persoalan pembantu betah dirumah sebetulnya sepele saja, karena semua itu kembali pada faktor keseharian di rumah, mungkin faktor-faktor yang perlu kita telusuri :
1. seberapa layak salary yg mereka terima dengan pekerjaan yang ada, dikaitkan dengan keadaan ekonomi sekarang, karena sekarang banyak sekali peluang kerja bagi mereka yg lulus SD/SMP saja sudah bisa kerja di MALL dengan salary yg mungkin sama dengan s-org pembantu. 2. lingkungan di rumah, bisa faktor tuan rumah,( maaf bisa dari suami/istri), intinya perlakukan thd pembantu. klo memang belum dapat pembantu, ya saya do'akan semoga cepat dpt kembali, suami tdk mau ikut urusan PRT mungkin ada alasan tertentu, karena betah atau tidaknya itu tergantung orang yang dirumah sehari- hari. alhamdulillah sekarang saya sudah mendapatkan pembantu yang bisa menghandle semua pekerjaan dan dia terlihat enjoy dengan pekerjaannya dan kesehariannya dengan istri saya. salam Abdul Majid www.pru-care.com YM : [EMAIL PROTECTED] --- In [email protected], "- Yusri -" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mungkin bedanya saya dengan Mbak Cupit, adalah......suami saya gak ikut campur urusan PRT. Jadi dalam diri saya juga ada beban tambahan kalau PRT gak betah. > Saya mau menerapkan cara seperti apa pada PRT, suami saya menyerahkan wewenang itu pada saya. > Sebaliknya, suami saya malah ikut bingung kalau saya gak punya PRT. Karena kepikiran saya akan kecapean. Jadi dia akan usaha tanya temen2 kantornya ttg PRT atau ikut sibuk telpon yysn. > > > Regards, > YUSRI > Sent from my BlackBerry® wireless device > > -----Original Message----- > From: cupit <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Tue, 19 Feb 2008 15:19:15 > To:[email protected] > Subject: Balasan: Re: Bls: [parentsguide] please share.....gimana biar pembantu betah (terima kasih banyak semuanya) > > > duuuh terima kasiiiiih banget semua masukannya buat saya > aturan dan perlakuan mbak tatik juga saya terapkan kok > pertimbangan mas yusuf juga saya lakukan, soal anak soal menghargai perasaan pembantu dll tapi saya yang berniat ke desanya minta maaf, suami saya menentang keras tindakan saya karena menurut suami saya akan membuat mereka tambah ngelunjak, jadi ya tidak jadi (saya di rantau ikut suami tidak bisa kemana2 tanpa diantar suami) > > mungkin dapat saya ambil kesimpulan saya yang kurang jeli saat memilih pembantu, sebenarnya dukungan suami dan keluarga sangat saya butuhkan tapi disini saya sendirian........ > saat saya bilang tidak cocok dg pembantu yg dibawa teman suami.....suami tidak akan setuju dan memaksakan si calon pembantu untuk bekerja di rumah dengan alasan tidak enak dengan temannya yg sudah nyariin > > dan ketika saya mencoba mencari pembantu dari daerah asal saya (jawa tengah) orang tua tidak bisa membantu sama sekali, beliau (ibu saya) takut pembantu yang didapat nanti bertingkah, takut disalahkan suami saya... > sedangkan mertua saya baru pulang ke jawa 2th (tadinya di Irian 25 th) jadi tidak sanggup carikan juga.... > > kalau dengan orang2 minang mungkin kami ada shock culture kali yaa, mereka agak terlalu "bebas" (misalnya: ketika saya menyiapkan makan malam u/ suami dan anak, si pembantu ini bukan bantu saya malah ikut main sama suami dan anak saya, dan ketika saya bicarakan dg dia baik2 (tnp marah atau kata2 keras dia langsung minta berhenti keesokan harinya dengan alasan kangen sama ibunya pdhl umurnya 20th) > saya harus lebih toleran sekali, sebenarnya saya di rumah (tidak bekerja hanya mengurus laundry dan toko) jadi anak tetap saya yg pegang pembantu hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bukan ngasuh anak > > pengeeen banget cari sendiri ke jawa, tapi ya itu saya terbentur pada tidak adanya pendukung, jika pulang kampung cari pembantu, cuma buang duit buat ongkkos karena saya sudah jauh dari rumah sejak kuliah, gak kenal lagi daerah2 mana yg potensial untuk cari pembantu, sedangkan ibu saya sama sekali tidak mau membantu (sbnrnya tidak mau mengambil resiko) > dan tanpa jaminan mendapatkan pembantu suami juga tidak akan mengijinkan saya pulkam hehehehehe > > saya tidak pernah memberhentikan pembantu kecuali mereka mencuri atau mengundang tamu tanpa ijin (alhamdulillah belum pernah seperti itu) > dan dari 8 orang yang minta berhenti ada 3 orang yang memang punya alasan jelas yang tidak bisa ditunda yaitu 1 orang hamil setelah 4 bulan bekerja (sudah berkeluarga), satu orang sakit keras setelah 1 mgg kerja (kesurupan waktu main2 di rumah kosong sama teman2nya pembantu tetangga), dan satu lagi menikah setelah satu bulan bekerja > > eh malah curhat lagi hehehehe ya begitulah, mungkin ini ujian juga buat saya biar lebih instropeksi diri > terima kasih banyak ya moms n dads semuanya.............. > > > ---------------- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.co m/> >

