Ikutan nimbrung, ya....
Argumentasi saya sbg org awam.....
"Jika memang vaksin2 itu penyebab autis, maka akan kita temui jumlah anak2/bayi 
autis lebih banyak dari anak2 normal".
Dan ke tiga putra putri saya beserta ke 14 keponakan saya plus 3 cucu saya juga 
selama ini mendapatkan vaksin itu.
Dan kenyataan nya tidak ada satupun dari mereka yg mengalami autis.
Begitu juga dengan kawan2 bermain anak saya di sekitar rumah saya.

Jadi pertanyaannya.......apakah penjelasan teori dalam buku itu bisa dibuktikan 
secara ilmiah?

Mohon pencerahannya


Regards,
YUSRI
email: [email protected]

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Elen Putra <[email protected]>

Date: Wed, 4 Feb 2009 04:06:20 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Vaksin penyebab Autis (tolong untuk disebarluaskan)


Moms...

apakah pasti terjadi untuk semua bayi yg menerima kedua vaksin tersebut?

kalau sudah keburu di imunisasi, bgmn caranya tahu kalau anak kita kena dampak 
dari vaksin tsb.

mohon pencerahannya.

terimakasih
 
check it out : www.penghasilan-extra.co.cc

from the bottom of my heart 
Elen Halim-Putra




________________________________
From: evy herlina <[email protected]>
To: [email protected]; femina friends <[email protected]>; 
[email protected]; hanyawanita <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Wednesday, February 4, 2009 1:45:13 PM
Subject: [parentsguide] Vaksin penyebab Autis (tolong untuk disebarluaskan)






 
 
        * Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!!


Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan
calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang
masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah kesibukan Lebaran
yang
menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku
"Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli
di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,-itu benar-benar membuka mata
saya,
dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln)
didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari
buku itu benar-benar membuat saya menangis.

Selama  6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey
memperoleh
3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut
buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima
anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat
pengawet
Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama
sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990
an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di
Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu
kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah
rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang,
dengan
harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh
Mercuri
dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai
sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap
saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan
casein, harus terapi ABA , Okupasi,dan nampaknya harus dibarengi dengan diet
supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya
hanya ingin menghimbau para
dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah
baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang
masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah
terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor
dengan
harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas
seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya
dikampanyekan sampai ke pedesaan.
Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif,
dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut,
cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan
HiB yang tidak mengandung Thimerosal.
Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang
tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.

Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak
penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang
berpenghasilan
rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi
supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya
sampai
berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.
Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman
senasibnya
di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu
Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care!"

















________________________________
::BCA:: 
________________________________
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online  


      

Kirim email ke