Maknanya yg bisa ane tangkep, bahwa ini cerita mengajarkan buat istri2 utk bijaksana dan cerdik. So wifes, be wise!
ZIR On Fri, 07 Jan 2005 20:58:56 -0500 "Oky Harpriyanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ADAKAH YANG MENGERTI APA MAKNA CERITA INI? YANG >JADI POKOK PIKIRAN DALAM SEBUAH CERITA ? SELAMAT >MEMBAHAS..... RGRDS > > ----- Original Message ----- >From: "Leni Marlina" > Subject: [pelaut] FW: When You Divorce Me, Carry Me Out >in Your Arms > Date: Thu, 6 Jan 2005 19:04:15 +0700 > When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms > > > Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. > Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma >berkamar satu. > Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar >dari mobil. > Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. > Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria >yg sangat bahagia. > > Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. > Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti >secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya >terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan >banyak uang. > Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara >kami pun semakin surut. > Ia adalah pegawai sipil. > setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai >dirumah juga pada waktu yg bersamaan. > Anak kami sedang belajar di luar negeri. > Perkawinan kami kelihatan bahagia. > Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan >yg tidak kusangka2. > > Dew hadir dalam kehidupanku. > > Waktu itu adalah hari yg cerah. > Aku berdiri di balkon. > dengan Dew yg sedang merangkulku. > Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. > ini adalah apartment yg kubelikan untuknya. > > Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg >menarik para gadis. " > Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. > Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria > sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik >bagi par gadis. " > Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. > Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. > Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. > Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus >pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit >urusan dikantor" > Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah >berjanji menemaninya. > Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas >dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. > Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan >hal ini pada istriku. > Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat >terluka. > Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. > Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. > Aku duduk santai didepan TV. > Makan malam segera tersedia. > Lalu kami akan menonton TV sama2. > Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh >Dew. > Ini adalah hiburan bagiku. > > Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita >bercerai, apa yg akan kau lakukan? " > Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. > > Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu >yg sangat jauh dari ia. > Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi >kenyataan jika tahu bahwa aku serius. > > ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja >keluar dari ruanganku. > Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh >simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu >selama berbicara dengan ia.. > Ia kelihatan sedikit kecurigaan > Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. > Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. > > Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, >O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." > Aku mengangguk. > Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi. > Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku >pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan" > Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. > Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. > Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. > Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. > "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan >serius tapi tenang. > Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia >bertanya secara lembut,"kenapa?" > "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban >ini membuat ia sangat marah. > Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan >laki2!" . > > Pda malam itu, kami sekali saling membisu. > Ia sedang menangis.. > Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan >perkawinan kami. > Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan >sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. > > Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai >perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% >saham dari perusahaanku. > Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa >bagian.. > Aku merasakan sakit dalam hati. > Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang >menjadi seorang yg asing dalam hidupku. > Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah >kuucapkan. > > Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal >tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. > Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. > Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu >ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi .. > > Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui >klienku. > Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. > Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun >tengah malam, aku melihat ia masih menulis. > Aku tertidur kembali. > Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak > menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan >waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu >sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. > Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera >menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah >sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat >kehancuran rumah tangga kami. > Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He >Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki >rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? > Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan >indah kepadaku . > Aku mengangguk dan mengiyakan. > "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya >sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku >pada waktu perceraian kita. > Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu >harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu ." > Aku menerima dengan senyum. > Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah >berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan >suasana romantis. > > Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari >istriku. > Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. > "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi >hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. > Kata2nya membuatku merasa tidak enak. > > Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak >kukatakan perceraian itu. > kami saling menganggap orang asing. > Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami >kelihatan salah tingkah. > Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong >mama,mesra sekali" > Kata2nya membuatku merasa sakit.. > Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku >berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. > Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari >kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak >kita." > Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan >ia di pintu. > Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. > > Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. > Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa >mencium wangi di bajunya. > Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat > dengan mesra wanita ini. > Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut > tampak di wajahnya. > > Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar > sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana." > > Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa >kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan >aku masih membopong kekasihku dilenganku. > Bayangan Dew menjadi samar. > > Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku > beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku >yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. > Aku mengangguk. > Perasaan kedekatan terasa semakin erat. > Aku tidak memberitahu Dew tentang ini. > > Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap >hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. > Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit > membopongmu sekarang" > > Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk >membopongnya keluar. > Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan >yg cocok. > Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". > Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia >semakin kurus > itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan >disebabkan aku semakin kuat. > Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. > Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit > > Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. > Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya >membopong mama keluar" > Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar >menjadi bagian yg penting . > Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan >merangkulnya dengan erat. > Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah >pikiran pada detik terakhir. > Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar >tidur,melewati ruang duduk ke teras > Tangannya memegangku secara lembut dan alami. > aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami >kembali ke hari pernikahan kami. > Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih. > > Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, >aku melangkah dengan berat. > Anak kami telah kembali ke sekolah. > ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan >membopongku sampai kita tua" > Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita >saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu > mesra". > > Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. > Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. > Aku menaiki tangga. > Dew membuka pintu. > Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin > bercerai. Aku serius". > Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu > tidak demam". > Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa >bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan >rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak >bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan >kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti >sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah >melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi >aku minta maaf padamu" > Dew tiba2 seperti tersadar. > Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu >dgn kencang dan tangisannya meledak. > Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor > Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku >pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku > Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu > ucapan? > Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap >pagi sampai kita tua.." > > JALESVEVA YAYAMAHE > > > -- > ___________________________________________________________ > Sign-up for Ads Free at Mail.com > http://www.mail.com/?sr=signup > > JALESVEVA YAYAMAHE > > > Yahoo! Groups Links > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! >Terms of Service. ======================================================================================== Diskon s.d. 50 % Akses Internet TELKOMNet-Instan untuk wilayah Jawa Timur. Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com ======================================================================================== JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
