Salam!
Selama hati dan kepala kita panas, diskusi apapun-- apalagi SARA begini--
pasti kita keblinger dan ngawur. Pembantaian demi pembantaian terjadi.
Provokasi demi provokasi. Kambing hitam.

Sakin ayiknya kita berpanas-ria, kita pun lupa tentang analisis obyektif.
Bagaimana peristiwa Ambon terjadi. Siapa yang menyulut bara api dalam sekam
itu? Kenapa aparat keamanan takut menggunakan "security approach"? Kenapa
kepolisian dan Pangab Wiranto lamban dan gagal menguak tabir persitiwa Ambon.
Kenapa kasus Ketapang, Kupang, Semanggi, Trisakti... dst... dst terus
berlangsung TANPA ADA UPAYA APARAT MENUNTASKANNYA???  Di mana intelijen?
Sebagai abdi bangsa, kepada siapa kita dan terutama aparat berpihak?

Boro-boro.... Ingat Edy Tansil? Marsinah? Udin Bernas? Ditje? Dst... Dst...

Bagaimana kalau kita bikin list persoalan kriminal dan ketakberdayaan aparat
mengungkap pengangkangan hukum?

Kemarin kita mendengar betapa Gus Dur yakin pelaku Peristiwa Ambon ada di
Ciganjur. Gus Dur bukan orang sembarangan. Kenapa aparat-- atau tegasnya
Kapolri atau bahkan Pangab Wiranto-- tidak mau menindaklanjuti sinyalemen Gus
Dur itu?   Ada azas praduga tak bersalah. Memang. Itu patut terus dijunjung.
Tapi, penyelidikan sudah bisa dilakukan lewat pernyataan Gus Dur.  Gus Dur
pasti akan memberitahu aparat ttg siapa orang Ciganjur yang berdiri di balik
Pembantaian Ambon.  Sehingga Yorris yang tokoh PP-- yang rumahnya juga di
Ciganjur-- tidak tersangkut-sangkut namanya.

Coba baca berita ini:

Soal Dalang di Balik Rusuh Ambon

Jakarta, JP.-

Tengara Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid yang mensinyalir dalang
kerusuhan Ambon ada di Ciganjur, ternyata, ditanggapi dingin oleh tokoh yang
kebetulan rumahnya di Ciganjur. Ketua Pelaksana Harian Pemuda Pancasila (PP)
Yorrys Rawayei, yang tinggal di Ciganjur, malah tersenyum mendengar pertanyaan
wartawan yang mengaitkan tengara Gus Dur itu dengan dirinya.


SELANJUTNYA, SILAHKAN KLIK:

http://www.jawapos.co.id/23jan/ut23j12.htm

Salam!
ramadhan pohan

Kirim email ke