Mba uda coba ke komisi perlindungan anak?
Mba, kita marah sm anak aja bisa membekas seumur hidup.. Dan sangat berdampak 
pada psikis si anak dmn saat dia dewasa nanti, bukan tidak mungkin ia akan 
bertindak seperti dan lebih dari si ibu td.. 

Ga bisa dibiarin mba.. Anak itu harus dipisahkan dari ibunya dan ibunya harus 
dievaluasi apakah ada gangguan jiwa atau tidak.. Krn dia sendiri aja bilang, 
"kalau tidak dipisahkan, anaknya sdh mati".. 

Mudahnya dari akar permasalahan saja.. Apa yg bikin si ibu marah? Gara2 
kenakalan biasa? Apa gara2 si anak berbuat kriminal? Tp even krn si anak 
berbuat kriminal, adalah bukan tndakan bijak si ibu memukuli spt itu.. Belum lg 
kt mengevaluasi kenapa sampai si anak begitu.. Bagi saya pribadi, semua 
kesalahan anak adalah salah ortu (n lingkungan tp ortu shrsnya bisa mlkk 
tindakan preventif).. Jadi kl smp ada yg salah dgn anak, yg ortu lah yg 
introspeksi.. Secara ortu lebih bisa mikir drpd si anak.. Dan pemukulan dgn 
benda adalah perbuatan pelampiasan.. Bukan perbuatan mendidik..

Nanti saya coba cari tau ya no telp komisi perlindungan anak.. Smg kt punya 
budged utk mengatasi masalah spt itu..

Cheers
Mommy Omera n Kanzara

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "waymegastore" <[email protected]>

Date: Mon, 27 Apr 2009 02:14:21 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] laporan penyiksaan anak


dear parent,

need help nih,tetangga baruku seorang ibu sering memukuli anak kandungnya (ada 
3 anak yang tertua cewe=89 th, adiknya 5 th & 2 th) dan itu hampir tiap hari 
terjadi,saya selaku tetangganya sering kerumahnya untuk menegur, puncaknya hari 
sabtu kemarin,terjadi pemukulan lagi dan ketika saya memaksa masuk rumahnya 
saya melihat anak perempuannya dipukuli pake selang air sampe lebam badannya, 
untungnya pas hari itu saya libur dan anak itu serta adik adiknya saya bawa ke 
rumah.Setelah ibu itu reda marahnya dia berterima kasih karena kalo tidak saya 
ke rumahnya anaknya pasti mati.Ngeri melihat hal itu berulang kali terjadi dan 
rt setempat juga kurang peduli,tetanggapun juga takut terhadap tu ibu. BIsa 
kasih saran kemana saya harus melapor karena lewat rt juga percuma mo ke polisi 
takutnya anak2 nya terlantar ga ada yg ngurusin anak2 nya. Suami ibu itu pegawe 
kecamatan Tanah Abang yang pulang ke rumah di hari minggu saja dan pernah suami 
saya memberi nasehat ek suaminya tentang istrinya dia cuma jawab 'ya sudah 
biasa'

regards
Dian 


Kirim email ke