
> pun agamawan tanpa memainkan peran akal dalam
> mencernanya ? Hal ini saya utarakan mengingat
> kecenderungan kita beragama masih seperti itu. Kita
> melaksanakan sholat ketika kecil karena takut akan
> lecutan lidi atau takut dengan seramnya neraka
> sehingga kita beragama bukan karena rohani (cinta
> Tuhan) melainkan karena paksaan atau tuntutan
> sosiologis. Kondisi itu semakin parah ketika kita
> tumbuh dalam lingkungan yang kaku dan tidak
> memberikan kebebasan dalam berfikir. Ketika kita
> membicarakan Tuhan atau bahkan mencoba membahas
> agama secara kritis, kita tidak mendapatkan tempat
> untuk itu. Akhirnya kita terbuai dengan gemerlapnya
> dunia hingga lupa akan esensi ajaran agama.yaitu
> eksistensi Tuhan .
> Kita hanya tinggal menjalankan aturan apa yang
> harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
> Sehingga masyarakat yang kurang menggunakan
> nalarnya akan kehilangan daya kritisnya. Pada satu
> titik masyarakat akan sampai kepada tahap pasrah
> pada nasib (fatalisme) yang pada kondisi tertentu
> seperti hidup bermasyarakat dan bernegara sangat
> merugikan masyarakat itu sendiri.
> Hal semacam ini tidak dimonopoli oleh
> masyarakat desa yang minim informasi saja. Fatalisme
> telah berjangkit di seluruh lapisan masyarakat.
> Kita selalu dihadapkan kepada indoktrinasi bahwa
> setiap sesuatu keburukan yang menimpa negeri ini
> adalah berpangkal dari Tuhan yang memberikan cobaan
> atau musibah. Kemiskinan, banjir, longsor, harga
> beras naik, BBM mahal dan lapangan kerja sulit dalam
> berbagai forum agama selalu dibahas dan
> dikategorikan sebagai cobaan Tuhan terhadap manusia.
> Dalam hal ini kita musti lebih dalam mengkaji
> makna dan batas batas dari cobaan dan musibah itu.
> Namun kali ini kita tidak akan membahas itu
> melainkan menunjukkan betapa berbahayanya fatalisme
> ataupun ignorance yang melanda masyarakat kita. Karl
> Marx memberikan konsep penting yang menganggap agama
> itu adalah candu bagi masyarakat. Ia melihat bahwa
> agama adalah saluran pelarian bagi kaum kaum lemah
> yang tertindas dan tidak mampu untuk melakukan
> perlawanan.
> Yang perlu diingat Karl Marx bukannya mengakui
> tidak ada Tuhan melainkan kondisi sosial religius
> masyarakat ketika itu larut dalam fatalisme. Dalam
> hal ini peran agamawan (gereja) sangat dominan
> mempengaruhi masyarakat hingga kondisi terburuk
> apapun mereka menjadikan agama sebagai pelarian.
> Hal ini saya kira sudah mulai berjangkit di
> negara kita Indonesia. Contoh kongkritnya kelaparan
> jamaah Haji di Mekah yang bulat bulat kesalahan
> departemen agama namun digiring kepada premis bahwa
> semua keburukan adalah dari Tuhan. Tidak itu saja
> setiap bencana alam yang terjadi karena ulah tangan
> tangan tak bertanggung jawab juga bermuara kepada
> cobaan Tuhan. Saya yakin lama kelamaan korupsi pun
> akan dianggap sebagai cobaan dari Tuhan.
> Yang menjadi korban dari kesemuanya ini tetap
> masyarakat. Bolehlah dengan melarikan diri ke dalam
> agama penderitaan akan berkurang dalam sekejap
> akibat kepasrahan absolut kepada Tuhan. Namun dalam
> jangka panjang masyarakat jugalah pihak yang paling
> dirugikan. Kemiskinan , kelaparan, busung lapar,
> bencana alam akan terus melanda tanah ini jika tidak
> ada kesadaran untuk mengubah nasib.
> Ketika pemerintah selalu berlindung dibalik
> cobaan Tuhan terhadap kesalahan dan ketidak
> mampuannya menyejahterakan rakyat maka tidak akan
> ada evaluasi sehingga setiap kelalaian dan
> kecurangan yang terjadi lambat laun dianggap sebagai
> suatu kewajaran. Bahkan dengan dalih menghindari
> cobaan Tuhan kebebasan berfikir masyarakat bisa
> diberangus. Bukankah akal pikiran dianugerahkan
> Tuhan untuk menghargai kemanusiaan itu sendiri ? Dan
> jika kita dipaksa menerima bulat bulat indoktrinasi
> maka secara tak langsung kita telah menyepelekan
> kemanusiaan itu sendiri.
> Sekali lagi saya yakin setiap bencana yang
> terjadi saat ini bukanlah sepenuhnya cobaan dari
> Tuhan melainkan lebih diakibatkan ulah tangan
> manusia manusia yang tak bertanggung jawab. Saya
> percaya Tuhan adalah Maha Pengasih dan Penyayang
> kepada umatnya. Banjir, kecelakaan, kemiskinan,
> kelaparan, biaya hidup yang makin mahal bukanlah
> azab Tuhan buat kita melainkan karena masih
> kurangnya usaha untuk memperbaiki kekurangan dan
> evaluasi diri maupun kebijakan publik. Bukankah
> nasib suatu kaum tidak akan akan berubah kecuali
> kaum itu sendiri yang berusaha merubahnya ?
>
http://radjanusantara.blogspot.com/2007/01/pasrah-yang-membahayakan.html
>
>
> ---------------------------------
> Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
>
> with theYahoo! Search weather shortcut.> Sukseskan
Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
>
-----------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
>
============================================================
> UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> melakukan reply.
> - Email dengan attachment tidak dianjurkan,
> sebaiknya melalui jalur pribadi.
> - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh
> system, jika:
> 1. Email ukuran besar dari >500KB.
> 2. Email dikirim untuk banyak penerima.
>
--------------------------------------------------------------
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-config
> * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui
> mirror mailing list di:
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
> dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua
> mirror diatas.
>
============================================================
____________________________________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================