Mas Hadi yth : Mas.Hadi S. jangan salah tanggap kami disini tdk menanyakan gaji yang diterima pelaut thd pengajar, tetapi kami ingin membandingkan gaji sebagian pelaut kita yg hanya cukup untuk mendapatkan certificate STCW, dimana setiap tahunya makin bertambah terus, dan kenyataanya,pengetahuan Si Pelaut sebelum kursus dan sesudah kursus, masih sama saja dan hanya bertambah Certificatenya saja. Maaf Mas Hadi, ini hanya menyambung obrolan Mas kokok dg mas Hadi dimana, Mas Kokok mengutarakan bhw kursus STCW pada dasarnya hanya Curhatnya si pengajar.
Matursuwun. Darko. --- Hadi Supriyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > YANG MAS TANYAKAN ITU BUKAN WEWENANG PENGAJAR, TAPI > HARUSNYA ADA UPAYA DARI KPI UNTUK LEBIH > MEMPERHATIKAN ANGGOTANYA ATAU PELAUT SECARA > KESELURUHAN WALAUPUN ITU BUKAN ANGGOTA. DULU ADA > KEPUTUSAN HASIL PERTEMUAN ANTARA INSA-KPI. PENGAJAR > SENDIRI KEBANYAKAN JUGA MENGELUH DENGAN HONOR YANG > MINIM (DISAMAKAN PEGAWAI NEGERI YANG LAIN YANG BUKAN > PELAUT), YANG SETIAP BULANNYA BANYAK YANG HARUS > NGUTANG KE KOPERASI. PADAHAL MURIDNYA NANTI KALAU > SUDAH LULUS GAJINYA DOLAR 10 KALI LIPAT. PEMBUAT > KEBIJAKAN (KALAU ITU PELAUT) BIASANYA HANYA BISA > MENURUNKAN ATAU MEMINIMALKAN BEAYA DIKLAT BAGI > PELAUT > > > > Dwi Sudarko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > SATU INI PERLU DI-INGAT ? > > SUDAH BANYAK PELAUT NGANGGUR, DAN JIKA MENDAPAT > PEKERJAAN, GAJI YANG DITERIMA HANYA CUKUP UNTUK > KURSUS > MENDAPATKAN CERTIFICATE SAJA, YANG SETIAP TAHUN > TERUS > BERTAMBAH ? BAGAIMANA INI BAPAK-BAPAK CAPT.PENGAJAR. > > TERIMAKASIH. > DARKO. > > --- kokok ip <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Numpang lewat, > > > > Kalau boleh saya memberi saran, sekolah / kursus > > untuk pelaut sudah cukup banyak belum lagi > ditambah > > yang di daerah seperti Jogja, Bitung, Medan dll. > > Namun yang perlu dipertanyakan apakah kualitasnya > > bagus & dapat diandalkan? > > Saya sangat ragu untuk mengatakan kualitas sekolah > / > > kursus pelaut saat ini yang ada kualitasnya bagus, > > sekalipun sekolah negeri seperti BPLP/STIP/BP3IP. > > > > Beberapa tempat kursus yang pernah saya ikuti, > belum > > ada satupun yang bisa memberikan hasil maksimal > > sesuai dengan tujuan kursus maupun penilaian > pribadi > > saya ( maaf ini bukan mencela / menjelekkan ), > > beberapa contoh yang mungkin bisa jadi masukan : > > 1. Hampir semua kursus yang pernah saya ikuti > > KORUPSI WAKTU, jadwal kursus yang misalnya 4 hari > > disunat jadi 2 hari dg alasan dipadatkan. Padahal > > kenyataanya materi yang diberikan juga tidak > > lengkap. > > 2. KWALITAS PENGAJAR yang tidak mencukupi, contoh > : > > untuk kursus advance tanker, tenaga pengajar ada > > yang hanya berpengalaman sbg mualim 3 dan dikapal > > kecil / DWT di bwh 10.000 t. Saya tidak mengatakan > > kalau mualim 3 di kapal kecil tidak layak untuk > jadi > > pengajar tapi apakah tidak bisa dicarikan tenaga > > pengajar yang ex master VLCC yang sudah > > berpengalaman 10 th lebih dan pelayaran > > internasional?. Kalau di Indonesia belum ada > mungkin > > bisa undang dosen tamu dari India / Singapore dll, > > sehingga siswa memperoleh masukan yang maksimal. > > 3. Sebagian waktu kursus yang pernah saya ikuti > > hanya MENGHABISKAN WAKTU UNTUK BERCERITA, pengajar > > banyak menceritakan nostalgia waktu masih kerja > > dikapal, sering terucap kalau siswa sudah lebih > > pengalaman & lebih senior jadi pengajar malah > kurang > > menyampaikan materi kursus tapi lebih didominasi > > ngobrol2 yang kurang perlu > > 4. Dengan banyaknya kursus, siswa calon pelaut > malah > > jadi KORBAN. Sering sekali terlihat kelas calon > > pelaut kosong karena dosen lebih senang mengajar > di > > kelas ketrampilan. Sedikit banyak hal ini tentu > > berpengaruh thd kualitas calon pelaut Indonesia. > > 5. Sudah jadi rahasia umum kalau mau lulus ujian / > > tingkatan tertentu harus ada DANA EKSTRA, > > [EMAIL PROTECTED]&*()_+...????????? > > > > Saran saya lebih baik sistim pengajaran dibenahi / > > diaudit secara fair demi kemajuan pelaut khususnya > & > > dunia pendidikan Indonesia umumnya. Bukan sarana > > sekolah / penambahan sekolah yang diutamakan, 100 > > kapal latih diberikan / 100 sekolah didirikan tapi > > kalau man power yang ada didalamnya gak baik hanya > > akan menghabiskan uang negara & rakyat yang sudah > > menderita. > > > > Kalupun akan ada penambahan sekolah lebih baik > > dialokasikan diluar jawa & dialihkan ke Indonesia > > Timur, itupun sekolah yang ada sekarang ini > diaudit > > secara ketat, yang tidak standart segera ditutup > > sehingga tidak mengorbankan siswanya. > > > > Sekali lagi mohon maaf, bukan saya bermaksud > menuduh > > pihak tertentu, kalau tulisan yang saya sampaikan > > tidak sesuai / bertentangan dg kenyataan, anggap > > saja tulisan diatas tidak pernah ada. > > > > hormat saya, > > kokok ip > > ----- Original Message ----- > > From: Hadi Supriyono > > To: [email protected] > > Sent: Friday, November 11, 2005 9:38 AM > > Subject: Re: [pelaut] New poll for pelaut > > > > > > To whom it may concern (yth pak Budiman ?) > > > > At the moment, maritime education and training > in > > Indonesia for various levels are sufficient in > > amount. It means, it is no reason for us to > discuss > > about establishing a new school. Not this time. > > > > > > > > The most crucial matter and big problem for us > now > > is, how to ensure that STCW 95 is well > implemented, > > so, every country have no doubt on employing > > Indonesian seafarers as they satisfy with > Indonesian > > seafarer's competencies. > > > > > > > > Existing Education and Training for seafarers in > > Indonesia both government and non-government are > too > > many, and their quality are mostly doubted. They > > need to be improved in quality instead of > quantity. > > Like BP2IP Barombong, originally it was > established > > to perform as "Rating school". Nowadays BP2IP > > Barombong is not focusing in competencies of > > "Supporting Level" seafarers as they now more > > concern in ANT-ATT-IV and V (Operational Level). > > > > Frankly speaking, most of private schools in > > Indonesia are only want to collect money from > > participant for they own interest instead of > > orientation nationally. > > > > > > > > The most important thing now for us (we, who are > > thinking intensively for better Indonesian > Seafarers > > in future) is try to fight for getting TRAINING > > SHIPS. > > > > Ask to Mr. Isogai, how many students for all > > maritime E/T institutions in Japan? They have 5 > > training ships. We have roughly more than 5 times > in > > amount of students compares to Japanese. We do not > > have even a single training ship...????????????? > > > > > > > > Intinya pak, kita sekarang ini tidak butuh > > tambahan sekolah, tetapi perlu membenahi mutu > > pendidikan dari setiap sekolahan yang sudah ada. > > Yang sangat kita butuhkan adalah KAPAL LATIH > > setidaknya seperti TS SEIUN MARU. > > > > Maaf saya bicara idealnya. Kalau tujuannya lain > > saya nggak tahu... > > > > Wassalam > > > > > > > > Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM. M.Mar > > > > HP.08155086152 > > > > > > > > > > > > > === message truncated === __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
