Assalaamualaikum wr wb.
Ambo sasuai bana jo pandapek Ajo tu.
Baa urang ka galak manih kalau paruik nyo litak?
Baa ka taratik kalau pitih pambayia wang sakola indak ado?
Ambo tidak akan mencoba melihat dari sisi mengapa pakuak dan pangua menjadi 
kebiasaan. Akan tetapi ambo mencoba melihat dari sisi; kecenderungan orang 
Minang bersikap hipokrit, munafik, dan gegabah dalam masalah uang.  
Berniaga (baca; mencari uang dengan menjadi pelaku ekonomi) sebenarnya salah 
satu filosofi dasar orang Minang. Tapi kenapa ini justru tidak dibicarakan 
dan didiskusikan secara luas dalam adat?
(......a pulo nan dikecek an si Katik bela ko eh? sotoy...)
Oke. I'll be straight to the point.
Money is not everything.... itu benar. Tapi..... Without money, everything is 
nothing. Itu paralu bana dikana dan di inok-inok an. Apa susahnya mengakui 
bahwa uang itu memang penting dicari. Toh uang akan mempermudah kita agar 
terbiasa tersenyum, bersikap ramah, mampu menyekolahkan anak ditempat 
terbaik. Adanya uang akan membuat kita lebih khusuk ibadah, gampang berzakat 
dan bersedekah. Sehingga sebenarnya uang juga bisa menjadi salah satu tools 
untuk masuk surga!
Setiap kali Ambo bergaul dengan organisasi atau komunitas Minang, tidak ada 
satupun yang bersedia jujur tentang "pentingnya uang sebagai tools untuk 
mencapai tujuan".
Ketika saat nya ada seseorang yang mengajukan usul, saran, tenaga dan fikiran 
untuk membuat komunitas tersebut bisa mendanai dirinya sendiri, yang 
terjadilah adalah kecaman dan cemoohan. Seolah-olah membicarakan uang adalah 
sesuatu yang tidak patut, aib, dsb..dsbnya.Tatkala ada satu-dua orang yang 
berani malu mengemukakan pentingnya uang, yang terjadi adalah pengingkaran, 
seolah olah semua orang yang hadir tidak ada yang butuh uang. Balagak kayo se 
sadonyo.
Padahal ketika datang saatnya uang tersebut dibutuhkan, yang terjadi adalah 
orang-orang yang tadinya belagak kaya, satu demi satu mengemukakan alasan, 
berargumen, berkhotbah, bahkan ada yang marah...! MasyaAllah.
Nggak ada urusan yang gampang di dunia ini, memang. Tetapi percayalah uang 
akan membuatnya jauh lebih mudah.
Untuk itu, kenapa kita tidak mencoba menanamkan pada diri kita masing-masing 
bahwa sebenarnya yang PALING PENTING dilakukan adalah memperbaiki kondisi 
ekonomi orang Minang yang saat ini sangat terpuruk. Kondisi sosial ekonomi 
masyarakat di ranah saat ini sudah pada tahap yang memprihatinkan. Sebelumnya 
belum pernah dalam sejarah ada orang Minang yang menjual diri karena butuh 
uang. Tapi sekarang? sakali mangijok di Minang Plaza bisa langsuang dapek 
anak gadih jo ganjua saratuih ribu rupiah.
Hayo lah kita semua sama sama mengaku; tidak punya uang! Sehingga kita bisa 
bercengkrama, mangaji, berdiskusi, berpolitik, berfilsafat, berbicara teori, 
diskusi, seminar, workshop, atau apalah... yang jelas 'Ota pitih masuak'. 

ET Hadi Saputra Katik Sati (34th)
[EMAIL PROTECTED]
International Chamber of Commerce - Indonesia National Committee
Menara Kadin Indonesia Building 24th floor,
Jl. HR. Rasuna Said X-5 Kav 2-3, 
Tel. +62-21-527 4475 Fac. +62-21-527 4443
Cell. +62-81-8687 001,
Jakarta 12950 Indonesia


On Tuesday 27 February 2007 08:00, dutamardin umar wrote:
> Alaikumsalam sanak.,
>
>   Baa ko pakuak jo pangua banyak tajadi? Jawab ringkasnyo: Ekonomi!
>   Kalau rakyat kesulitan ekonomi, susah cari karajo, manggaleh tak
>   ado modal. Ditambah bapikia pendek, tak penting citra bla..bla..bla..
>   Mako klau bisa mamangua, kalau bisa mamakuak kenapa tidak?
>   Urusan citra kota Padang, citra Minangkabau, urusan wisata,
>   emang gue pikirin.
>
>   Rasonyo dalam seri "Ranah Bako" ndak ado tentang pantai rancakko.
>
>
>   Silahkan simak tajuk dibawah
>
>   ajoduta/-60
>
>   http://www.hariansinggalang.co.id/link/tajuk.php
-- 

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke