Dear Seafarer's

Sepertinya pembahasan masalah KPI tidak pernah ada habis-habisnya,
beragam komentar dilontarkan dari yang bertaraf biasa2, sedang dan adakalanya 
keras dan pedas tanpa mengindahkan etika diskusi.

Saya rasa, dari tahun ke tahun yang dibahas hanya sampai kepada sebuah WACANA,
Dua tahun yang lalu, kalau tidak salah telah diresmikan sebuah Organisasi/ 
komunitas/ Group
yang dibentuk oleh anggota milist ini /sesepuh/ guru2 kita yang peduli dan 
aktif 
memperjuangkan
agar Pelaut Indonesia benar2 bisa mempunyai wadah yang dapat mewakili aspirasi 
dan kesejahteraan,
yaitu GROUP PELAUT INDONESIA (GPI) diresmikan tanggal 08.08.08 jam 08.08.......

Namun dengan jujur kita harus mengakui, bahwa sampai saat ini (maaf kalau saya 
salah) belum dapat
terlihat hasil dan apa gebrakan yang sudah dijalankan? Awalanya kita sangat 
berharap bahwa GPI dapat
menjadikan dirinya sebagai penyambung lidah untuk bisa membuat jaringan dengan 
beberapa kamunitas
yang berkaitan dengan pelaut, seperti Assossiasi Ship Owner, Shipping Company, 
ITF, ILO, IMO dan juga
dengan kesatuan/ ataupun organisasi pelaut di negara-negara lain, namun sekali 
lagi (maaf kalau salah)
belum terlihat tanda-tanda ke arah sana, padahal setelah dibentuknya GPI 
diharapkan bisa menjadi
kompetitor dari KPI yang secara de facto KPI menguasai hampir 80% 
jaringan-jaringan tersebut.

OILER vs PERWIRA
----------------------
Membaca tulisan sdr. Almajusi?, awalnya saya bisa mengerti, kekecewaan yang 
dirasakan, namun
kesimpulannya adalah sdr. Almajusi, hanya memancing Polemik, mungkin dia 
sekarang sedang tertawa
setiap kali membaca komentar dari millister.
Dan pendapatnya terkesan tendensius tidak objectif, sehingga yang muncul dan 
berkembang adalah polemik,
dan bukan solusi. bahkan terkesan sedang mengangkat sentiment diantara pelaut!?

Sdr. Almajusi, memancing agar rekan-rekan Pelaut (ratings atau perwira) jadi 
berang setelah membaca
tulisannya, sebenarnya kita harus mengakui, mantan OS, AB, Oiler, Fitter bahkan 
Perwira (1,2,3) silakan saja
untuk mejadi pimpinan di KPI, tapi adakah yang mau? karena kalau mau saja 
ternyata tidak cukup, terlepas
ketua KPI sekarang dikatakan mantan Oiler, namun yang jelas, kita lihat kenapa 
dia bisa begitu pandai 

mempertahankan kedudukannya, tanpa ada seorangpun (saat ini) yang bisa 
menggeser 
kedudukannya.
Siapa yang salah? kita semua turut andil menciptakan keadaan seperti itu.

Ratusan, bahkan ribuan Perwira ANT/ ATT 123, kalau mempunyai persepsi yang sama 
diyakini dapat menjadi
satu kekuatan yang sangat signifikan, namun apa kenyataannya saat ini? 
Kita lihat tidak ada keberanian yang diperlihatkan oleh rekan-rekan perwira 
untuk bisa menjadi solusi sebagai
ketua organisasi komunitas pelaut, yang dapat kita lihat adalah sekedar sharing 
dan wacana.
sangat diyakini pula, bahwa banyak perwira kita yang cerdas, pintar, 
berdedikasi, bisa mengayomi, namun
apakah ada yang mau jadi ketua organisa seperti KPI?

Mari kita bertanya kepada hati kita masing2, berada di manakah diri kita? 
sumbangsih apa yang pernah
dibuat untuk sedikit membantu kesejahteraan pelaut kita? karena kalau hanya 
bicara semua juga
bisa melakukannya! Terpulang pada kita mau atau tidak untuk merubahnya!

SELAMAT BERJUANG...! JAYA-LAH PELAUT INDONESIA....!!!

Sekali lagi saya mohon maaf, jika tulisan suara hati ini kurang berkenan di 
hati 
yang membacanya!

Wassalam,
dha
Pengamat/ Pemerhati / Praktisi
Dunia Pelaut Indonesia



----- Original Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, October 9, 2010 11:49:56 AM
Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

Buat bung ade,salam kenal.
Benar sekali yg bung katakan supaya daya tawar pelaut kita jadi tinggi.justru 
karena itu kita harus bersatu tanpa membedakan mana rating dan mana 
perwira.siapa aja yg memimpin klu di landasi rasa tanggungjawab dan perduli dgn 
nasib pelaut niscaya akan ada perubahan yg signifikan.jadi saya bukan membela 
diri saya secara pribadi tetapi memberikan pandangan agar kedepanx kita pelaut 
indonesia semakin maju.terimakasih.
Sent from my BlackBerry® smartphone from du

-----Original Message-----
From: Ade Anggara <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Oct 2010 10:34:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

buat bung "smanatap", maksudnya kan supaya nilai tawar pelaut kita jadi tinggi, 
kalo emang pimpinan sekarang mau & mampu memperhatikan nasib pelaut indonesia 
menjadi lebih baik, mungkin postingan seperti ini tidak akan muncul.
BUKTIKAN.....!!!!!!!! JANGAN CUMA MEMBELA DIRI TANPA TAMENG........!!!!!!!!




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Sat, October 9, 2010 7:26:03 AM
Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

kenapa di pimpin oleh mantan oiler kayak yg bapak bilang???itu namax bpk udh 
anggap sepele sama kami2 yg rating ini.anda sepertix mulai menciptakan celah 
antara perwira n rating.perlu bpk ketahui utk mencapai perubahan itu kita hrs 
bersatu.jgn lihat perwira atau rating.klu pun rating yg terpilih jadi 
pengurus,bpk sbg perwira yg katakanlah bpk ini mgkn ANT/ATT I hrs memberikan 
masukan,dukungan agar supaya yg kita inginkan tercapai.satu poin utk bpk,jgn 
pernah anggap remeh sama bawahan.anda harus tahu itu,anda perwira.terimakasih
Sent from my BlackBerry® smartphone from du

-----Original Message-----
From: "almajusi999" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 08 Oct 2010 14:44:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

Saya ingin mengajak rekan2 untuk berpikir tentang masa depan Kesatuan Pelaut 
Indonesia yang oleh Pemerintah diakui sebagai trade union resmi pelaut 
Indonesia 

tapi dalam kenyataannya hanya berbuat sangat minim buat kesejahteraan pelaut.
Kalau di dunia penerbangan terjadi kecelakaan pesawat sampai Captain Marwoto 
Komar ditahan polisi, persatuan pilot langsung bereaksi sangat keras sehingga 
akhirnya Mahkamah Agung pun memutus perkara kecelakaan penerbangan di luar 
wewenang peradilan umum dan membebaskan sang pilot.
Nah bagaimana di dunia pelayaran ? padahal di dunia pelayaran sedari dulu sudah 
ada Mahkamah Pelayaran ?. Sudah banyak Captain pelayaran niaga yang dipenjara 
karena kapalnya mengalami musibah, tapi Kesatuan Pelaut Indonesia boro2 mau 
mengurus mereka, yang terjadi adalah diam seribu bahasa !.
Saya bukan mau membangkitkan feodalisme, tapi dalam organisasi atau paguyuban 
pelaut ini lha mbok harusnya kita bisa membawa diri dalam hiarki kesenioran. 
Yang terjadi sekarang ini pimpinan Kesatuan Pelaut Indonesia digenggam kuat2 
oleh seorang yang tidak pernah menjadi perwira alias officer. Bayangkan dalam 
Kesatuan Pelaut Indonesia banyak sekian ANT-I/MPB-I, ATT-I/AMK-C, tapi didikte 
oleh seorang mantan oiler !. Pantas saja Kesatuan Pelaut Indonesia kagak ada 
nyali buat naik-naik sampai ke Sekretariat Negara dan Mahkamah Agung buat 
membela nasib para pelaut, lha wong bekas oiler, dibentak sama petugas pos jaga 
saja langsung balik kanan !.
Saya bukan bermaksud menghina profesi oiler atau ABK lain, tapi ini memang 
kenyataan, kalau anda menghadap resmi ke suatu kantor Pemerintah, posisi anda 
sebagai seorang Captain Polan, Master Mariner ANT-I, MBA, Letkol Wamil Purn., 
tentu akan sangat berlainan dengan posisi anda sebagai Tuan Polan, mantan koki 
Holland American Lines.
Ini realitas yang tidak bisa dipungkiri, dan di mana saja masalah hiarki ini 
dengan imbas2 sosialnya akan selalu ada.
Aneh tapi nyata, sepertinya di Kesatuan Pelaut Indonesia tidak ada anggotanya 
yang perwira ! Padahal di situ banyak yang Captain ANT-I/MPB-I yang sekaligus 
pernah jadi Pamen Wamil di TNI-AL pula, tapi yang mimpin organisasi malah 
mantan 

oiler.
Kalau di Singapore organisasi officer dengan ABK dipisah. Di kita boleh2 saja 
disatukan, tapi hendaknya yang duduk dalam kepemimpinan pandai2 menempatkan 
dirilah di mana posisi kita seharusnya!.
Bukan untuk apa2, tapi demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan pelaut 
beserta 

keluarganya. 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.    Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.     ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.    Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.     ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links




      


------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke