ada apa dengan masa depan KPI?? Bukannya KPI banyak terobosan2 yang bahkan hampir berlaku nasional?? Salah satu program KPI yang terbaik, tersukses, terbrilian dan hampir semua crewing agent menuruti adalah : "PALAKAN 300RB-600RB BUAT PELAUT YANG MAU NEKEN KONTRAK MELAUT"
hahahahhahahaha BUBARKAN KPI, mari bersama membentuk organisasi yang benar-benar memikirkan nasib pelaut dan bukannya menjadi lintah darat pelaut... --- In [email protected], "almajusi999" <almajusi...@...> wrote: > > What is an officer means ? > Mari kita buka "The Concise Oxford Dictionary". > Officer,.... 4. Person holding authority in navy, army, air force, or > mercantile marine. > Ini asalnya dari kata Latin officiarus ("yang memegang jabatan"). > Jadi sejatinya orang memimpin suatu organisasi seperti Kesatuan Pelaut > Indonesia adalah seorang officer, seorang perwira (sebagai mantan pelaut > Koninklijke Paketvaart Matschapij, saya masih mengalami istilah "opsir laut". > Dalam bahasa Indonesia sekarang kata opsir yang berasal dari kata Belanda > "officier" sudah tinggal dalam kamus saja yang artinya ya "perwira" tapi kini > jadi istilah obsolete). > Nah kalau sesorang sudah bertahun2 menduduki jabatan pimpinan KPI tapi watak > dan karakternya tetap saja tidak ubahnya sebagai seorang specialist oiler, > apakah pantas beliau tetap duduk di situ ?.Seharusnya dengan duduk sebagai > pimpinan, wawasannya sudah harus sebagai seorang officer, malah sebagai > captain. > Kalau tidak, maka beliau harus tahu diri, lengser keprabhon, karena jelas dia > sudah heer berulang kali dan tidak lulus ujian calon perwira. > Saya di tahun 1980an pernah ditarik jadi instruktur deck shiphandling > khususnya tali temali di sebuah sekolah pelayaran swasta. Di sekolah ini ada > 3 jurusan, Dek, Mesin, dan Boomzaken (Tata Laksana Pelabuhan / Pelayaran > Niaga). Kepala sekolahnya seorang Drs.Ekonomi yang juga pegawai negeri > Perhubungan Laut, kami semua para guru, instruktur, staf, sampai siswa > seringkali menyapa beliau dengan "Kep" ("Captain"), padahal beliau tidak > pernah jadi nakhoda di kapal, why ? ini karena beliau sudah menunjukkan > kecakapan untuk menjadi leader, an officer, memimpin sekolah dengan berhasil. > He was really a captain. > Penggantinya kemudian, seorang pelaut dengan ijazah AMK-IS, pernah jadi KKM > di coaster, ternyata not worth an officer, kami semua sampai bergosip-ria > "jangan2 ijazahnya aspal nih!". Seorang officer yang tidak mampu menunjukkan > qualitynya sebagai seorang officer, is no officer at all. Dia cuma bertahan 9 > bulan sebagai kepala sekolah, fired out oleh yayasan. Ini persis seperti > seorang captain MPI di Guan Guan Shipping Singapore yang pernah saya kenal di > seputaran awal 1970an, untuk etika saya tidak akan menyebut namanya tetapi > kawan2 yang pernah malang melintang di Dermaga Anthing Singapore sekitar > tahun2 itu pasti mengenalnya, ditendang dari sana ditendang dari sini entah > akhirnya mungkin turun lagi jadi ordinary seaman atau A.B.. Kalau saya yang > jadi boss personalia di Guan Guan Shipping, sudah saya turunkan pangkatnya > jadi junior apprentice seaman di bawah O.S. > > Masalah pimpinan Kesatuan Pelaut Indonesia sudah jelas, beliau sudah diberi > kesempatan oleh situasi dan kondisi untuk "duduk kuliah di sekolah calon > perwira" selama bertahun2 tapinya nyatanya tidak pernah lulus, lha terus mau > diapain ?. > ------------------------------------ 1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli pengirim berita. 2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
