Mba Indah,
Aku punya tiga anak umur 9th, 6th dan 3,5th. Dua anakku yang besar sudah tidur berdua di kamar terpisah. Dulu aku mulai pisah kamar sejak si kecil mulai berhenti nenen. Karena kalo masih nenen kupikir aga ribet juga kalo misah kamar. Nah sejak umur kurang lebih dua tahunan, aku mulai biasain anakku yang paling gede untuk tidur di kamar terpisah, karena kebetulan juga aku sudah mulai hamil. Cuman ya gak tega juga ya kalo misah kamar langsung, akhirnya kita bikin pintu tembus dari kamarku ke kamar anak. Sehingga meski kita tidur di kamar terpisah, kita tetep ngerasa bareng…hehehe… tapi karena terbiasa bareng, perlu waktu juga untuk membiasakan dia nyaman tidur sendiri. Jadi selama beberapa waktu aku sering malam-malam harus mondar-mandir ke kamar dia. Kalo untuk anak kedua, aku sudah biasain tidur bareng kakaknya dari sejak bayi…kadang-kadang ibunya sering tidur bertiga bareng anak-anak, ayahnya yang tidur sendiri… :-) Sehingga setelah aku hamil anak ketiga, anak kedua sudah berhenti nenen, dua anakku itu sudah nyaman tidur berdua di kamar terpisah yang ada pintu penghubungnya ke kamar aku. Cuman kalo untuk anak ketiga sampe sekarang masih tidur bareng aku ma suami, secara kebetulan memang aku belum nyiapin kasur buat dia… lagian emang asyik ya tidur bareng anak. Cuman berhubung anakku yang paling kecil ini sudah tambah gede, dan tidurnya juga udah muter sana sini…sudah mulai sempit juga niy tidur bertiga. Tapi enjoy aja…kapan lagi tidur bareng anak-anak…kalo dah gede mana mau dia tidur bareng kita lagi… anakku yang paling gede aja, yang umur 9tahun sudah mulai minta kamar sendiri yang terpisah dari adiknya… Just sharing…. Best regards, elsa _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of wietski Sent: 12 April 2008 16:23 To: [email protected] Subject: [parentsguide] Re: sharing, anak tidur sekamar ortu hai Mba Indah... Aku sharing juga ya...dulu temanku pernah cerita waktu kerja punya bos orang bule asal kanada, kebetulan dia suaminya orang Indonesia, dan lama banget ga punya anak, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk ngadopsi anak (asal Indonesia). Waktu temanku itu masih kerja sama dia, anaknya berumur sekitar 4-5 tahun. Dia bilang, dia suka banget sama tradisi Indonesia yang tidur bareng sama anak, karena menurut dia, saat tidur dan terbangun pertama kali melihat orang yang paling kita cintai adalah saat terbaik untuk memulai hari. Tapi sayangnya, karena tradisi orang barat langsung memisahkan kamar sejak bayi, dia punya tekanan besar dari pihak keluarga, terutama dari Ibunya yang melarang untuk tidur bersama (isu kemandirian paling utama). Akhirnya dia "terpaksa" mengikuti tradisi itu. Kebetulan, anaknya suka banget jam 1-2 pagi, trus menyusup ke kamarnya...nah, itu dia biarin aja... jadi ada solusinya deh..hihihihi. Ini cerita berkesan banget buat kami berdua (aku dan temanku), waktu itu kita belum nikah, trus terkesan saja bagaimana ada orang bule "ngiri" sama kebiasaan disini yang tidur bareng anak. Trus, setelah aku punya anak, aku ikutan milis parenting dimana2, diantaranya juga beberapa milis luar negeri. Nah, tempo hari ada juga yang posting bingung karena anaknya yang cewek berusia 4 tahun akhir2 ini lebih suka tidur bareng dia (padahal sudah dibiasakan tidur sendiri sejak bayi), dan sudah berbagai cara dia lakukan supaya mau tidur sendiri, tapi anaknya ga mau. Dia pribadi sih sebenarnya seneng2 aja anaknya tidur bareng, tapi sekali lagi, tekanan orang sekitar cukup keras juga. Disana kan termasuk "aneh" kalo anak (apalagi sudah 4 tahun) kok tidur bareng orangtua. Yang bales panjang banget, diantaranya banyak juga yang ternyata membiarkan saja hal itu (tidur bersama) dengan berbagai alasan (misalnya, kapan lagi bisa tidur bareng, anak kan cepat besar).Waktu itu aku iseng ikutan membalas dengan bilang, justru di negaraku tradisi memisahkan anak tidur sendiri kadang masih dianggap aneh dan orangtua dianggap "tega", wah, banyak lho yang iri! hihihihi. Waktu itu kupikir mungkin saat disini orangtua mulai membangun kebiasaan tidur terpisah, justru dibelahan negara lain ada yang sedang membangun kebiasaan tidur bersama. Maaf kalau ga jawab pertanyaannya ya.... --- In HYPERLINK "mailto:parentsguide%40yahoogroups.com"[EMAIL PROTECTED], Indah Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear... > sharing donk mengenai masalah anak tidur dengan orang tua or kamar sendiri, apa ada efek psikologisnya? > Rafe ku 1,5 th, saat ini masih tidur seranjang dengan kami, papa-mamanya. > Secara aku working mom, aku ingin waktu ku di rumah semaksimal mungkin dengan anak. > Aku enjoy banget keadaan seperti sekarang. > Sekarang Rafe ceritanya mau punya ade. Rasanya ranjang kami agak kekecilan bila ditiduri berempat nantinya. > suami saya lebih senang bila nantinya anak2 tidur di kamar mereka, lebih mandiri. > Tapi aku rasanya lebih seneng seranjang dengan Rafe dan adiknya nanti... > Saat ini rafe juga lagi disapih. Usaha menyapih agak terhalangai gara2 Rafe suka kebangun malem2 n minta nenen...sulit nolaknya, dan akan lebih mudah bila dia tidur di kamar sendiri. > Keliatannya akan ada kesulitan juga membiasakan dia tidur sendiri nantinya, lebih mudah bila ia tidur dg bs nya. > Tapi aku ga rela aja kalo anaku harus tidur sama BS nya. > > Maaf ya kepanjangan.-.. bila temans ada tips2 n saran masalah tidur2 ini...most welcome... > > tx n rgds, > Indah > > > ____________-_________-_________-_________-_________-________ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di HYPERLINK "http://id.answers.yahoo.com/"http://id.answers.-yahoo.com/ > No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.13/1375 - Release Date: 12/04/2008 11:32 No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.13/1375 - Release Date: 12/04/2008 11:32

