Pak Elmor, Ellen GW tidak ada menuliskan seperti yg pak Elmor tuliskan itu. Menurut saya, larangan yg dikeluarkan Ellen GW, agar SDA tdk ke Bioskop adalah harga mati. Artinya tanpa syarat. Syarat dan Ketentuan Tidak Berlaku. Ellen GW tidak ada mengatakan seperti ini :"Boleh ke Bioskop asalkan filmnya tidak film yg porno2, semi porno, kekerasan, dsb. Silahkan ke Bioskop, tapi pinter2 ya pilih filmnya". Selain itu, EGW tdk pernah menuliskan seperti ini :"Boleh minum Kopi, Alkohol, Arak, Tuak, asalkan untuk persahabatan". Ellen GW tak pernah menuliskan seperti ini :"Boleh bermain sepak Bola, asalkan untuk Persahabatan. Ellen GW tak pernah menuliskan seperti ini :"Boleh bermain catur, asalkan untuk maksud Penginjilan". Boleh bermain Judi, asalkan taruhannya jangan besar-besar dan demi untuk pertemanan saja" atau penginjilan. Tapi Ellen GW hanya menuliskan agar SDA tidak pergi ke Bioskop, tidak berjudi, tidak bermain sepak bola, tidak bermain Catur dan tidak-tidak yg lainnya. Semuanya itu beliau tuliskan semata-mata untuk pembelajaran terhadap Penurutan. Akhirnya saya mau mengutip teks dari Buku Pena Inspirasi karangan Kocu Ratuhapis :"Barangkali memang ada sesuatu yg liar pada diri kita (baca : manusia). Sesuatu yg sekaligus manusiawi & sekaligus mencemaskan. sehingga bila ikut penurutan EGW, tak mudah kita tahu bahwa orang yg macam inilah yg benar atau salah. Sehingga ternyata kita pun harus bertanya, apa gerangan daya sebuah teks suci EGW untuk mengubah perilaku, jika jangan-jangan kecenderungan kita sendirilah yg menentukan makna itu".
Rgds, --- On Mon, 8/18/08, Elmor Wagiu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Elmor Wagiu <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia:30259] BIOSKOP -- Dosa..?? To: [email protected] Date: Monday, August 18, 2008, 8:32 PM kalo menurut gw sih itu tergantung orangnya masing-masing. ya emang sih dulu bioskop itu identik dengan film2 porno dan lain-lain.tapi sekarang kan udah hampir ga ada lah film2 itu di bioskop,ya pinter2 kita aja milih2 filmnya... menurut gw sih lebih buruk kita nonton vcd/dvd dirumah sendiri dengan film2 yang ga jelas.yang penting kita ga macem2 dan memang tujuan kita ke bioskop hanya untuk nonton aja,gw rasa itu ga ada salahnya deh... --- On Fri, 8/15/08, Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia: 30259] BIOSKOP -- Dosa..?? To: pemuda_advent@ yahoogroups. com Date: Friday, August 15, 2008, 9:44 PM Iblis juga pintar, kalau dia tidak bisa membuat kita datang ke bioskop, dia buat kita terpaku pada yang rohani, tapi melupakan yang ilahi :) Saya setuju, kalau mendengar lagu rohani baik sekali. Saya sendiri tidak pernah mendengar (dengan sengaja), apalagi membeli, lagu sekular lagi. Tapi, kadang-kadang saya menghabiskan waktu menikmati lagu-lagu rohani ini, dan lupa bersekutu dengan Tuhan. Rohani, tapi lupa yang Ilahi. Ada juga yang menyelidiki Kitab Suci, tapi tidak datang pada Kristus. Ada yang melayani gereja, tapi tidak melayani Tuhan. Rohani, tapi lupa yang Ilahi. pisctwentyfour wrote: > > > iya ...tul sekali.. > mending gk usah nonton film aja.. > lebih bagus tuh nonton konser lagu2 rohani ajah.. > kayak gaither, heritage,, dlll... > kan lebih asik kan? > bikin hidup lebih hidup... >

