hi.... mau sharing juga niii... jadi tertarik pas baca artikel ini.... ceritanya aku juga sampe sekarang anakku 22 bulan masih menyusui dengan semangat, sampe2 orang2 di sekitarku banyak yang bertanya2 kenapa masih niat banget menyusui..padahal kan udah gede. aku ga pernah tau dampak yang kayak gini sebelomnya... (perilaku berawal dari asi) aku menyusui karena aku masih merasa nyaman aja menyusui. seneng aja bisa meluk dan deket sama anakku. yah mudah2an aja anakku mendapat manfaat yang positif dari semua ini. en info ini pasti akan aku share juga ke temen2ku yang lain, yang belum segiat aku dalam menyusui... thanks ya..... infonya sangat berguna...
love, mayer mom --- In [email protected], Dona Dewi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hi salam kenal > > aku setuju sekali tu ma artikel ini. HIDUP ASI...HIDUP IBU IBU YANG MEMBERIKAN ASI KEPADA ANAK NYA!! > Alhamdulillah Kenzie (anak ku) mendapat ASI 2 tahun. InsyAllah kenzie menjadi anak yang sehat & cerdas di kemudian hari, seperti yang telah di teliti oleh orang2 pintar itu. Amien 99999x > > AYO IBU IBU BERIKAN ANAK ANAK MU ASI ... SUDAH MURAH BERKHASIAT TINGGI LAGI ... DEMI MASA DEPAN ANAK ANAK KITA JUGA KAN ??? > (wa aku semangat sekali ya??? heheheh "HIDUP ASI !!!!" > > www.mumukenz.blogspot.com > www.mumukenz.multiply.com > > > Wassalam > mumukenz > > > > > > ________________________________ > From: hoesana <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, November 28, 2008 10:36:53 AM > Subject: [parentsguide] FW: Perilaku Anak Berawal dari ASI > > > > > > Perilaku Anak Berawal dari ASI > Anak yang > mendapat ASI cuma dua bulan lebih berpotensi berperangai > buruk. > > Ada > Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan > yang tepat > untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma > terjadi dengan > temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. > Ibunya mengeluh, tapi anak > lelaki itu tak surut juga bertingkah- > polah secara berlebihan. Cepat beradu > mulut plus ringan tangan dan > kaki. > > Ada kemungkinan pemicunya memang > beragam. Namun, bila menilik sebuah > penelitian terbaru tentang kaitan asupan > air susu ibu (ASI) dengan > perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu > bertanya kepada diri > sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang > cukup?" > > Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari > Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, > Amerika > Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan > mempengaruhi perangai > sang anak di masa depan. Studi baru seperti > dikutip dari HealthDay News ini > menyebutkan, seorang ibu yang > mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah > melaporkan adanya masalah > perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun > fase > pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua > bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI > selama satu tahun. > > "Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama > pertumbuhan dapat > memiliki efek pada anak," kata Hobbs. Studi melibatkan > sekitar 100 > ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam > penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan > mental anaknya. > > Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama > proses menyusui akan > terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan > buah > hatinya. "Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga > terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan > emosi yang baik di kemudian hari," ujarnya. > > Konsultan laktasi, dr > Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang > terpenuhi asupan ASI akan > memiliki emotional quetient (EQ) dan > spiritual quetient (SQ) yang baik. "Ini > yang akan membentuk behave- > nya," ucapnya. Dibanding susu formula, menurut > dia, kontak langsung > dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa > dekat. "Ketika > menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi > akan > merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di > dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya." Anak yang diberi ASI > akan > tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu > formula," kata > Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu. > > Keampuhan ASI pun sudah > terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia > dan Swedia, dua negara yang > sangat mendukung asupan maksimal ASI > kepada bayi dengan membuat kebijakan > cuti bagi orang tua. "Bukan > cuti hamil untuk ibunya saja," ujarnya. Di kedua > negeri itu, cuti > dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama > pasangan suami- > istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, > gaji > dibayar 80-90 persen. "Kebijakan ini yang membuat anak-anak di > Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit > ditemukan susu formula," ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, > menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak. > > Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai > usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih > sekalipun. "ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan > makanan > pendamping," kata Utami. Dari data yang dimilikinya, > tercatat anak yang > disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada > usia 9 tahun. > > Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI > pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti > diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan > mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. > Hal > ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem > pencernaan > dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan > yang terdapat pada > susu jolong atau kolostrum--cairan kuning kental > pada awal menyusui sampai > hari keempat dan ketujuh. > > Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat > fungsional untuk kaum > ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah > risiko anemia. > Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada > penundaan > haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah > terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi > pada > payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan > dan > mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain > itu, dapat > mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan > ovarium. "Banyak penelitian > yang membuktikan adanya hubungan antara > infertilitas dan tidak menyusui > dengan peningkatan risiko terkena > kanker," ucap Utami. Walhasil, dia > menyimpulkan bayi akan sehat > secara fisik, intelektual sekaligus emosional, > jika hak ASI anak > dapat dipenuhi oleh sang ibu. HERU TRIYONO > > AGAR > OPTIMAL > > Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD). > Bayi jangan dipisahkan > dari ibunya setelah melahirkan. > Selama 48 jam pertama tidak diberi susu > formula. > Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka > diproduksi 10 cc) > Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga. > ASI > eksklusif saat bayi berusia 0-6 bulan. > Konsultasi ke dokter (bila perlu). > > Sumber: Koran Tempo - 05 November 2008 > http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2008/ 11/05/Gaya_ Hidup/krn. > 20081105.146979. id.html >

