sebagai orang tua yang ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, sebaiknya kita lebih bijaksana mengenai isu imunisasi ini. kenapa ga cari informasi dari berbagai sumber? mungkin buku itu ada benarnya. karena dalam salah satu episode oprah ttg autism yang bintang tamunya model Jenny McCarthy yang anaknya menderita autis, pernah dikemukakan hal ini.. Namun yang perlu ditekankan adalah bahwa yg berbahaya sebenarnya buka imunisasi itu tapi bahan2 yg dicampur ke dalamnya (bahan pengawet misalnya). berikut saya sertakan kutipan dari Oprah.com silahkan baca, semoga bermanfaat. atau silahkan klik http://www.oprah.com/slideshow/oprahshow/20080910_tows_jenny/2 untuk informasi yg lebih lengkapnya. In recent years, a Centers for Disease Control study found that the number of children diagnosed with autism has risen from 1 in every 500 children to 1 in 150—and scientists have not discovered a cause or a cure. Jenny says she believes childhood vaccinations may play a part, but she wants to make it clear that the community she represents is not "anti-vaccine."
"We are an intelligent group of parents that know the importance of having vaccines, but we do believe it's about time we have safe ones," she says. Jenny says she also believes all children should be tested to make sure their immune systems are strong enough to handle immunizations. "What makes us believe that everyone can handle all the shots, all the time?" she says. "Let's protect the [children] who are weak—that's what these warriors are saying. We believe in the protocol. We know we need them, but we deserve safe ones." In response, members of the American Academy of Pediatrics say they share parents' frustration over the undefined causes of autism and the lack of an established treatment, but they urge parents to be cautious when choosing treatment options for autism. "[We] recommend scientifically validated treatments," their statement says. "There's no valid scientific evidence that vaccines cause autism, but because of unfounded fears about vaccines, the U.S.. is suffering its biggest measles outbreak in a decade." --- On Wed, 2/4/09, evy herlina <[email protected]> wrote: From: evy herlina <[email protected]> Subject: [parentsguide] Vaksin penyebab Autis (tolong untuk disebarluaskan) To: [email protected], "femina friends" <[email protected]>, [email protected], "hanyawanita" <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Wednesday, February 4, 2009, 6:45 AM Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!! Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,-itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi,dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya. Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme. "Let's share with others... Show them that WE care!" ::BCA:: Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

