Salam Pelaut,
Mas ponti ini cukup aktif kalau saya lihat di milis, dan banyak memberikan
pendapat yang cukup masuk akal bila di pikir lebih jauh.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya, sesungguhnya reformasi masyarakat maritim
Indonesia memang perlu segera di lakukan, lebih baik dari sekedar saling tunjuk
siapa yang salah;
Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel panjang di milis
ini, dan mungkin rekans miliser malas membacanya, karena panjangnya.
Rangkuman saya;
1.Regulator, dalam hal ini pemerintah beserta jajaran administrator, diklat,
sertifikasi, ujian dll. Harus berani mereformasi system yang selama ini
berjalan untuk kebaikan bersama, tegakkan 'law enforcement' tanpa pandang bulu.
2.Operator, yaitu para pengusaha pelayaran, mulai berpikir dalam kerangka
manajemen modern dimana keselamatan jiwa harta dan lingkungan harus menjadi
prioritas dengan mematuhi peraturan yang ada , jangan mencari celah yang bisa
di pakai untuk cincai2..
3.Pelanggan, yaitu masyarakat, harus mulai mematok pelayanan untuk
keselamatan dan pelayanan untuk mereka sendiri. Jangan tutup mata bila ada
penyelewengan dari regulator maupun pengusaha. Yang saya tangkap masyarakat
kadang acuh saja, mau dapat ijasah malah nyogok, mau standar keselamatan tinggi
namun tidak mau bayar tiket, menjadi penumpang gelap dsb.
4.NGO dan kontrol dari media, harus secara kontinyu dan jujur memberikan
penilaian dan melaporkan temuannya secara obyektif ke masyarakat.
Sekali lagi, tidak ada gunanya saling tuding siapa yang lebih bertanggung
jawab, mulai sekarang mulailah dari diri sendiri, kita pelaut yang menjadi
bagian masyarakat maritim Indonesia sudah selayaknya berbuat sesuatu, jangan
hanya komplain tanpa solusi.
Jayalah Maritim Indonesia!!!
Kuncung
Ponti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nah terjadi lagi, kecelakaan yang seharusnya bisa dicegah kalo, aparat
instansi yang terkait tahu dan mengerti prosedure safety. Masak menaiki bangkai
kapal tidak memakai alat2 safety .
Maka perlu digalakan DIKLAT buat para instansi yg terkait. dan dirombak habis
tata cara berpikir dan management. dan perlunya pendidikan moral untuk
bersaing dalam bidang pelayaran. dan harus seimbang dengan para pelaut yang
sudah di jejel dengan STCW 95 and menuruti standart IMO, Tapi borok dan
kurangnya pendidikan di dalam instansi yg terkait bagaimana bisa
berjalan...???? COBA RENUNGKAN. yang meng audit kok malah kurang
pelatihan...Lucu ya nama bangsa kok buat dolanan. SEKALI LAGI COBA Renungkan
salam
Tian
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.