Dear parents, 
Anakku Yudhis (5) semangat banget belajar piano. Dia sendiri yang ngejar-ngejar 
aku tiap pagi untuk belajar piano. Aku sih seneng-seneng aja, yang penting 
anaknya senang. Tapi pagi ini, bapaknya tiba-tiba nulis di jurnalnya anak-anak 
tentang luar biasanya belajar musik. Waktu aku baca, eh bener juga nih.... 
mudah-mudahan share ini bisa berguna.
=====

Yudhis sudah cukup lama belajar main piano klasik (walaupun masih di keyboard). 
Aku sering memperhatikan dan menemaninya. Tapi, baru pagi ini tiba-tiba aku 
tersadar bahwa dari belajar piano itu banyak hal yang sedang dipelajari 
anak-anak.

Yang pertama, dia harus belajar membaca not balok. Membaca not balok saja sudah 
luar biasa karena dia harus belajar melihat dengan teliti posisi notnya ada di 
garis yang mana. Belum lagi ada hitungan yang berbeda untuk setiap not.

Jadi, pada saat dia membaca notasi not balok, sudah terjadi pengolahan stimulus 
kecerdasan visual ke kecerdasan logika. 

Yang kedua, setelah memahami not yang dituliskan, anak-anak harus 
mentransformasikan dalam bentuk aksi fisik menekan tuts piano menggunakan jari 
satu sampai jari lima. Yang menarik, aksi fisik itu harus terjadi seketika 
karena ada tempo yang juga harus dijaga. Jadi, tidak ada jeda antara 
mencerna/memahami not balok dan menekan tuts piano sehingga anak terbiasa 
mentransformasikan pemahaman ke dalam aksi.

Dari kegiatan membaca, mencerna, memahami, menekan tuts piano itu terjadi 
latihan koordinasi yang luar biasa. Apalagi jika digabungkan dengan tempo dan 
dinamika. Dan proses belajar itu lebih kompeks lagi saat harus 
mengkoordinasikan permainan tangan kanan dan tangan kiri.

Stimulus beragam jenis kecerdasan itu tentu saja masih harus ditambahkan dengan 
stimulus terhadap kecerdasan musikal yang pasti terjadi dalam proses belajar 
piano.

It's amazing... Beragam stimulus kecerdasan sebenarnya diperoleh anak-anak dari 
proses belajar pianonya... Belum lagi kebahagiaan anak-anak yang diperolehnya 
saat belajar piano.

Sudah lama aku melihat anak-anak belajar piano, tapi proses kesadaran itu baru 
datang hari ini. Aku jadi lebih memahami, mengapa ada riset yang menunjukkan 
bahwa anak-anak yang distimulus dengan pengajaran bermain musik memiliki 
kecerdasan yang lebih baik dibandingkan mereka yang distimulus dengan komputer. 
Yah.. kompleksitas proses belajar musik memang dapat menjadi stimulus yang luar 
biasa.

Aku angkat topi dan berterima kasih kepada ahli musik yang telah menciptakan 
tangga-tangga dalam proses belajar musik yang menyenangkan sekaligus semakin 
meningkatkan beragam kecerdasan anak.

Lala
http://www.sumardiono.com (Jurnal Homeschooling Yudhis & Tata)

Kirim email ke