Dear all,
Setuju dengan Nadine, ASI memang baik, tapi bukan segalanya...bukan membela 
diri karena saya juga hanya bisa memberikan ASI selama 2.5 bulan (tidak keluar 
di hari pertama saya bekerja kembali & saya juga agak takut untuk memompa di 
kantor, sehubungan pekerjaan saya berkaitan dengan banyak unsur 
chemicals)..tapi mengutip pesan Ibu mertua saya..kalau memberi ASI full jangan 
langsung merasa bahwa sudah beres semua, dan kalau belum bisa memberi ASI full 
juga jangan berkecil hati, karena masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk 
memberikan yang terbaik bagi buah hati kita..
 
Puji Tuhan, walau dengan keterbatasan saya, anak saya (saat ini 3 tahun 2 
bulan) tumbuh sehat (sangat jarang sakit),cerdas,lincah dan tidak bermasalah 
sama sekali dengan perilaku...bahkan beberapa teman cenderung memuji dan 
menjadikan anak saya standard pembanding yang baik untuk anaknya. 
Di sekolah, gurunya juga menyatakan dia anak yang manis dan di raport juga 
tertulis dia jarang mengganggu, jarang marah dan tidak pernah murung, 
dengan daya tangkap sangat baik..saya sendiri juga waktu bayi hanya selama 2 
minggu mendapatkan ASI, tp rasanya Ibu saya tidak pernah harus kewalahan dengan 
perilaku saya...
 
Publikasi penelitian ini sendiri baik, walau saya kira harus lebih diperjelas, 
penelitian dilakukan di mana, sampling berapa dan apakah korelasinya benar 
tepat seperti itu atau ada faktor lain yang mempengaruhi,dll...intinya memang 
semua Ibu sebaiknya tahu bahwa memberikan ASI adalah sangat baik.. tapi mungkin 
pengantarnya (ada Adi 4,5 tahun berarti ada keributan..dst..) sebaiknya lebih 
objektif penyampaiannya.., bagaimana kalau ternyata Adi adalah anak yang 
mendapat full ASI? apakah itu artinya jangan berikan full ASI pada anak kita? 
kan tidak demikian juga.., saya kira terlalu banyak praduga di situ..
 
Intinya sih saya percaya semua parents di milis ini adalah smart parents yang 
pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya, walau tidak sempurna, tapi 
semua pasti berusaha untuk itu...kalau tidak, ngapain tertarik ikut di forum 
milis ini, ya kan?
 
Ini hanya sharing pendapat, tidak berniat menyinggung apalagi menggurui, mohon 
maaf jika kurang berkenan..
 
Regards,
Donna
 
 


--- On Mon, 12/1/08, Nadine Neuville <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Nadine Neuville <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bls: [parentsguide] sharing : Perilaku Anak Berawal dari ASI
To: [email protected]
Date: Monday, December 1, 2008, 2:35 AM











Yup, saya sangat setuju & sependapat dengan MomsDhi.. Asi memang baik tapi 
bukan segala2nya (maaf jika kalimat saya tidak berkenan)..
 
Saya mempunyai 2 orang anak, yg pertama perempuan usia 3th dan yg kedua 2th..
Kedua anakku tidak mendapat ASI secara ekslusif, yg besar paling hanya +/- 
sebulan  sedangkan yg bungsu agak banyak +/- 2 bulan .. 
 
Jujur dengan keadaan ASI saya tersebut sedih sekali, terlebih harga susu yg 
lumayan mahal, dan suka takut jika sudah waktunya membawa anak ke dokter, 
mengingat sang dokter sangat tidak suka dengan bayi yg tidak mendapat ASI 
eksklusif..
 
Namun rasa sedih itu kini dapat terobati dengan pertumbuhan anak2 yg lincah, 
aktif & cerdas (badannya pun sekel/padat) , kalaupun sakit tapi yg sakit 
ringan (spt. batuk pilek) dan itupun tanpa mempengaruhi napsu makan & 
keceriaannya. .
 
Tapi terlepas dari pro kontranya soal ASI.. sangat sangat salut untuk ibu2 yg 
telah berhasil memberikan ASI eksklusif bagi putra/putrinya. .
 
Salam,
 

--- Pada Sen, 1/12/08, MomsDhi <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:

Dari: MomsDhi <[EMAIL PROTECTED] com>
Topik: [parentsguide] sharing : Perilaku Anak Berawal dari ASI
Kepada: parentsguide@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 1 Desember, 2008, 12:32 PM









Maaf sebelumnya kl pendapat saya agak melenceng dikit dr pendapat ibu2 
sekalian. Anak saya cm dpt asi 1bln dr saya krn produksi asi saya mmg ngga 
banyak, tp kondisi fisik anak saya jauh lbh baik kl dibandingkan keponakan saya 
yg asinya 2thn. Bukannya membanggakan anak n diri sendiri, tp menurut 
saya...ngga selalu dgn asi, daya tahan tubuh anak lbh kuat drpd anak yg ngga 
asi ataupun kurang asi. Dgn usia yg sama dgn anak saya (malah ponakan saya itu 
2bln lbh tua dr anak saya), selain jarang sakit, TB & BB anak saya lbh baik 
drpd ponakan saya itu. Tiap bulan kl ketemu ma ponakan saya, pasti lagi sakit. 
Entah skt panas, batuk pilek, buang2 air. Pokoke tiap bln ada aja deh sktnya. 
Anakku...Alhamdulli lah kondisi bdnnya ckp fit n jarang sakit.
 
Kl perilaku anak berawal dari asi, saya jg kurang setuju kl dibilang anak yg 
asi perilakunya lbh baik dr anak yg ngga asi. Kebetulan anak saya hiperaktif 
krn cedera otak sewaktu dilahirkan (kt dokter akibat vacum), tetapi dikelasnya 
ada jg anak yg lbh hiperaktif & nakal dari anak saya. Ngomomngnya- pun berani 
kotor & kasar walaupun dgn org sepantaran ibunya. Pdhl mnrt hsl bincang2 dgn 
ibunya, teman anakku itu lahir normal tanpa vakum & asinya-pun 2thn (krn ibunya 
ngga bekerja, jd full asi). Sama seperti anakku, anaknya jg anak satu2nya. Jd 
kl dibilang anak yg asinya krg dr 2bln berperangai lbh buruk, maaf....saya amat 
sangat keberatan dgn hal itu. Menurut saya sih..anak yg berperangai buruk 
tergantunug dari lingkungan sekitar tmp dia tinggal. Kl dia tinggal 
dilingkungan yg berperangai sopan dan berkata sopan, pasti si anak akan tumbuh 
seperti itu juga. Tp kl si anak tumbuh di lingkungan yg kurang baik, suka  
berkata kasar & sopan, bisa dipastikan si
 anak akan terpengaruh akan lingkungan tersebut. Otak anak kan seperti spons 
yg dgn cpt menyerap apa yg terjadi dilingkungannya.
 
Bkn berarti saya ngga setuju dgn pemberian asi...tp kdgkala tidak memberi asi 
sering dijadikan kambing hitam pertumbuhan anak jika menyimpang dr keadaan yg 
seharusnya. pdhl, anak yg diberi asi sebentar ataupun ngga diberi sama sekali, 
ngga berarti pertumbuhannya selalu buruk. Masih banyak kok anak2 lain yg 
pemberian asinya bentar ataupun ngga sama sekali, tp bisa lbh baik pertumbuhan/ 
perilakunya dibanding anak yg diberi asi. Kebetulan aja yg dilihat secara kasat 
mata, pertumbuhan anak tanpa/sedikit diberi asi. Contohnya yaitu td...anakku n 
ponakanku yg asinya 2th. Pertumbuhan, kecerdasan & perilaku bagi saya bukan 
tergantung/hanya berawal dari asi, tetapi jg dari cara n bagaimana kita 
mendidik, memberi makanan & gizi pada anak kita serta perilaku org2 sekitar 
kita kok.
 
Mohon maaf sebelumnya atas sharing ketidaksetujuan saya ini. Smoga dpt 
diterima...

--- On Sat, 11/29/08, mayer_mom <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: mayer_mom <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [parentsguide] Re: FW: Perilaku Anak Berawal dari ASI
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Saturday, November 29, 2008, 10:28 PM




hi.... mau sharing juga niii...
jadi tertarik pas baca artikel ini....

ceritanya aku juga sampe sekarang anakku 22 bulan masih menyusui
dengan semangat, sampe2 orang2 di sekitarku banyak yang bertanya2
kenapa masih niat banget menyusui..padahal kan udah gede.
aku ga pernah tau dampak yang kayak gini sebelomnya.. . (perilaku
berawal dari asi) 
aku menyusui karena aku masih merasa nyaman aja menyusui. seneng aja
bisa meluk dan deket sama anakku.
yah mudah2an aja anakku mendapat manfaat yang positif dari semua ini.
en info ini pasti akan aku share juga ke temen2ku yang lain, yang
belum segiat aku dalam menyusui...
thanks ya.....
infonya sangat berguna...

love,
mayer mom
--- In parentsguide@ yahoogroups. com, Dona Dewi <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
>
> Hi salam kenal
> 
> aku setuju sekali tu ma artikel ini. HIDUP ASI...HIDUP IBU IBU YANG
MEMBERIKAN ASI KEPADA ANAK NYA!!
> Alhamdulillah Kenzie (anak ku) mendapat ASI 2 tahun. InsyAllah
kenzie menjadi anak yang sehat & cerdas di kemudian hari, seperti yang
telah di teliti oleh orang2 pintar itu. Amien 99999x
> 
> AYO IBU IBU BERIKAN ANAK ANAK MU ASI ... SUDAH MURAH BERKHASIAT
TINGGI LAGI ... DEMI MASA DEPAN ANAK ANAK KITA JUGA KAN ??? 
> (wa aku semangat sekali ya??? heheheh "HIDUP ASI !!!!"
> 
> www.mumukenz. blogspot. com
> www.mumukenz. multiply. com
> 
> 
> Wassalam
> mumukenz
> 
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: hoesana <[EMAIL PROTECTED] >
> To: parentsguide@ yahoogroups. com; motherandbabyclub@ yahoogroups. com
> Cc: ghfriendship@ yahoogroups. com; Ayah-Bunda-Anak@ yahoogroups. com
> Sent: Friday, November 28, 2008 10:36:53 AM
> Subject: [parentsguide] FW: Perilaku Anak Berawal dari ASI
> 
> 
> 
> 
> 
> Perilaku Anak Berawal dari ASI
> Anak yang 
> mendapat ASI cuma dua bulan lebih berpotensi berperangai 
> buruk.
> 
> Ada 
> Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan 
> yang tepat 
> untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma 
> terjadi dengan 
> temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. 
> Ibunya mengeluh, tapi anak 
> lelaki itu tak surut juga bertingkah-
> polah secara berlebihan. Cepat beradu 
> mulut plus ringan tangan dan 
> kaki. 
> 
> Ada kemungkinan pemicunya memang 
> beragam. Namun, bila menilik sebuah 
> penelitian terbaru tentang kaitan asupan 
> air susu ibu (ASI) dengan 
> perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu 
> bertanya kepada diri 
> sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang 
> cukup?" 
> 
> Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari 
> Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, 
> Amerika 
> Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan 
> mempengaruhi perangai 
> sang anak di masa depan. Studi baru seperti 
> dikutip dari HealthDay News ini 
> menyebutkan, seorang ibu yang 
> mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah 
> melaporkan adanya masalah 
> perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun 
> fase 
> pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua 
> bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI 
> selama satu tahun. 
> 
> "Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama 
> pertumbuhan dapat 
> memiliki efek pada anak," kata Hobbs. Studi melibatkan 
> sekitar 100 
> ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam 
> penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan 
> mental anaknya. 
> 
> Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama 
> proses menyusui akan 
> terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan 
> buah 
> hatinya. "Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga 
> terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan 
> emosi yang baik di kemudian hari," ujarnya. 
> 
> Konsultan laktasi, dr 
> Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang 
> terpenuhi asupan ASI akan 
> memiliki emotional quetient (EQ) dan 
> spiritual quetient (SQ) yang baik. "Ini 
> yang akan membentuk behave-
> nya," ucapnya. Dibanding susu formula, menurut 
> dia, kontak langsung 
> dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa 
> dekat. "Ketika 
> menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi 
> akan 
> merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di 
> dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya." Anak yang diberi ASI 
> akan 
> tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu 
> formula," kata 
> Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu. 
> 
> Keampuhan ASI pun sudah 
> terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia 
> dan Swedia, dua negara yang 
> sangat mendukung asupan maksimal ASI 
> kepada bayi dengan membuat kebijakan 
> cuti bagi orang tua. "Bukan 
> cuti hamil untuk ibunya saja," ujarnya. Di kedua 
> negeri itu, cuti 
> dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama 
> pasangan suami-
> istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, 
> gaji 
> dibayar 80-90 persen. "Kebijakan ini yang membuat anak-anak di 
> Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit 
> ditemukan susu formula," ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, 
> menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak. 
> 
> Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai 
> usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih 
> sekalipun. "ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan 
> makanan 
> pendamping," kata Utami. Dari data yang dimilikinya, 
> tercatat anak yang 
> disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada 
> usia 9 tahun. 
> 
> Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI 
> pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti 
> diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan 
> mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. 
> Hal 
> ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem 
> pencernaan 
> dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan 
> yang terdapat pada 
> susu jolong atau kolostrum--cairan kuning kental 
> pada awal menyusui sampai 
> hari keempat dan ketujuh. 
> 
> Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat 
> fungsional untuk kaum 
> ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah 
> risiko anemia. 
> Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada 
> penundaan 
> haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah 
> terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi 
> pada 
> payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan 
> dan 
> mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain 
> itu, dapat 
> mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan 
> ovarium. "Banyak penelitian 
> yang membuktikan adanya hubungan antara 
> infertilitas dan tidak menyusui 
> dengan peningkatan risiko terkena 
> kanker," ucap Utami. Walhasil, dia 
> menyimpulkan bayi akan sehat 
> secara fisik, intelektual sekaligus emosional, 
> jika hak ASI anak 
> dapat dipenuhi oleh sang ibu. HERU TRIYONO 
> 
> AGAR 
> OPTIMAL 
> 
> Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD). 
> Bayi jangan dipisahkan 
> dari ibunya setelah melahirkan. 
> Selama 48 jam pertama tidak diberi susu 
> formula. 
> Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka 
> diproduksi 10 cc) 
> Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga. 
> ASI 
> eksklusif saat bayi berusia 0-6 bulan. 
> Konsultasi ke dokter (bila perlu). 
> 
> Sumber: Koran Tempo - 05 November 2008 
> http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2008/ 11/05/Gaya_
Hidup/krn.
> 20081105.146979. id.html
>





Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
 














      

Kirim email ke