Hi salam kenal

aku setuju sekali tu ma artikel ini. HIDUP ASI...HIDUP IBU IBU YANG MEMBERIKAN 
ASI KEPADA ANAK NYA!!
Alhamdulillah Kenzie (anak ku) mendapat ASI 2 tahun. InsyAllah kenzie menjadi 
anak yang sehat & cerdas di kemudian hari, seperti yang telah di teliti oleh 
orang2 pintar itu. Amien 99999x

AYO IBU IBU BERIKAN ANAK ANAK MU ASI ... SUDAH MURAH BERKHASIAT TINGGI LAGI ... 
DEMI MASA DEPAN ANAK ANAK KITA JUGA KAN ???  
(wa aku semangat sekali ya??? heheheh "HIDUP ASI !!!!"

www.mumukenz.blogspot.com
www.mumukenz.multiply.com


Wassalam
mumukenz
 




________________________________
From: hoesana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 28, 2008 10:36:53 AM
Subject: [parentsguide] FW: Perilaku Anak Berawal dari ASI




 
Perilaku Anak Berawal dari ASI
Anak yang 
mendapat ASI cuma dua bulan lebih berpotensi berperangai 
buruk.

Ada 
Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan 
yang tepat 
untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma 
terjadi dengan 
temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. 
Ibunya mengeluh, tapi anak 
lelaki itu tak surut juga bertingkah-
polah secara berlebihan. Cepat beradu 
mulut plus ringan tangan dan 
kaki. 

Ada kemungkinan pemicunya memang 
beragam. Namun, bila menilik sebuah 
penelitian terbaru tentang kaitan asupan 
air susu ibu (ASI) dengan 
perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu 
bertanya kepada diri 
sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang 
cukup?" 

Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari 
Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, 
Amerika 
Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan 
mempengaruhi perangai 
sang anak di masa depan. Studi baru seperti 
dikutip dari HealthDay News ini 
menyebutkan, seorang ibu yang 
mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah 
melaporkan adanya masalah 
perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun 
fase 
pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua 
bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI 
selama satu tahun. 

"Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama 
pertumbuhan dapat 
memiliki efek pada anak," kata Hobbs. Studi melibatkan 
sekitar 100 
ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam 
penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan 
mental anaknya. 

Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama 
proses menyusui akan 
terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan 
buah 
hatinya. "Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga 
terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan 
emosi yang baik di kemudian hari," ujarnya. 

Konsultan laktasi, dr 
Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang 
terpenuhi asupan ASI akan 
memiliki emotional quetient (EQ) dan 
spiritual quetient (SQ) yang baik. "Ini 
yang akan membentuk behave-
nya," ucapnya. Dibanding susu formula, menurut 
dia, kontak langsung 
dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa 
dekat. "Ketika 
menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi 
akan 
merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di 
dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya." Anak yang diberi ASI 
akan 
tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu 
formula," kata 
Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu. 

Keampuhan ASI pun sudah 
terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia 
dan Swedia, dua negara yang 
sangat mendukung asupan maksimal ASI 
kepada bayi dengan membuat kebijakan 
cuti bagi orang tua. "Bukan 
cuti hamil untuk ibunya saja," ujarnya. Di kedua 
negeri itu, cuti 
dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama 
pasangan suami-
istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, 
gaji 
dibayar 80-90 persen. "Kebijakan ini yang membuat anak-anak di 
Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit 
ditemukan susu formula," ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, 
menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak. 

Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai 
usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih 
sekalipun. "ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan 
makanan 
pendamping," kata Utami. Dari data yang dimilikinya, 
tercatat anak yang 
disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada 
usia 9 tahun. 

Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI 
pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti 
diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan 
mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. 
Hal 
ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem 
pencernaan 
dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan 
yang terdapat pada 
susu jolong atau kolostrum--cairan kuning kental 
pada awal menyusui sampai 
hari keempat dan ketujuh. 

Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat 
fungsional untuk kaum 
ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah 
risiko anemia. 
Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada 
penundaan 
haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah 
terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi 
pada 
payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan 
dan 
mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain 
itu, dapat 
mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan 
ovarium. "Banyak penelitian 
yang membuktikan adanya hubungan antara 
infertilitas dan tidak menyusui 
dengan peningkatan risiko terkena 
kanker," ucap Utami. Walhasil, dia 
menyimpulkan bayi akan sehat 
secara fisik, intelektual sekaligus emosional, 
jika hak ASI anak 
dapat dipenuhi oleh sang ibu. HERU TRIYONO 

AGAR 
OPTIMAL 

Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD). 
Bayi jangan dipisahkan 
dari ibunya setelah melahirkan. 
Selama 48 jam pertama tidak diberi susu 
formula. 
Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka 
diproduksi 10 cc) 
Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga. 
ASI 
eksklusif saat bayi berusia 0-6 bulan. 
Konsultasi ke dokter (bila perlu). 

Sumber: Koran Tempo - 05 November 2008 
http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2008/ 11/05/Gaya_ Hidup/krn.
20081105.146979. id.html
    


      

Kirim email ke