Salam kenal, Pak.....
Kalau boleh saya ikut urun rembug, bagaimana kalau Bapak berkonsultasi dengan 
psikolog?
Mungkin anak bapak perlu penanganan khusus, dan bapak bisa mencari solusi "how 
to handle" si kecil. Supaya tidak terjadi kesalahan dalam pola asuh. Karena 
saya sendiri selalu berkonsultasi dengan psikolog anak dalam mendidik anak2 
saya.
Keuntungan lain juga, istri bapak bisa bertukar fikiran atas segala 
permasalahan sehingga beban yang tadinya terasa berat bisa menjadi lebih 
ringan. Karena mungkin akan kita temukan beberapa solusi dari orang lain yang 
lebih netral.
Memang kita akan ada pengeluaran extra dengan berkonsultasi pada psikolog. Tapi 
saya berpendapat, masa depan keluarga bapak lebih penting, terutama masa depan 
si kecil.
Kita harus berusaha mencari solusi yang bisa enyelamatkan semua pihak. Jangan 
ada kesan "melarikan diri" dari masalah dengan cara mengizinkan lagi mencari 
"istri" lain.

Semoga saran saya bisa membantu bapak....


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Firman Juliansyah <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wed, 9 Jan 2008 18:04:36 
To:[email protected]
Subject: [parentsguide] Anak aktif, ibunya putus asa


Anaknya sangat aktif, ibunya putus asa. 
  
  
Saya punya putra 1.5 tahun. Sangat aktif, hanya diam ketika tidur. Bulan 
oktober, November kami baru pindah ke Jakarta. Di Jakarta, kami tinggal bersama 
kakak kandung saya yang (kebetulan) menempati rumah yang cukup besar (delapan 
kamar tidur, plus ruang tengah, dapur, dan pekarangan yang luas) berlantai dua. 
Meskipun ke kakak, kami juga berusaha membiayai makan dan tinggal sewajar 
mungkin. Di sana, Anak saya sering manjat trails jendela hingga ketinggian dua 
meter dari lantai, naik motor yang diparkir, dan segera kabur kalo pintu depan 
terbuka sedikit saja. Alhasil istri saya tertekan karena dihantui kecemasan 
atas keselamatan putra kami. Pernah saya usulkan untuk meng-hire pengasuh, 
istri saya cenderung menunda. Di luar jam kerja, saya juga selalu membantu 
segala hal a-z mengurus dan mengasuh anak. Tapi tampaknya istri saya masih saja 
dirundung kecemasan. Padahal di rumah kakak saya, ada banyak orang yang bisa 
dititipi mengasuh (barang 30 menitan). 
  
Akhirnya dia meminta izin saya untuk sementara tinggal di ibunya (mertua saya) 
di sebuah kabupaten di Jabar. Istri saya yakin hal itu akan membuat saya dan 
dia lebih dapat beristirahat. Putra kami pun akan lebih aman dan terurus. Saya 
setuju saja, apalagi mertua dan kakak ipar saya di sana sangat baik, 
pengertian, dan mendukung keputusan kami.  
  
Sebulan sudah berjalan. Terakhir ibunya mengeluh karena merasa putus asa dalam 
mengurus putra kami. Dia seakan menyatakan ketidaksanggupannya mengurus putra 
kami. Dia merasa sudah terlalu banyak memusingkan mertua saya. Semuanya 
diungkapkan dengan ketulusan dan kesadaran, tidak ada percekcokan. Bahkan dia 
menyarankan saya untuk mencari istri lagi. Waduuh, piyye iki…?? Dia juga mau 
kembali ke Jakarta namun ingin mengontrak rumah sendiri (yang saya agendakan 
baru dua bulan lagi). 
  
Kemungkinan yang saya akan ambil adalah, istri saya tinggal di Jakarta, masih 
bersama kakak saya, dan menyewa pengasuh; baru jika istri saya betul2 butuh 
tempat sendiri, mungkin satu-dua bulan ke depan kami akan mengontrak rumah. 
  
Apa yang harus saya lakukan untuk istri saya? 
Apa yang harus saya lakukan untuk putra saya? 
  
  
  
Firman Juliansyah
 
----------------
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search. 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping>
   

===================================================================
Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi JANUARI 2008.

"WASPADAI 5 PENYAKIT UTAMA MUSUH BALITA"

Serangan penyakit tidak pernah pandang bulu. Siapa saja dan kapan saja bisa 
terserang, tidak terkecuali Buah Hati kesayangan Anda. Jangan pernah lengah 
sedikit pun dan bentengi si kecil, terutama dari beberapa penyakit yang 
tergolong sudah 'langganan'. Temukan bahasan lengkap mengenai 5 penyakit 
tersebut hanya di Parents Guide edisi ini.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Tips Tenangkan Tangis Bayi
- Plus Minus Melahirkan dengan ILA
- Permisi, Apakah ini Rumah Sakit Sayang Bayi?
- Ke Sekolah? Malas ah, Ma!
- Ibu, Bacakan Aku Cerita, Dong!

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi JANUARI 2008 di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Klik daftar isi selengkapnya di: 
http://www.parentsguide.co.id/dsp_tocfeb07.php

Ikuti Breastfeeding Club Gathering. 

Tema: Breastfeeding for Working Moms: "Kembali Bekerja & Tetap Menyusui". 

Sabtu, 19 Januari 2008, pukul 09.00-11.30

Pembicara: Mia Sutanto (Ketua AIMI & Konselor ASI). 

Venue: House of Milenia, Jl Taman Ubud 3 Kuningan Jakarta. 

Tiket Rp 30.000,-. 

Reservasi tiket hubungi hotline pelanggan PG di (021) 7040 8785

===================================================================
Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma 
(021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari 
seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke