Pak Richan,
Persis "tembang kenangan", pembahasan mengenai dosa atau tidak dosakah ke 
Bioskop, minum Teh, minum kopi, ujian di hari Sabat, ke Pesta di hari Sabat 
dll, adalah Nyanyian yg tak pernah berakhir. Sesekali hilang, besok-besok 
muncul lagi, lalu hilang lagi.
Anyway..
Hal yg pak Richan alami pernah juga kualami. Dengan enteng kpd ABG2 itu aku 
menjawabnya :"Kalau kamu percaya ajaran Ellen G White berasal dari  Tuhan, maka 
kamu tak usah ke Bioskop.
Tapi kalau kamu tidak percaya, silahkan ke Bioskop.
Kemudian kutambahkan lagi :"SDA sdh sepakat agar umatnya tidak terlibat dgn 
aktifitas bioskop, kalau kamu mau melanggar kesepakatan SDA maka silahkan kamu 
kebioskop. Tapi kalau kamu mau menuruti kesepakatan SDA, maka janganlah 
kebioskop. Kamu tak perlu menuntut jawaban apakah itu dosa atau tidak, tapi 
cukup dengan melakukan "penurutan" saja. Alkitab tidak ada mengatakan jangan ke 
Bioskop, tapi Alkitab hanya mengatakan "Selain Aku, turutilah apa kata Nabi" 
(semacam begitulah...).
Alhamdulillah, akhirnya ABG itupun mengerti.
Selamat mencoba.

--- On Thu, 8/14/08, Richan S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Richan S <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Pemuda  Advent] Re: [Advent-Indonesia:30259] BIOSKOP -- Dosa..??
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, August 14, 2008, 1:45 PM










    
            



The Adventist Home Chapter 82



The Theater the Hotbed of Immorality.- -Among the
most dangerous resorts for pleasure is the theater. Instead of
being a school for morality and virtue, as is so often claimed, it is
the very hotbed of immorality. Vicious habits and sinful propensities
are strengthened and confirmed by these entertainments. Low songs, lewd
gestures, expressions, and attitudes deprave the imagination and debase
the morals. Every youth who habitually attends such exhibitions will be
corrupted in principle. There is no influence in our land more powerful
to poison the imagination, to destroy religious impressions, and to
blunt the relish for the tranquil pleasures and sober realities of life
than theatrical amusements. The love for these scenes increases with
every indulgence as the desire for intoxicating drink strengthens with
its use. The only safe course is to shun the theater, the circus, and
every other questionable place of amusement.  {AH 516.2}



Few Popular Amusements Are Safe.--Many of the amusements popular in the
world today, even with those who claim to be Christians, tend to the
same end as did those of the heathen. There are indeed few among them
that Satan does not turn to account in destroying souls. Through the
drama he has worked for ages to excite passion and glorify vice. The opera, 
with its fascinating display and
bewildering music, the masquerade, the dance, the card table, Satan
employs to break down the barriers of principle and open the door to
sensual indulgence. In every gathering for pleasure where pride
is fostered or appetite indulged, where one is led to forget God and
lose sight of eternal interests, there Satan is binding his chains
about the soul.  {AH 515.3}



The true Christian will not desire to enter any
place of amusement or engage in any diversion upon which he cannot ask
the blessing of God. He will not be found at the theater, the billiard
hall, or the bowling saloon. He will not unite with the gay
waltzers or indulge in any other bewitching pleasure that will banish
Christ from the mind.  {AH 515.4}

To those who plead for these diversions we answer, We cannot indulge in
them in the name of Jesus of Nazareth. The blessing of God would not be
invoked upon the hour spent at the theater or in the dance. No Christian would 
wish to meet death in such a place.
No one would wish to be found there when Christ shall come. 
{AH 516.1}







andrew mamahit wrote:

  
  
  Dear AI'ers..
   
  Beberapa waktu yang lalu ada seorang anak ABG (sebut saja namanya
INDIRA) di jemaat saya (Cawang) yang menanyakan perihal Bioskop..
  Indira bercerita kepada saya, bahwa dia sering di ajak oleh
teman-temannya untuk pergi menonton film di bioskop bersama teman-teman
satu kelasnya (kelas 1 SMU).. Indira selalu menolak, dengan alasan
bahwa dia beragama Kristen Advent yang mempunyai kepercayaan untuk
tidak mengunjungi atau mendatangi bioskop... Kemudian teman-temannya
berkata, mengapa begitu..?? Indira dengan kepolosan anak kelas 1 SMU,
berkata bahwa kita tidak boleh membawa diri kepada pencobaan, mengingat
bioskop identik dengan tempat yang gelap... Teman-teman Indira kemudian
berargumen, bahwa mereka kan ke bioskop secara berkelompok yang  mana
semuanya adalah wanita... Dan kemudian film yang akan ditonton pun
adalah film kartun semua umur (pada waktu itu, Indira mencontohkan
film Kung-Fu Panda)...
   
  Ketika Indira menanyakan hal tersebut kepada saya, terus terang
saya juga menjadi bingung untuk menjawabnya. .. Kemudian pertanyaan yang
paling saya khawatirkan akhirnya muncul juga...Indira bertanya kepada
saya... 
   
  "Kak, emang di Alkitab ada ayat yang bilang bahwa kita tidak boleh
ke bioskop..?? Kan kalo soal hari sabat, makanan dan minuman haram, dan
larangan-larangan lain, jelas ayat Alkitabnya. .. Kalo tentang larangan
ke bioskop, dimana sih ayatnya..??"
   
  Kemudian saya katakan pada Indira, bahwa saya akan coba jawab itu
dalam waktu dekat ini...
  Selama 2 sabat yang lalu saya kebetulan sedang berdinas di luar
kota Jakarta, sehingga tidak dapat menghadiri Sabat di Jemaat saya di
Cawang... Nah, besok lusa kan sudah Hari Sabat, berarti Indira akan
kembali datang dan bertanya kepada saya mengenai hal ini...
   
  Apakah rekan-rekan AI'ers dapat membantu dalam hal ini..??
  Thanks
  
  

Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger .yahoo.com 

--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~

Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advent-Indonesia" 

Google Groups. 

Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke 

Advent-Indonesia@ googlegroups. com 

Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke 

Advent-Indonesia- unsubscribe@ googlegroups. com 

Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 

http://groups. google.co. id/group/ Advent-Indonesia ?hl=id 

-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---

  






-- 

Salam,
Richan S



      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke