Lips, Gak bisa gitu dong Lips..., soalnya hidupku ini tak bisa lepas dari buku. Sejak dari janin, bayi, bahkan sampai besar dan ganteng seperti sekarang ini pun, buku masih saja menyertaiku. Tidak hanya aku, tapi kita, manusia yg dapat membaca aksara pun tak kuasa lepas dari jeratan buku. Ketika kita jauh dari buku pun akan ada saatnya seseorang yg akan menegur kita agar membaca buku. Buku suci misalnya. Buku itu juga menyuruh kita untuk mengabar injil. Buku itu juga memberi tahu kita bagaimana cara menuju sorga, menyucikan hari Sabat, cara menghadapi hidup yg semakin tak jelas ini, cara melayani member-2 milis yg semakin banyak saja cengkuneknya, dll . Buku diakui sebagai lumbung ilmu pengetahuan, dan informasi. Buku dibuat oleh karena memori kepala kita tak sanggup menelan segala ilmu yg ada di jagat ini. Dalam suatu forum diskusi seperti pada topik ini dan topik yg lainnya, peran buku sering dijadikan senjata yg ampuh untuk memberikan argumen-argumen, manakala kita sedang terpojok. Dengan menyebutkan nama sebuah buku, tak jarang kita langsung membuat keder orang. Oleh karena argumen2 kita akan semakin nampak kuat kalau sudah didukung oleh sederetan refrensi buku. Bukan sembarang buku tentunya. Jadi Bapa Uda Phillips, adalah suatu pemikiran yg naif (lugu,sederhana) apabila Bapa uda mengurangi perujukan buku dalam perjalanan diskusi kita ini. Sebab, barangkali di sinilah masa-masa di mana Buku Roh Nubuat dan Alkitab di uji. So...percayalah Lips, mereka pasti menang.
Rgds, --- On Tue, 8/19/08, Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Pemuda Advent] Re: [Pemuda Advent] Re: [Advent-Indonesia:30259] BIOSKOP -- Dosa..?? To: [email protected] Date: Tuesday, August 19, 2008, 10:27 AM Saya baru tahu Bang Ucok ini selain pelawak, ternyata juga penggemar buku EGW. :) Btw, saya pribadi mengakui masih teramat sedikit membaca-membaca buku beliau, yang kita semua yakini diilhami oleh Roh Kebenaran. Tapi mungkin, sesuai anjuran beliau pula kita boleh mengurangi sedikit kalimat-kalimat "menurut EGW" dan yang sejenisnya, mengingat "manusia yang liar" ini terkadang jadi balik membenci tulisan-tulisan beliau ketika merasa hobby pribadinya yang dicari-cari pembenarannya, terkuak secara nyata salah di mata tulisan-tulisan beliau. Mari kita galakan frase "menurut Tuhan" dibanding "menurut tulisan si Anu", yah semacam itu lah. Kembali ke topik, saya setuju kalimat: "Saya tidak mau ditemukan Tuhan sedang di dalam gedung bioskop ketika Ia datang." (Begitupun dengan "menonton film-film duniawi di rumah"). Salam, Philips 2008/8/19 harris budi <[EMAIL PROTECTED] com> Messages in this topic (17) Reply (via web post) | Start a new topic Messages ==>> Remember, Jesus is coming soon!!! <<=== Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

