Salut kepada mas Ichwan Ramli atas komentarnya.
Mudah-mudahan kerukunan antar umat beragama bisa menjadi tameng dari
segala macam kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini.
Saya selalu percaya pada agama apapun ada individu yang fanatik dan ada
yang tidak. Bagaimanapun juga tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan
dan pembunuhan. Mudah-mudahan dengan pengertian agama yang baik serta
kesadaran bahwa di kita hidup dimasyarakat yang pluralistik, bangsa kita
bisa pulih dari segala macam bencana yang terjadi akhir-akhir ini.
peace.

Ichwan Ramli wrote:
>
> Bung Rosadi,
>
> Assalamualikum wr.wb,
>
> Mari kita baca kembali posting sebelumnya.
>
> Mohamad Rosadi wrote :
> ..deleted..
>
> > Hanya saya kurang sependapat jika ajaran kefanatikan
> >"negatif"(atau kefanatikan yang membutakan menurut istilah anda)hanya
> >ditimpakan kepada pihak Islam saja (dalam hal ini kaum pendatang dari
> >luar Maluku).
>
> Ichwan : kalimat mana yang mengatakan bahwa  ajaran kefanatikan HANYA
> ditimpakan kepada fihak Islam ? Apakah kaum pendatang itu semuanya Islam ?
> Apakah ajaran kefanatikan itu identik dengan Islam ? Kalaupun semua
> pendatang itu mengaku Islam dan memberikan ajaran kefanatikan, apakah mereka
> dapat dianggap mewakili Islam ? Anda mengambil kesimpulan sendiri bung, dan
> itu yang saya maksud dengan berlebihan.
>
> >pa kondisi umat kristen di Maluku sudah sedemikian
> >baiknya, sehingga bisa dipastikan terhindar dari kefanatikan yang
> >membutakan, seperti yang anda sebutkan itu..? Dan apakah tidak mungkin
> >ada pendatang dari luar Maluku yang beragama kristen yang merusak adat
> >dan budaya "Pela Gandong".., yang merupakan simbol kerukunan antar umat
> >beragama di Maluku..???
> >
>
> Ichwan :  Baca kembali kawan. Bukankah anda sendiri mengakui bahwa secara
> tidak langsung (kalau menurut saya langsung) mengakui bahwa baik mereka yang
> kristen dan Islam telah terkooptasi dengan ajaran kefanatikan.
>
> >
> >Saya rasa saya sudah cukup baik membaca berita tersebut secara
> >berulang-ulang.Memang betul berita tersebut TIDAK SECARA LANGSUNG
> >menyalahkan kaum pendatang atau umat Islam di Maluku.
>
> Ichwan : he..he.. rupanya anda sudah menjawab pertanyaan saya di atas.
>
> >Cuma akan tampak
> >LUGU SEKALI jika kita hanya memahami berita tersebut sebatas pengertian
> >bahwa ajaran-ajaran kefanatikan(yang tidak mengenal budaya kerukunan
> >beragama masyarakat maluku) sebagai penyebab lunturnya budaya
> >"Pela-Gadong".., sehingga memicu timbulnya kerusuhan. Yang benar
> >sajalah.., memangnya ajaran kefanatikan itu bisa "jalan-jalan sendiri"
> >dan mempengaruhi masyarakat asli maluku..:-). Jelas sekali SECARA TIDAK
> >LANGSUNG berita tersebut bernada menyalahkan kaum pendatang. Saya
> >sebenarnya juga kurang bisa mengerti apa yang dimaksud dengan
> >"ajaran-ajaran kefanatikan" seperti yang disebutkan oleh berita itu(ada
> >yang bisa menjelaskan..?). Apakah Ajaran kefanatikan ini berarti
> >menjalankan Ajaran Islam dengan sebenarnya (Kaffah) menurut versi Allah
> >SWT(bukan versi manusia).., ataukah "ajaran-ajaran kefanatikan" disini
> >berarti ajaran-ajaran yang BERTENTANGAN dengan ajaran Islam.., seperti
> >melakukan pemalakan(pemerasan) kepada supir omprengan/angkutan
> >umum...??? Kalo memang pengertian "ajaran-ajaran kefanatikan"
> >dimaksudkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam..,
> >berarti kesimpulannya memang semua atau sebagian besar kaum pendatang di
> >Maluku yang beragama Islam memang begitu BURUK ke-Islamannya,
>
> Ichwan : Anda berlebihan lagi bung.  Berita menceritakan bahwa pemicu
> kerusuhan adalah pertengkaran antara Yopie (yang kebetulan kristen ) dengan
> penduduk (Islam) dari desa Batu Merah Bawah. Cuma karena ada provokator yang
> mengkaitkan pertengkaran ini dengan sentimen Agama, maka pertengkaran
> ter-eskalasi menjadi sedemikian parah dan sangat memprihatinkan.
>
> Baca kembali kawan :  Yang dimaksud dengan ajaran kefanatikan saja  masih
> belum jelas apa, koq anda sudah melompat lagi dengan kesimpulan bahwa semua
> atau sebagian besar pendatang begitu BURUK ke-Islam-annya. Orang fanatik
> dengan agamanya tidak salah bung. Tapi cara berfikir anda yang terlalu cepat
> mengambil kesimpulan sendiri, dan mengaitkan masalah kerusuhan ini sebagai
> pertentangan agama, yang berlebihan dan menyesatkan. Itu berbahaya bung.
> Masalahnya kriminal koq dikaitkan dengan sentimen keagamaan ? dimana
> hubungannya ? Pemalak ya pemalak, tak perlu dikaitkan dengan agamanya ?
> Pengancam, bawa-bawa parang ya bisa diancam pidana, kenapa pula harus
> dikaitkan dengan agamanya ? Apa karena pemalak itu mengaku Islam, dikecam,
> lalu anda mengatakan ini memojokan Islam ?
>
> >sehingga
> >"kalah jauh" pemahaman Islamnya dibanding umat non muslim di Maluku.
> >Apakah sudah sedemikian CELAKANYA kaum pendatang muslim di Maluku
> >sehingga dengan seenaknya merusak budaya kerukunan di maluku, yang pada
> >akhirnya memicu kerusuhan dan malah membuat terjadinya PENGUNGSIAN
> >BESAR-BESARAN masyarakat pendatang itu sendiri dari daerah yang
> >merupakan bagian dari TANAH AIR mereka sendiri..??????????
>
> Ichwan : he..he..., ini kesimpulan anda sendiri lagi.
>
> Logika anda ngawur bung ? Saya jadi ingat test logika waktu mau masuk
> sekolah, 20 tahun lalu.  Bisa jawab pertanyaan di bawah ini nggak ?
> Jika pernyataan " Setiap ummat Islam sekarang  sedang prihatin " benar
> maka :
>
> a. jika M. Rosadi bukan ummat Islam, maka M.Rosadi sekarang sedang tidak
> prihatin.
> b. jika M.Rosadi sekarang tidak sedang prihatin, maka M.Rosadi bukan ummat
> Islam.
> c. jika M. Rosadi ummat Islam, maka M.Rosadi sekarang sedang prihatin.
> d. jika M.Rosadi sekarang sedang prihatin maka M.Rosadi ummat Islam.
>
> ATAU barangkali yang ini :
>
> Kalau dinyatakan "Ada ummat Islam yang bejat" Negasi/Ingkaran  pernyataan
> itu adalah :
> a. Ada ummat Islam yang tidak bejat
> b. Semua ummat Islam bejat
> c. Ummat Islam tidak bejat
> d. Tidak ada ummat Islam yang tidak bejat.
>
> >Justru disaat-saat "kondisi gawat" seperti saat ini, seharusnya kita
> >sedapat mungkin menghindarkan tindakan mencari kambing hitam (cari yang
> >putih saja kenapa..heheheheh) dari penyebab terjadinya kerusuhan.
>
> Ichwan : he..he... kambing hitam ke, putih keq, I nggak perlu cari, sudah
> banyak di kandang saya. Tapi provokator dan dalang (kalau ada) kerusuhan ini
> harus dicari dan dihukum. Pihak2 yang mempolitisir masalah ini sebagai
> masalah pertentangan agama juga perlu diingatkan. Apalagi kalau itu atas
> nama Islam, agama saya.
>
> >Sebaliknya marilah kita BELAJAR dari kejadian-kejadian buruk yang
> >menimpa bangsa dan negara kita untuk diambil hikmahnya, agar
> >kejadian-kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
> >
> >Bung Ichwan.., kalo anda menganggap tanggapan saya yang sebelumnya(juga
> >tanggapan yang ini) TIDAK PERLU dan BERLEBIHAN, itu merupakan hak
> >pribadi anda, sebagaimana halnya juga menjadi HAK PRIBADI saya
> >memberikan tanggapan atas berita kerusuhan Ambon yang beredar di Milis
> >ini.
> >
> Kalau itu atas nama pribadi,  saya sich tidak keberatan. Tapi janganlah
> mengatas-namakan  atau membawa-bawa agama Islam apalagi Ummat Islam.
>
> Wassalam
> Ichwan Ramli
> Condet
> >>
> >>-----Original Message-----
> >>From: Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]>
> >>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> >>Date: 26 Januari 1999 11:44
> >>Subject: Re: Kerusuhan di Ambon (3)
> >>
> >>
> >>>
> >>>>Tapi perkembangan akhir-akhir ini kerukunan antar umat beragama di
> >>>Maluku, khususnya antar Agama Kristen dan Agama Islam sudah mulai
> >>>luntur. Secara sadar dapat dianalisa bahwa kelunturan umat beragama di
> >>>Maluku disebabkan karena adanya unsur-unsur kefanatikan agama yang
> >>>dibawa oleh pihak luar dan secara jujur pihak luar ini dapat
> >disebutkan:
> >>>Suku Bugis-Makassar, Buton,>Padang dan Jawa. Ajaran-ajaran kefanatikan
> >>>merekalah yang mempengaruhi masyarakat asli Maluku yang beragama Islam
> >>>telah ter-kooptasi dengan ajaran-ajaran kefanatikan mereka (mohon maaf
> >>>bukannya kami sengaja ekstrim untuk menjelekkan saudara-saudara kami
> >>>selaku orang Maluku yang beragamaIslam, tapi kami ungkapkan ini demi
> >>>tegaknya kembali hidup kerukunan beragama selaku saudara dalam satu
> >>>budaya Pela-Gandong). Dan ini bukanlah kami diskriminatif, tapi
> >>>kenyataan inilah yang terjadi.
> >>>
> >>>M.rosadi menanggapi:
> >>>
> >>>Pernyataan di atas ini sepertinya kurang fair. Tidak adil rasanya
> >>>menyatakan bahwa masyarakat pendatang di maluku sebagai penyebab
> >>>terjadinya kerusuhan yang terjadi belakangan ini.(saya menangkap
> >maksud
> >>>yang demikian). Dan lebih tidak adil lagi menimpakan "ajaran
> >>>kefanatikan"(sepertinya definisi kefanatikan yang disebutkan disini
> >>>mempunyai arti negatif)kepada pihak islam saja. bukankah di pihak
> >>>kristen (dalam masyarakat maluku) juga terdapat orang-orang yang
> >fanatik
> >>>(dalam artian negatif),yang bisa jadi punya andil cukup besar terhadap
> >>>terjadinya kerusuhan..?????
> >>>
> >>>Berita Postingan:
> >>>
> >>>>Secara sadar dapat dikatakan bahwa seandainya kali selaku Asli Maluku
> >>>Agama >Kristen dan Agama Islam tanpa ter-kooptasi dengan kefanatikan
> >>>yang ada >sampai kapan pun tidak mungkin terjadi peristiwa yang sangat
> >>>memalukan ini.
> >>>
> >>>M.Rosadi menanggapi:
> >>>Secara tidak langsung sebenarnya penulis email diatas ini mengakui
> >bahwa
> >>>kefanatikan (dalam artian negatif)dapat terjadi pada umat di kedua
> >belah
> >>>pihak, kristen dan Islam.
> >>>
> >>>Berita postingan:
> >>>>Pe4ngalaman telah membuktikan bahwa konflik SARA yang terjadi di
> >Maluku
> >>>di waktu-waktu lalu sampai saat ini selalu dipicu oleh mereka-mereka
> >>>yang tidak pernah mengenal budaya kerukunan umat beragama masyarakat
> >di
> >>>Maluku.
> >>>
> >>>M.rosadi menanggapi:
> >>>
> >>>Dalam beberap kasus bisa saja demikian. Tapi saya kurang yakin kalo
> >>>semua konflik SARA yang terjadi di maluku SELALU dipicu oleh pihak
> >>>pendatang(yang dikatakan tidak pernah mengenal budaya kerukunan umat
> >>>beragama masyarakat di Maluku). Tidak semua kaum pendatang di maluku
> >itu
> >>>penjahat kan.., sebagaimana halnya tidak semua orang maluku itu
> >>>preman..????? Setiap golongan masyarakat tentunya menyimpan
> >benih-benih
> >>>yang baik dan jahat...., so jangan cepat men-'judge' suatu kejahatan
> >>>merupakan "trade mark" dari suatu kelompok/golongan.
> >>>
> >>>
> >>>Wassalam
> >>>Mohamad Rosadi
> >>>Virginia
> >>>
> >>>
> >>>-----------------------------delete-----------------------------------
> >>>
> >>>______________________________________________________
> >>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >>>
> >>
> >>
> >
> >
> >______________________________________________________
> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >

Kirim email ke