Kepada Saudara James Suselo,
Beberapa bulan terakhir ini, saya menghadapi 'conflicting interests'
dalam sanubari saya antara: "menghentikan kuliah dan balik ke tanah air
untuk berbuat apa saja yang pantas dan berguna," atau "meneruskan
sekolah, selesai, dan pulang kampung!"
Saya sempat berdiskusi dengan beberapa rekan dan professor dan tiba pada
kesimpulan: bahwa saya hanya 'SATU' orang. Dan budaya Indonesia adalah
budaya elit. Jika saya pulang dan berteriak di tengah hiruk pikuk para
mahasiswa pejuang, maka saya akan seperti pelawak dan kemudian
ditertawai -- pahlawan kesiangan.
Saya menghormati anda yang berjuang di tanah air. Dan malu pada diri
sendiri karena tidak berbuat apa-apa untuk bangsa. Rasa malu itu
menghantam jiwa saya hingga berdarah. Jika anda sakit menyaksikan
rekan-rekan yang dipukuli dan dianiaya, sakit saya bersama anda, sakit
saya bersama rekan-rekan.
Saya bukan pejuang, bukan pahlawan. Tapi kesakitan saya seperti
kesakitan yang dipikul oleh rakyat miskin Indonesia. Serukan persatuan
dalam kemiskinan. Serukan perdamaian dalam kesakitan. Lawan kita bukan
manusia Indonesia, namun kelicikan, kemunafikan, kelaparan, politik, dan
para pemimpin yang buas dan liar.
Saatnya mahasiswa Indonesia menyatukan diri dan menyusun kebijaksanaan
nasional yang berazaskan keadilan dan kerakyatan. Mahasiswa seharusnya
membagi diri dalam penyelesaian masalah di tanah air: Politik dan
Ekonomi. Perangi kemiskinan dan kekuasaan. Sebab kemiskinan tak dapat
memenangkan kebuasaan para penguasa. Rakyat kecil tak peduli tentang
siapa yang berkuasa. Mereka peduli lauk dan nasi apa yang akan mereka
makan sebentar malam or besok pagi!!!! Jangan suguhkan mereka dengan
pertikaian politik, sebab mereka akan muak dan berpaling!!!!
Mungkin sudah saatnya kita menghentikan "Proklamasi Kepahlawanan."
Maafkan saya yang lancang dan hanya pandai menulis. Tapi jika tulisan
saya dapat terbaca dan membangkitkan semangat juang, maka tak ada nilai
yang terindah yang dapat saya ceritakan
salam merdeka,
ida
>
> Saudara-saudara Indonesiaku sekalian yang ada di Indonesia dan yang
>berada di luar Indonesia. SUNGGUH-SUNGGUH SAYA PRIHATIN TERHADAP
KEADAAN
>DI TANAH AIR. Sebegitu mengenaskan dan benar-benar tidak ada
>PERIKEMANUSIAAN!
>
> Sebenarnya apa yang di permasalahkan? Kekuasaan? Perut lapar? Agama
>?atau apa sebenarnya?. Apapun masalah yang tidak etis itu, SADARLAH!
>kita sedang menghadapi suatu masalah besar. Kita sedang mengalami awal
>dari kehancuran negara kita sendiri. Cobalah kita, sesama bangsa, satu
>rumah, satu kampung, mencoba untuk MEMPERBAIKI MENGATASI MASALAH YANG
>BESAR INI DENGAN BERSAMA-SAMA; BERSATU!, dan jangan saling memvonis
satu
>sama lain, atau mengaku dirinya lebih hebat dari pada yang lain, dan
>TOLONG!, janganlah kita menyebarkan berita yang tidak bisa
dipertanggung
>jawabkan, yang akhirnya dapat membuat dendam sehingga memisahkan kita
>dengan saudara-saudara Indonesia kita lainnya. Betul, kita boleh
>mempertahankan pendapat atau berdebat mengenai masalah yang terjadi di
>Tanah Air, TAPI INGAT, tujuan kita adalah MENYELESAIKAN MASALAH dan
>bukan mempertahankan pendapat pada suatu sisi saja yang dianggap oleh
>masing-masing individu benar. Dan BUKAN SAATNYA SEKARANG UNTUK BERDEBAT
>MENGELUARKAN INTELEKTUALNYA MASING-MASING INDIVIDU YANG AKHIRNYA
>MENGHASILKAN SUATU KEMUFAKATAN YANG TIDAK ADA JUNTRUNGANNYA!
>
> Saya berbicara tentang masa depan negara, masa depan kita juga, buka
>visi kalian!. Jangan terpengaruh!BERSATU!
>
>SAYA YAKIN, TEMAN-TEMAN SAYA DI UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA DAN DI
>UNIVERSITAS LAINNYA DI TANAH AIR, BERKORBAN NYAWANYA, BERJUANG DEMI
>REFORMASI BUKAN UNTUK DILECEHKAN SEMATA-MATA DEMI PERANG SAUDARA DAN
>DEMI KERUSUHAN-KERUSUHAN ATAU UNTUK SALING MENYALAHKAN SATU SAMA LAIN .
>Pada waktu itu, saya berada di tengah-tengah mereka dan kalau
>saudara-saudara sekalian menyaksikan kejadian tanggal 12-16 November
'98
>dan berada dalam posisi saya, saudara-saudara mungkin dapat lebih
>merasakan BETAPA BESARNYA SEMANGAT MEREKA, YANG MEREKA LUAPKAN DAN
>KORBANKAN DEMI AGAR KITA BERSAMA-SAMA MEMPERTAHANKAN NEGARA KITA
>TERCINTA TERHINDAR DARI KEHANCURAN DAN MEMPUNYAI VISI MASA DEPAN YANG
>LEBIH CERAH!
>
> BAYANGKAN !
> BILA SUDARA MENJADI SAKSI HIDUP KEJADIAN 12-16 November kemarin !!!
>SEORANG KAWAN BAIK SAYA, DIPUKULI, DIHAJAR SEPERTI ANJING BULUK, DIMANA
>PERIKEMANUSIAAN TIDAK DIPERHATIKAN LAGI. BAHKAN SEORANG KAWAN SAYA
>LAINNYA GUGUR DI TEMBAK DI DEPAN MATA SAYA !!
>
> Memang kejadian itu sudah berlalu dan kita berharap agar tidak sampai
>terjadi lagi. TAPI MAUKAH MEREKA GUGUR DENGAN HARAPAN YANG SIA- SIA ?
>
> UNTUK PARA PROVOKATOR! YANG HENDAK MENYENARKAN BERITA TIDAK BENAR DAN
>BUSUK, SADARLAH! ITU NEGARAMU JUGA YANG KAU OMONGKAN, SAUDARA-SAUDARA
>KITA JUGALAH YANG AKAN MENJADI KORBAN!
>
> Bagi mahasiswa yang studi di luar Tanah Air, hendaklah kita mulai
>membuka visi kita, membuka kepala kita justru PERBEDAAN YANG ADA,
ITULAH
>YANG AKAN MENYATUKAN KITA, BILA KITA MENGIJAK PADA SATU REL YANG SAMA!
>BERSATULAH!. Bilamana kita mendengar berita-berita dari Tanah Air yang
>kurang mengenakkan, cobalah ditelusuri kembali dan jangan lansung
>terpengaruh! KARENA BAGAIMANAPUN KITA LAHIR DI KAMPUNG TANAH YANG SATU!
>Dan berdoalah, agar Tuhan memberikan jalan yang paling benar mengatasi
>masalah yang besar ini.
>
> Saya yakin, kita semua studi di luar Tanah Air, juga nantinya
>pengetahuan yang kita peroleh, akan kita sumbangkan demi Tanah Air kita
>sendiri, demi masa depan negara yang lebih baik.
>
> Sekali lagi saya tekankan, BERSATU JANGAN MEMISAH!
>
>
>
> Wassalam,
> James Suselo
>
>nb : Maafkan bila ada perkataan yang kurang mengenakkan di hati
>saudara. Terima kasih.
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com