ADAKAH YANG MENGERTI APA MAKNA CERITA INI?

YANG JADI POKOK PIKIRAN DALAM SEBUAH CERITA ?

SELAMAT MEMBAHAS.....

RGRDS

----- Original Message -----
From: "Leni Marlina" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Batdoc <[EMAIL PROTECTED]>, "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>, "Holman P.Hasibuan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hotnida Panjaitan" <[EMAIL PROTECTED]>, "junico Marpaung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Herman Susilo Ady Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Herti Rumahorbo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Heswina Hartin" <[EMAIL PROTECTED]>, "Erwin Irvan Dian" <[EMAIL PROTECTED]>, "Moh Sodiq" <[EMAIL PROTECTED]>, Dinarso <[EMAIL PROTECTED]>, "Dian Alamandha" <[EMAIL PROTECTED]>, FDB_Spare <[EMAIL PROTECTED]>, Fdb_Vmi <[EMAIL PROTECTED]>, "Pahala MT. Sinaga" <[EMAIL PROTECTED]>, "Richard Michel Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ricky Mendoza" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rini Surani" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rita Haironi" <[EMAIL PROTECTED]>, Robiana <[EMAIL PROTECTED]>, "Revedy Manik" <[EMAIL PROTECTED]>, "Remon Simatupang" <[EMAIL PROTECTED]>, "Patar M Sianturi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Patar Hutabarat" <[EMAIL PROTECTED]>, "Otto Benjamin S" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ojak M.S" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [pelaut] FW: When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms
Date: Thu, 6 Jan 2005 19:04:15 +0700

When You Divorce Me, Carry Me Out in Your  Arms


Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku.  
Mobil pengantin berhenti didepan  flat kami yg cuma berkamar satu.  
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.
Jadi  kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan  malu2. Aku adalah  seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun  yg lalu.
Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air  bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha  untuk menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih  diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil.
setiap pagi  kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan.  
Anak kami sedang belajar di luar negeri.
Perkawinan kami kelihatan  bahagia.
Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak  kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg  cerah.
Aku berdiri di balkon.
dengan Dew yg sedang merangkulku.  
Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.
ini adalah   apartment  yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis  pria terbaik yg menarik para gadis. "
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada  istriku.
Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria  sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi par gadis.  "
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.
Aku tahu kalo aku telah  menghianati istriku.
Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku  melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot,  O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan ia jadi tidak senang karena  aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi  semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku  merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku.
Walau  bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya,ia adalah  seorang istri yg baik.
Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam.
Aku  duduk santai didepan  TV.
Makan malam segera tersedia.
Lalu kami  akan menonton  TV sama2.
Atau,Aku akan menghidupkan  komputer,membayangkan tubuh Dew.
Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu  hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau  lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.  
Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari  ia.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika  tahu bahwa aku serius.

ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru  saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata  penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara  dengan ia..
Ia kelihatan sedikit kecurigaan 
Ia berusaha tersenyum  pada bawahan2ku.
Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali  lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup  bersama."
Aku mengangguk.
Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.  
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada  sesuatu yg harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara.  
Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya.
Tiba2 aku tidak tahu harus  berkata apa.
Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.
"aku ingin bercerai",  ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak  terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"
"Aku  serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.  
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" .  

Pda malam itu, kami sekali saling membisu.
Ia sedang menangis..  
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami.  
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah  dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan  surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari  perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..  
Aku merasakan sakit dalam hati.
Wanita yg telah 10tahun  hidup  bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak  bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan  keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku,  tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah  menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang  sungguh2 telah terjadi  ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.  
Aku melihat ia sedang menulis sesuatu.
Karena capek aku segera ketiduran  .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku  tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak  menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum  menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti  biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan  pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami  melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut  dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah  kita ketika pada hari pernikahan kita?
Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan  beberapa kenangan indah kepadaku .
Aku mengangguk dan mengiyakan.
"Kamu  membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu   kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.
Dari sekarang  sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar  tidur ke pintu ."
Aku menerima dengan senyum.
Aku tahu ia merindukan  beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri  dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan  Dew soal syarat2  perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada  gunanya.
"Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari  perceraian ini," ia mencemooh.
Kata2nya membuatku merasa tidak enak.  

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan  perceraian itu.
kami saling menganggap orang asing.
Jadi ketika aku  membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.
Anak kami menepuk  punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"
Kata2nya membuatku  merasa sakit..
Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan  10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan  lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku  mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi  menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa  lebih mudah.
Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium  wangi di bajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat  dengan mesra wanita ini.
Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut  tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar  sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku  membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri  dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.  
Bayangan  Dew  menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku  beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku  harus hati2 saat memasak, dll.
Aku mengangguk.
Perasaan kedekatan terasa  semakin erat.
Aku tidak memberitahu  Dew tentang ini.

Aku  merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa  membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit  membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu  untuk membopongnya keluar.
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa  menemukan yg cocok.
Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran".
Aku  tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya  aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.
Aku  tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.
Sekali lagi , aku merasakan  perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada  saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat  papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting .
Ia  memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat.  
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik  terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati  ruang duduk ke teras
Tangannya memegangku secara lembut dan alami.
aku  menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami.  
Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari  terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat.  
Anak kami telah kembali ke sekolah.
ia berkata,"sesungguhnya aku  berharap kamu akan membopongku sampai kita tua"
Aku memeluknya dengan kuat  dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu  mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.
Aku  takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.
Aku menaiki tangga.  
Dew membuka pintu.
Aku berkata padanya," Maaf  Dew, Aku tidak ingin  bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu  tidak demam".
Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang  maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan  disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan  disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku  membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya  sampai  tua. Jadi aku minta maaf padamu"
Dew tiba2 seperti tersadar.  
Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan  tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor
Dalam  perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga  kesayangan istriku
Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu  ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai  kita tua.."



JALESVEVA YAYAMAHE


--

___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://www.mail.com/?sr=signup



JALESVEVA YAYAMAHE



Yahoo! Groups Links

Kirim email ke