Pak Firman, Rasanya untuk yang lainnya sudah urusan rumahtangga ya, saya cuma ingin sharing tentang anak. Putri saya, cewek lho, usia sekarang 20 bulan, gak beda jauh dengan anak pak Firman kan? AKtifnya, wah, jangan ditanya, usia segitu memang sedang aktif2nya, semangat untuk mencari tahu hal-hal baru. Di rumah, semua sudah dipanjat, sampai galon air juga dipanjat, terus dia berdiri di ujung galon air (kan kecil tuh), terus badannya condong, pegangan ke wastafel.
Kabur kalau pintu terbuka? wah jangan ditanya, 2 bulan lalu nyaris hilang karena lihat pager terbuka, langsung ngeloyor ke luar. Mungkin istri bapak gak enak kali dengan kakak pas tinggal bareng, walau bagaimana tinggal dengan ipar itu tidak enak, kita mau ngapa2in juga gak enak, apalagi mungkin anaknya aktif, takut nyenggol guci lah, kaca lah. Nah, kalau sekarang diizinkan cari istri lagi, mungkin istri gak tega dengan pak Firman, sudah menikah koq pisah kota, jarang ketemu, jadi gak ada yang ngurusin pak Firman. Saran saya, sekedar saran saja, lebih baik tinggal di rumah sendiri, walaupun kontrakan satu atau dua kamar, jauh lebih baik tinggal di rumah sendiri, tidak menumpang ke saudara walaupun saudara tidak keberatan. Istri bapak kan di rumah, pak Firman kerja, istri yang ngalami rasa tidak enak itu, mau tidur salah, mau makan salah, mau nyuci piring salah, mau nitipin anak salah. Mungkin bagi laki-laki, hal itu hal sepele, tapi bagi wanita, bukan hal sepele lho, misal kakak ipar perempuan bilang, "jam segini koq belum mandi? dimandiin dong anaknya.." maksudnya kan baik ya, tapi bagi wanita apalagi numpang di rumah saudara, wah bisa jadi sedih tuh dengernya, apalagi kalo komen, "gimana sih gak bisa ngurus anak? nih guci saya kalo kesenggol, pecah, mahal tahu..." nah lho, pusing kan. Ya selebihnya pak Firman yang tahu kondisi rumahtangganya, kalau menurut hemat saya sih begitu, tinggal sendiri di rumah kontrakan, walau kecil tapi rumah sendiri. Maaf sekali jika tidak berkenan, best regards, Lif Rahayu mama Nayma

