ia nih, IRUD itu apa yah, aduhh blank banget nih baca email ini, maksudnya apa 
yah?? apa hubungannya dengan pemberian ASI? yang kita tau kan kalo anak sakit 
yah harus sering2 dikasih asi biar cepat sembuh? tapi ternyata ada juga yah 
penyakit yang justru ga boleh di kasih asi?? wah ini kyknya ilmu baru nih, tapi 
ada yg bisa kasih penjelasan biar lebih jelas kah???
 
thanks & regards,
sandra

--- On Wed, 7/1/09, MeITa WeRdIYanti <[email protected]> wrote:


From: MeITa WeRdIYanti <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] sharing IRUD yg mengancam nyawadari milis sebelah
To: "[email protected] " <[email protected]>, 
"[email protected] " <[email protected]>
Cc: "[email protected] " <[email protected]>
Date: Wednesday, July 1, 2009, 11:05 PM


IRUD apa ya?
Sent from my BlackBerry® XL 

-----Original Message-----
From: hoesana <[email protected]>

Date: Wed, 1 Jul 2009 07:51:31 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
Cc: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [parentsguide] sharing IRUD yg mengancam nyawadari milis sebelah


  

-----Original Message-----
From: dyah christanti
Sent: Wednesday, July 01, 2009 2:13 PM



Tepat setahun sudah,saya baru kembali memberanikan diri
untuk sharing di sini. 

Rasanya remuk redam,jika kami kembali mengingat
peristiwa setahun lalu. 

Sebuah tindakan IRUD yg mengancam nyawa anak kami. 

Saat
itu adalah masa kegelapan bagi kami,karena belum mengenal milis ini. 

Yang saya
tahu hanyalah "asi is the best", selebihnya NOL. 

Seorang sahabat di
kantor,memang sudah mengajak saya untuk join milis sehat 

(maaf ya ika,baru tahu
bahwa you're right girl!). 

Tapi karena kesombongan saya,selalu saya tolak &
saya tertawakan. 

Baru menyesal,ketika tahu betapa tercerahkannya kami akan ilmu
yg sudah kami dapat.

Saat itu,anak saya banyu usianya menjelang 9bulan. 

Sekitar
akhir juni tahun lalu, anak saya demam tinggi. Suhunya 39 derajat. Rewelnya
luar biasa. 

Saya sudah memberikan obat penurun demam,tapi demamnya tak kunjung
turun. 

Saya masih ingat, saat itu maghrib,demamnya pun bertambah tinggi. 

Saya
ukur 40,5 derajat. Saya gendong & susui banyu. Namun tiba-tiba, banyu
kejang-kejang.
Kami semua panik luar biasa. Saya pun menangis histeris
melihatnya. 

Meskipun hanya sebentar, kami tetap panik,ini kejadian kejang demam
pertama kalinya. 

Saya juga tidak tahu bahwa kejang demam tidak berbahaya. 

Saya
masih menunggu suami saya pulang kerja, untuk membawa banyu ke dokter. 
Setelah kejang demam,saya berikan obat penurun demam,dengan
harapan banyu tidak lagi demam.
Kembali saya susui banyu & memang banyu
menjadi tenang,tertidur lelap di gendongan. 

Menjelang pukul 9 malam,suami saya
baru tiba di rumah. 

Saat itu,demamnya banyu juga berangsur-angsur naik lagi. 

Demam kembali mencapai 40 derajat,panik kembali melanda kami. 

Takut terjadi
hal2 yg tidak diinginkan,kami membawa banyu ke sebuah UGD RS dekat rumah. 

Kami
menceritakan yg terjadi kepada dokter. 

Setelah dilakukan pemeriksaan,banyu
diberikan stesolid rectal. 

Bodohnya kami yg tidak tahu. Padahal kejang demam
sudah lewat 4jam yg lalu.
Dokter menyarankan agar banyu dirawat inap. 

Namun,karena kamar penuh,kami disarankan untuk mencari RS lain. 

Suami saya
menolaknya dengan alasan rumah kami sangat dekat dari RS,
sehingga jika terjadi
sesuatu hal,kami dapat segera membawa banyu ke RS tsb. 

Akhirnya dokter UGD tsb
memberikan resep yg isinya 

luminal+CTM+oradexan (puyer) & stesolid rectal,
serta amoxicillin syrup (puyer yg disirupkan)
dgn wejangan dokter bahwa obat
harus dihabiskan.
Pulanglah malam itu ke rumah. Hingga esok harinya,banyu
aktif ceria,tidak demam & muncul batpil.
Saya tetap meminumkan semua obat
(kecuali stesolid) termasuk AB.
Sore harinya,banyu kembali rewel luar biasa,padahal tidak
ada demam. 

Hingga malamnya,banyu sangat rewel. Saya lihat di lengan banyu ada
ruam merah yg tebal. 

Saya & ibu berpikir mungkin ini tampek & akhirnya
kami pakaikan diapers serta baju tangan panjang.
Entah naluri seorang
ibu,rasanya janggal melihat ruam tsb. 

Saya foto ruam tsb dgn mggunakan kamera
hp saya. Sepanjang malam,banyu sering tiba2 bangun & menjerit2. 

Kami panik,tapi
belum terpikirkan untuk ke RS. 

Sampai akhirnya esok paginya tepat 1 Juli 2008,saya
membuka baju & hendak mganti diapers banyu.
Saya kaget,shock & histeris
melihat tubuh banyu yg melepuh & banyak luka terbuka seperti sabetan golok. 

Larilah kami ke sebuah RS di Jakarta pusat, krn kami pikir RS dekat rumah pasti
msh penuh. 

Di RS tsb,banyu di diagnosa STEVEN JOHNSON SYNDROME & harus
dirawat.
Saya tidak tahu apa2 ttg penyakit tsb,sampai akhirnya penjelasan
dokter 

& hasil browsing seadanya lewat hp,membuat saya semakin tersayat2. 

Dari hasil browsing,banyak kasus SJS yg nyawanya tidak tertolong. 

Nyawa anak
saya sedang dipertaruhkan.. Ya Tuhan....

Dokter tdk memperbolehkan saya memberikan asi &
mengganti dgn sufor pilihan beliau. 

Saya mengiyakan,tapi selalu kucing2an untuk
memberikan asi. 

Ibu saya selalu bjaga2 mengintip di kaca pintu agar dpt segera
memberi tahu saya,
jika dokter/suster menuju ke kamar anak saya. 

Kondisi banyu
pun semakin memburuk & saya selalu tidak tahan setiap banyu menjerit2
kesakitan. 

Di depan banyu,saya tidak berani menangis. 

Tapi tanpa
sepengetahuannya,saya menangis tersayat2,hingga pada suatu titik pasrah
"Tuhan,jika memang Engkau berkehendak hanya sampai di titik ini kami menjaganya,
maka
kami ikhlas karena kami memang tidak dapat menjaga amanah-Mu dengan baik."
Saya tidak tahu,berapa banyak dukungan moriil dari
teman-teman & keluarga,
bahkan dari orang yg tdk kami kenal untuk menguatkan
kami. 

Tapi sejak kepasrahan itu,justru semangat kami makin tinggi. Kami terus
pompa semangat hidup untuk banyu.
Banyu mendapatkan kompres larutan burowi,infus,suntikan
immunoglobin,suntikan AB,lacto-b,ryzen drops,zinckid,steroid,dll.
Lagi2 saya tidak tahu apapun tentang treatmen tsb.

Seluruh badan banyu jika dipegang seperti lilin yg lumer
meleleh,matanya tidak bisa membuka,telinganya lengket. 

Tapi saya yakin,banyu
anak yg kuat & mampu btahan. 

Hingga akhirnya,lukanya pun semakin mengering
meski saat itu terlihat seperti tanah kering yg retak,
matanya juga perlahan2
bisa terbuka kembali. 

Dehidrasi bisa dilawan oleh banyu,minumnya luar biasa
banyak.
Semangat hidupnya jg luar biasa tinggi.
Hingga tgl 9 juli,banyu diperbolehkan pulang. 

Kami senang
& bahagia bukan main,meski sempat beberapa lama pasca dirawat,
anak kami
menjadi komoditas dokter yg mengatasnamakan alergi.
Hingga akhirnya sahabat saya,meminjamkan buku Q & A (yg
jd lecek gara2 saya baca. Maaf ya ka..). 

Rasanya saya mendapat tamparan yg luar
biasa keras. Bodohnya saya..
Akhirnya sejak saat itu,saya bkenalan dgn milis sehat &
bunda wati (I love you so much bunda). 

Ikut Pesat 9 Jakarta dgn suami (thanks
panitia),meski cuma 1 sesi.
Trimakasih bunda wati,doc's & sp's atas ilmu2nya 

yg
membuat saya & suami kini menjadi sadar & makin mantap utk terus
belajar,
memperbaiki kesalahan kami di masa lampau. Mudah2an bisa ikut full sesi
Pesat 10 (amien.).
Maaf ya menuh2in inbox,tapi saya bharap sharing IRUD saya 

bisa membuka mata batin kita semua seberapa bahayanya IRUD. 

Cukup kami yg
melakukan tindakan bodoh, jangan ada lagi orangtua yg bertindak sama.
Kami adalah
contoh orangtua yg buruk, 

tapi semoga kisah kami ini dapat menjadi "early warning"
agar kita bisa menerapkan pola pengobatan yg rasional.

Salam,
Dyah
*yg msh nangis jg saat ngetik email ini

  



------------------------------------

Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi JULI 2009.

MELAHIRKAN PARA BINTANG

Bintang-bintang cilik bermunculan di mana-mana. Mulai dari artis cilik, penulis 
cilik dan ilmuwan cilik. Bagaimana jalan untuk melahirkan para bintang? Baca 
pengalaman Mama Baim (Aktor Cilik), Mama Devina (ilmuwan cilik), Mama Aini 
(Penulis Cilik)yang telah melahirkan para bintang. Temukan selengkapnya di 
majalah Parents Guide edisi Juli 2009.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Liputan 5 Kursus Anak Paling Bergengsi, Plus daftar harganya. Kupas tuntas 
kursus Golf, Berkuda, Musik, Ballet dan Melukis 

- Darius Donna Agnesia: "Sekolah Sepak Bola untuk Lionel dan Diego" 

- Parents Story: Della Irfan Hakim: Sukses Hypnobirthing! 

Beli juga Majalah HIPOO untuk Balita kesayangan Anda. HIPOO edisi Juli 2009 ini 
mengangkat tema "BUAH DAN SAYUR".

Info berlangganan hubungi: Emma di (021) 70408785, 527 7302Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke