Bung Rosadi,


Assalamualikum wr.wb,


Syukur kalau anda dapat membaca "semangat" saya. Bayangkan akibatnya kalau
e'mail anda dibaca saudara kita yang beragama kristen. Sebagai sesama
muslim, saya saja sudah  "bersemangat" membaca sikap anda, yang mencoba
meng-eskalasi kasus Ambon, yang telah membawa korban puluhan saudara kita,
menjadi pertentangan antara Islam dan Kristen. Persis seperti yang dilakukan
para provokator.

Seharusnya kita mencoba membedah kasusnya dan mencari inti permasalahannya.
Dengan kata lain kita harusnya mempertajam fokus dengan me-lokalisir
pengaruh dan permasalahannya BUKAN memperluas  skala pertentangan dari antar
penduduk/golongan di Ambon menjadi antar Islam dan Kristen.

Sekarang, mari kita belajar lokiga. Bung Nasrullah Idris, atau barangkali
ada rekan lainnya yang pernah belajar logika matematika,  mungkin bisa
membantu.

Pilihlah jawaban yang benar dari pertanyaan di bawah ini :

JIKA pernyataan adanya "unsur-unsur kefanatikan agama (Islam) yang
mempengaruhi masyarakat asli Maluku sehingga mengabaikan adat Pela Gendong"
SERATUS PERSEN BENAR - MAKA :

a. " tidak mungkin ummat Kristen merusak ada dan budaya Pela Gendong"
b. "kondisi ummat kristen di Maluku sudah sedemikian baiknya"
c. "ajaran kefanatikan hanya ada di kalangan ummat Islam saja"
d. "tidak mungkin ada pendatang dari luar Maluku yang beragama kristen
merusak adat Pela Gendong"
e. " HANYA ummat Islam Asli Maluku yang terkooptasi dengan ajaran
kefanatikan"
f. " semua atau sebagian besar kaum pendatang di Maluku yang beragama Islam,
begitu buruk ke-Islam-annya"
g. "mungkin terjadi sebagian ummat Islam dan Kristen terhasut dengan
kefanatikan tsb, sehingga terjadi kerusuhan"

Jika anda menjawab yang benar adalah jawaban (g), sedangkan jawaban yang
lain salah, maka anda boleh mengatakan ada banyak kesamaan pendapat dan
pandangan diantara kita berdua. Otherwise, mohon maaf rasanya walaupun
sesama muslim tapi kita berbeda bung.

Wassalam,
Ichwan

Terima kasih atas doanya, mohon sedikit dibaca juga catatan kakinya.

]
>>Mohamad Rosadi wrote :
>
>ckk..ckkk.ckkk...sepertinya anda hanya memahami sesuatu berdasarkan apa
>yang TERTULIS MATI saja. Anda benar, memang tidak ada kalimat yang
>menyatakan ajaran kefanatikan ditimpakan kepada fihak Islam saja, tapi
>BANYAK SEKALI kalimat yang mengindikasikan kearah sana.
>Coba anda perhatikan kutipan kalimat dari berita yang disalin kembali
>oleh bung Adri dibawah ini:
>
>......."secara sadar dapat dianalisa bahwa kelunturan umat beragama di
>Maluku disebabkan karena adanya unsur-unsur kefanatikan agama yang
>dibawa oleh pihak luar dan secara jujur pihak ini dapat disebutkan:
>Suku Bugis-Makasar, buton, Padang, Jawa. Kefanatikan merekalah yang
>mempengaruhi masyarakat asli maluku yang BERAGAMA ISLAM telah
>terkooptasi dengan ajaran-ajaran kefanatikan mereka(mohon maaf bukannya
>kami sengaja ekstrim untuk menjelek-jelekan saudara selaku orang
>malukuyang beragama Islam, tapi kami ungkapkan demi tegaknya kembali
>kerukunan beragana selaku saudara dalam budaya Pela-Gandong)."
>
>Jelas kan.., bahwa ajaran kefanatikan yang dimaksudkan adalah dari sisi
>umat Islam. Anda kan tidak ingin mengatakan bahwa kefanatikan yang
>dibawa oleh kaum pendatang ini adalah kefanatikan kristen yang
>mempengaruhi umat Islam Maluku..???

Note Ichwan : Tidakkah anda membaca permohonan maaf penulis, bahwa ybs tidak
bermaksud menjelekkan orang Maluku yang beragama Islam ?

Kirim email ke