to mbak cupit,

aku bisa ngerasain tuh gimana nggak enaknya digosipin gara2 gonta ganti
pembantu. ini pengalamanku :


   1. mbak T, usia 40an, anak sulungnya seumuran aku, ikut aku sejak anak
   pertamaku baru lahir sampe 6 bulan. kerjanya bagus banget, inisiatif tinggi,
   mantan tkw di malaysia & arab. minta pulang karena ngurus sawah di
   kampungnya.
   2. mbak Y, usia 20an, hobi pacaran, genit minta ampun. ikut aku sejak
   anak pertamaku usia 7 bulan. baru 2 minggu kerja udah minta izin ortunya
   sakit, tapi ketahuan ternyata bohong mau pacaran. pas dia mau balik lagi aku
   bilang udah dapat pengganti. masih suka sms minta balik kerja lagi tapi aku
   gak mau.
   3. mbak N, usia 30an, tetangga dkt komplek, kerja pulang hari. buta
   huruf dan kalo dikasih tau lupa melulu.
   4. mbak S, usia 14an, anaknya mbak N. tugasnya cuma ngasuh anakku yg
   waktu itu 8 bulan, tapi mualessnya minta ampyun. sama (maaf) o'on-nya dengan
   ibunya. belakangan ketahuan suka ambil barang2 di rumah :(
   5. mbak L, usia 21, ini paling parah. berani2nya pacaran di rumah pas
   nggak ada orang, nggak cuma sekali, dan pas bulan puasa pula! udah gitu kok
   dia lebih galak dari saya. langsung saya minta penggantinya ke penyalur.
   6. mbak R, usia 21, masih tetangga sekampung sama mbak L, diambil dari
   penyalur yg sama. puji Tuhan yg ini beda banget sama mbak L. anaknya santun,
   sabar, rajin, senyum terus, dan pintar meski hanya lulus SD. dan yg penting
   sih dia sayang banget sama anakku, nggak genit dan orangnya nggak berani
   macem2. ortu & mertuaku juga muji dia baik. ikut aku tepat pas anakku ultah
   1 tahun sampe sekarang hampir 16 bulan.
   7. mbak T, yg no. 1 di atas. aku panggil lagi dan dia mau balik lagi.
   jadi sekarang di rumahku ada mbak R dan mbak T yg dua2nya sama2 bagus.
   mereka juga kelihatannya cocok karena seperti ibu & anak. kebetulan mbak T
   nggak punya anak perempuan dan mbak R nggak sudah nggak punya ibu sejak 4
   tahun karena meninggal. mudah2an mereka berdua betah ikut aku sampe
   seterusnya...

berdasarkan pengalamanku, nggak usah terlalu ambil pusing sama omongan
orang, nanti kitanya yg "kemakan". sama mbak R ini dari awal aku bilang ke
dia, kalau ada apa2 ngomongnya langsung ke aku jgn ke orang lain, jgn takut
nggak enak karena aku gak bakal marah. aku juga kalo ada apa2 ngomong
langsung ke dia, pokoknya selama aku nggak ngomong apa2 berarti ya nggak ada
apa2. aku paling nggak suka ngomong di belakang orang. trus aku perlakukan
mereka seperti keluarga saja. sering diajak becanda, biar mereka nggak
sungkan. aku dan suami juga berniat biayain mbak R ini kursus salon / jahit.
untuk mbak T aku beri kelonggaran pulang tiap berapa bulan sekali untuk
panen sawahnya. yah perbesar toleransilah. dan satu yg paliiiiingggg penting
waktu mau cari pembantu: banyak2 berdoa supaya dapat yg terbaik! ini tips
dari mama mertua yg udah terbukti manjur :)

salam,
michelle's mom

Kirim email ke