Panut Wirata wrote:

> Bung Hadeer,
>      Satu pertanyaan buat Anda.  Bagaimana kalau anakketurunan cina
> itu dari keluarga miskin, yang bapaknya sudah meninggal dunia serta
> ibunya bekerja sebagai penjaja makanan kecil (jajanan) keliling, yang
> di rumahnya tidak ada listrik sehingga harus belajar pakai lampu
> minyak tanah sehingga dipagi harinya lubang hidung si anak itu penuh
> dengan jelaga? Pendeknya, tak beda dengan anak petani gurem atau buruh
>
> tani?
>

Kalau Bang Panut mau....akan saya kenalkan dengan seorang teman baik
saya :

Seorang teman baik saya keturunan Cina. Tinggal di pinggir kota Bogor
datang dari keluarga miskin. Orang tua nya adalah peladang/petani di
sekitar Parung...DAN dia diterima di PTN terkenal di negeri ini.
Mempunyai sifat budi luhur yang baik berbeda dengan keturunan Cina
lainnya yang datang dari Glodok, Grogol atau tempat lain di Jakarta,
yang dalam bergaul sangat ekslusive.

Itulah yang disebut dengan Keadilan...

Karena segala sesuatu nya di negara ini mulai dari ekonomi, pendidikan,
kesempatan belum adil dan merata untuk SETIAP orang di negeri ini, maka
wajar saja jika dalam penentuan UMPTN diberlakukan juga "KEADILAN" ....

Moga - moga penjelasan saya diterima....

Salam & Smile....

>  Sayang, PMDK tidak berlaku untuk semua jurusan.  Memang mungkin
> kriteria UMPTN tidak sempurna, mungkin bagus seperti sistim di AS
> pakai aptitude test (SAT, GRE, GMAT dsb)serta rapor .

Kirim email ke