Makasih Rekan2 Milist,

Terus terang dengan banyaknya tanggapan, saya tambah semangat. Hanya
saja ternyata undangannya diundur lagi jadi hari Senin tgl 19 Feb
2007. Tanya kenapa.

Yang paling penting adalah POLITICAL WILL dari mereka yg berwenang.
Sudah terlalu banyak aturan tetapi tidak ada KON.....TROOOOL.

Ngurusin  hal dalam satu departemen saja puayah apalagi sudah inter
dep wah guawat.

Tapi marilah kita jangan berburuk sangka.
Dan yang paling penting untuk Pelaut...... HANYA KITA YANG BISA
MERUBAH. DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI. SIKAP PERILAKU PROFESIONAL.
DLL DLL DEH

Mari kita jadikan forum ini untuk menjadikan PELAUT INDONESIA yang
lebih..........apa deh maunya.

Saya secara pribadi siap membantu. Secara organisasi mungkin YBBN dan
CIMA.

Maaf kalau terlalu bersemangat. Maunya sih panjang lebar tapi nggak
lagi mood soalnya banyak kerjaan dan tengah bulan biasa ada penyakit
tengah bulanan.

Kepada rekan rekan yg sdh menyampaikan uneg unegnya saya ucapkan
terima kasih. Akan saya bawa ke forum. Mudah2an yg berwenang masih
mempunyai "RASA CINTA" dihatinya.

Salam dan Happy Valentine
Budiman

 



--- In [email protected], Victh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Seafarers,
>    
>   Rasanya senang mendengar ada undangan dari DEPLU, dan kebetulan
Pak Budiman yang diundang kesana untuk ikut rapat. Apalagi kita sesama
anggota milis pelaut juga ikut diundang meskipun lewat saran dan
masukan. Dimana dari semua masukan yang masuk, saya bisa merasakan
adanya kerinduan dari para pelaut akan adanya atmosfir yang lebih baik
kedepannya.
>   Saya yakin, Deplu akan menanggapi usulan dan semua masukan yang
saudara2 sudah sampaikan yang tentunya sudah dipilah pilah oleh Pak
Moderator untuk dibawa, dan pastinya semua uneg2 yang ada juga bakal
disampaikan ke bapak2 di DEPLU.
>    
>   Namun ada yang mengganjal di hati saya, dan tentu pasti ada
sebagian rekan2 juga merasa demikian. Yaitu, inti dan kelanjutan dari
pertemuan hari selasa nanti. Apa semua masukan dicatat, dijanjiin akan
ditindak lanjuti, trus makan siang n ramah tamah trus pulang? Atau ada
langkah2 konkrit yang akan diambil?
>    
>   Salah satu contoh, kasus TKI. Ini bukan hanya masalah tenaga kerja
saja, tapi sudah menyangkut masalah politik. Bahkan Presiden pun
sering menyinggung masalah ini. Sampai2 ada TV swasta yang
mengfasilitasi pertemuan dengan unsur2 terkait untuk membahas masalah
TKI. Tapi dari sekian banyak pertemuan, pembahasan dan solusi yang
ada, tetap saja nasib TKI kelabu. Dibilang pahlawan devisa, tapi kok
diperlakukan ngga benar di luar negeri, pas balik ke indonesia, masih
juga diperas.
>    
>   Nah, berangkat dari kasus yang diatas, saya cuma agak ragu.....
kita sudah bersemangat ngasih masukan, Pak Budiman pun sudah
memberikan input dan pembahasan dari semua masalah.... tapi yang perlu
kita tahu.... seriuskah DEPLU menanggapinya?
>    
>   Kalau hanya sekedar meeting, terima saran.... n janji tinggal
janji.... rasanya percuma kita mengusulkan apa yang menjadi keresahan
kita selama ini. Karena sudah berkali kali, bahkan sering dibahas....
tetap saja perubahan yang kita inginkan tidak terlaksana.
>    
>   Usulan Bapak-bapak sekalian, emang positif sekali. Nasib pelaut...
ijazah... sistem penggajian.... sampe mengkritisi kemampuan dan
profesionalitas pelaut. Itu sangat bagus..... Tapi kita tidak perlu
jauh2 dulu..... kita tanyakan ke negeri kita... sudahkah kita menjadi
tuan rumah di negeri kita sendiri?
>    
>   Perusahaan lokal kita saja, jarang ada yang mau menggaji kita sama
dengan mereka menggaji pelaut asing. Demikian juga ada usulan untuk
Offshore Company di Indonesia agar mempekerjakan lebih banyak tenaga
kerja kita. Rasanya kita perlu lihat Undang2 Tenaga Kerja. Kalo tidak
salah (moga2 saya salah) pemerintah membolehkan 50% tenaga kerja asing
bekerja untuk kapal milik perusahaan asing yang beroperasi di perairan
indonesia. Dari undang2 saja tercermin bagaimana nasionalisme kita.
Apalagi perusahaan2 pelayaran kita....... begitu banyak kisah sedih di
kalangan pelaut yang bekerja di perusahaan lokal. Rasanya hal2 seperti
ini dululah yang harus kita benahi.
>    
>   Nah, untuk pertemuan di DEPLU nanti.... saya yakin Pak Budiman
sudah memiliki garis besar yang akan disampaikan. Saya juga tidak
pesimis, tapi tidak juga mau banyak berharap. Tanya kenapa?
>    
>   Yang pasti, buat rekan2 pelaut..... jalan untuk bisa seperti
kehidupan pelaut dari negara tetangga kita seperti Philipina, masih
sangat jauh. Sepanjang tidak ada keinginan dan gebrakan dari pihak
pemerintah, nasib kita akan tetap sama seperti saat ini.
>    
>   Yah...yang berkualitas tetap bisa dapat kerja yang bagus.... yang
doyan lewat broker juga akan tetap demikian.... n terus.... itu sudah
menjadi mata rantai yang sulit untuk diputus. Karena kuatnya demand
dari pihak pelaut yang ingin bekerja dibanding dengan lapangan
pekerjaan yang tersedia.
>    
>   Tapi apapun itu.. saya berharap, lewat pertemuan hari selasa
nanti, akan ada positif poin buat kita pelaut2. Artinya akan ada
sedikit angin segar dari 3 poin yang akan dibahas nanti.
>    
>    
>   Thanx...
>    
>    
>   Cheers to all seafarers
>    
>    
>    
>   Victor
>    
>   
> 
>  
> 
>               
> ---------------------------------
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam. 
>  http://id.mail.yahoo.com/
>




JALESVEVA YAYAMAHE 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke