Dear Seafarers,
   
  Rasanya senang mendengar ada undangan dari DEPLU, dan kebetulan Pak Budiman 
yang diundang kesana untuk ikut rapat. Apalagi kita sesama anggota milis pelaut 
juga ikut diundang meskipun lewat saran dan masukan. Dimana dari semua masukan 
yang masuk, saya bisa merasakan adanya kerinduan dari para pelaut akan adanya 
atmosfir yang lebih baik kedepannya.
  Saya yakin, Deplu akan menanggapi usulan dan semua masukan yang saudara2 
sudah sampaikan yang tentunya sudah dipilah pilah oleh Pak Moderator untuk 
dibawa, dan pastinya semua uneg2 yang ada juga bakal disampaikan ke bapak2 di 
DEPLU.
   
  Namun ada yang mengganjal di hati saya, dan tentu pasti ada sebagian rekan2 
juga merasa demikian. Yaitu, inti dan kelanjutan dari pertemuan hari selasa 
nanti. Apa semua masukan dicatat, dijanjiin akan ditindak lanjuti, trus makan 
siang n ramah tamah trus pulang? Atau ada langkah2 konkrit yang akan diambil?
   
  Salah satu contoh, kasus TKI. Ini bukan hanya masalah tenaga kerja saja, tapi 
sudah menyangkut masalah politik. Bahkan Presiden pun sering menyinggung 
masalah ini. Sampai2 ada TV swasta yang mengfasilitasi pertemuan dengan unsur2 
terkait untuk membahas masalah TKI. Tapi dari sekian banyak pertemuan, 
pembahasan dan solusi yang ada, tetap saja nasib TKI kelabu. Dibilang pahlawan 
devisa, tapi kok diperlakukan ngga benar di luar negeri, pas balik ke 
indonesia, masih juga diperas.
   
  Nah, berangkat dari kasus yang diatas, saya cuma agak ragu..... kita sudah 
bersemangat ngasih masukan, Pak Budiman pun sudah memberikan input dan 
pembahasan dari semua masalah.... tapi yang perlu kita tahu.... seriuskah DEPLU 
menanggapinya?
   
  Kalau hanya sekedar meeting, terima saran.... n janji tinggal janji.... 
rasanya percuma kita mengusulkan apa yang menjadi keresahan kita selama ini. 
Karena sudah berkali kali, bahkan sering dibahas.... tetap saja perubahan yang 
kita inginkan tidak terlaksana.
   
  Usulan Bapak-bapak sekalian, emang positif sekali. Nasib pelaut... ijazah... 
sistem penggajian.... sampe mengkritisi kemampuan dan profesionalitas pelaut. 
Itu sangat bagus..... Tapi kita tidak perlu jauh2 dulu..... kita tanyakan ke 
negeri kita... sudahkah kita menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri?
   
  Perusahaan lokal kita saja, jarang ada yang mau menggaji kita sama dengan 
mereka menggaji pelaut asing. Demikian juga ada usulan untuk Offshore Company 
di Indonesia agar mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja kita. Rasanya kita 
perlu lihat Undang2 Tenaga Kerja. Kalo tidak salah (moga2 saya salah) 
pemerintah membolehkan 50% tenaga kerja asing bekerja untuk kapal milik 
perusahaan asing yang beroperasi di perairan indonesia. Dari undang2 saja 
tercermin bagaimana nasionalisme kita. Apalagi perusahaan2 pelayaran 
kita....... begitu banyak kisah sedih di kalangan pelaut yang bekerja di 
perusahaan lokal. Rasanya hal2 seperti ini dululah yang harus kita benahi.
   
  Nah, untuk pertemuan di DEPLU nanti.... saya yakin Pak Budiman sudah memiliki 
garis besar yang akan disampaikan. Saya juga tidak pesimis, tapi tidak juga mau 
banyak berharap. Tanya kenapa?
   
  Yang pasti, buat rekan2 pelaut..... jalan untuk bisa seperti kehidupan pelaut 
dari negara tetangga kita seperti Philipina, masih sangat jauh. Sepanjang tidak 
ada keinginan dan gebrakan dari pihak pemerintah, nasib kita akan tetap sama 
seperti saat ini.
   
  Yah...yang berkualitas tetap bisa dapat kerja yang bagus.... yang doyan lewat 
broker juga akan tetap demikian.... n terus.... itu sudah menjadi mata rantai 
yang sulit untuk diputus. Karena kuatnya demand dari pihak pelaut yang ingin 
bekerja dibanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.
   
  Tapi apapun itu.. saya berharap, lewat pertemuan hari selasa nanti, akan ada 
positif poin buat kita pelaut2. Artinya akan ada sedikit angin segar dari 3 
poin yang akan dibahas nanti.
   
   
  Thanx...
   
   
  Cheers to all seafarers
   
   
   
  Victor
   
  

 

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke