Hi Mom, Saya pernah mengalami hal yang serupa tapi bukan dengan kartu kredit. Waktu itu dengan ASTRO tv cable. Ada tagihan untuk saya dikirim ke alamat rumah orang tua yang lama. Kebetulan orang tua pindahnya gak jauh dari rumah itu juga. Nah waktu saya main ke rumah orang tua saya, saya kaget lihat tagihan ber amplop-amplop. Lalu saya hubungi Astro bahwa saya ataupun orang tua saya di alamat tersebut tidak berlangganan Astro apalagi atas nama saya. Petugas customer service bilang akan dicek. Karena penasaran saya hubungi Astro kembali beberapa hari kemudian dan menanyakan lokasi pemasangannya dimana (karena Astro membolehkan alamat pendaftar/pembayar berbeda dengan pemasangan), ternyata lokasinya jauh sekali, rumah orang tua saya di jakarta barat, lokasi pemasangan di jakarta selatan. Lalu saya bilang ke Astro kalau saya tidak akan membayar tagihan tersebut karena saya tidak pernah menandatangani surat pendaftaran, pemasangan atau apapun. Dan akhirnya memang saya tidak membayar apa-apa. Nah, untuk kartu kredit, setau saya kita bisa hubungi card centernya dan mengadukan hal ini. Informasikan bahwa kartu tidak pernah diterima, tanda tangan pada lembar otorisasi bukan tandatangan anda, kalau transaksinya online, bisa kita tanyakan alamat pengiriman barang kemana. Intinya jangan takut dan bicara aja sebagai orang yang dirugikan. Debt collector itu pun bisa kita tolak dengan mengatakan bahwa ada kesalahan dan sudah diurus dengan pihak bank langsung. Informasikan ke pihak card center nomer telepon yang bisa dihubungi dan anda tidak mau didatangi oleh debt collector selagi Bank melakukan pengusutan. Berikan ultimatum apalagi masih terjadi lagi, anda akan mengirim surat terbuka ke surat kabar untuk hal ini. Kalau ke polisi sih kayanya bikin cape kita aja ya. Dan intinya kan hanya supaya tidak ada orang yang salah kejar kita. Bukan untuk kita mengejar orang. Semoga sukses ya Mom ...
--- On Tue, 14/4/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [parentsguide] oot : tolong.... prosedur debt collector To: [email protected] Date: Tuesday, 14 April, 2009, 10:34 PM Waduuuh.. Maaf ga bisa bantu.. Tp kl mba benar, ga perlu takut thdp apapun.. Jgn dibayar kl mmg bukan kewajiban mba.. Hubungi banknya, tulis di koran, tp bukan y sifatnya memojokkan tp lebih sbg bukti otentik mengenai posisi kita.. Lapor polisi mgkn? Ga tau jg yaaa.. Tp kl aku mgkn, takut ada oknum2 yg ga bertanggung jawab threatened our life.. Ya kan amit2 hanya krn 1-2jt, .. You know.. Doa kita sll, smg mslhnya cepat selesai n tdk menimpa kita2.. Cheers, Mommy Omera n Kanzara Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Nayla Riani Date: Mon, 13 Apr 2009 22:50:25 -0700 (PDT) To: <mumsandkidsclub@ yahoogroups. com>; parentsguide<parentsguide@ yahoogroups. com> Subject: [parentsguide] oot : tolong.... prosedur debt collector Dear Teman2 Mohon masukannya ya. Beberapa hari yang lalu rumah saya di datangi oleh debt collector dari ANZ. Dia menagih saya sejumlah sekitar 1.8 jt, untuk tagihan dari bulan November 2005. Ceritanya begini : sekitar bulan oktober 2005, ada kartu ANZ baru yang diantar kurir kekantor saya yang lama. saya sudah resign dari kantor tersebut sejak agustus 2005. karena saya sudah tidak bekerja lagi di kantor tersebut, maka teman saya menghubungi ANZ untuk mengambil kartu itu (jadi SAYA TIDAK PERNAH MENERIMA, APALAGI MENGGUNAKAN KARTU ITU). beberapa hari kemudian, datanglah seseorang yang mengambil kartu tersebut dan berkata bahwa tidak apa2 kalau kartu tersebut diambil oleh dia. ternyata beberapa minggu kemudian, saya dihubungi kembali oleh teman saya yang masih bekerja di kantor tersebut, dia bilang bahwa ada tagihan atas nama saya, dengan rincian pembelian 2 buah HP di hari yang sama pada saat si oknum tersebut mengambil kartu atas nama saya. karena merasa dirugikan, maka saya mendatangi kantor ANZ di wisma GKBI Sudirman dan menjelaskan duduk perkaranya, dengan membawa teman saya sebagai saksi. dan petugas yang menerima saya, sudah menyatakan bahwa masalah tersebut sudah selesai dan si oknumnya juga sudah tertangkap. pada saat itu saya minta untuk dibuatkan surat pernyataan bahwa masalah tersebut sudah selesai dan nama saya bersih tanpa tunggakan tagihan, tapi si petugas tidak bisa mengeluarkan surat tersebut, dengan alasan bahwa pernyataan lisan saja sudah cukup dan prosedurnya memang begitu. waktu itu saya bersikeras, tapi si petugas juga bersikeras tidak bisa mengeluarkan surat pernyataan tersebut. nah sekarang, setelah hampir 4 tahun, masalah ini keluar lagi dan saya mendapat tagihan yang tidak pernah saya lakukan. si debt collcetor memaksa saya untuk menbayar, dengan alasan bahwa KTP sayalah yang ada di tagihan atas nama kartu tersebut. perlu diketahui, bahwa selama hampir 4 tahun ini, saya tidak pernah mendapat telepon peringatan untuk membayar dan saya juga tidak pernah menerima billing tagihan tersebut. bagaimana sebaiknya sikap saya ? dan apa saja yang harus saya lakukan ? mohon sharingnya ya... Terimakasih Salam Riris New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

