Rekan-Rekan,
Saya posting-kan berita dibwah ini.
Berita mengenai ORANG ORANG LAMA....:)

Salam,
bRidWaN
==========================================================

Golkar Mulai Curang, Pakai Uang BUMN

Jakarta, JP.-

Ada temuan menarik tentang kecurangan yang dilakukan Golkar.
Menurut hasil penelitian Partai Amanat Nasional (PAN),
Golkar telah melakukan tindakan money politic dengan
menjadi perantara penyaluran dana pinjaman BUMN kepada
pesantren-pesantren.

��Ini kan kurang ajar. Mengapa penyaluran dana pinjaman
BUMN tidak melalui LSM atau lembaga nonpolitik. Ini kan
ada main yang tidak fair yang dilakukan Golkar,�� ujar
Sekjen DPP PAN Faisal Basri MA kepada wartawan di Jakarta
kemarin.

Faisal mengakui, temuan PAN ini berdasarkan bukti-bukti
yang cukup kuat. Misalnya, bukti transfer uang pinjaman
BUMN melalui Golkar yang dikirimkan ke sebuah pesantren.
Dia curiga, cara yang dilakukan Golkar ini semata-mata
ingin menang dalam pemilu Juni 1999 nanti. Setelah
menemukan data-data ini, PAN segera melaporkan Golkar
kepada Menko Wasbang/Pan Ir Hartarto.

Selain itu, PAN akan melapor ke Indonesian Coruption
Watch (ICW) dan lembaga-lembaga lainnya untuk menyelidiki
modus-modus operandi money politic seperti yang dilakukan
Golkar ini.

Dia mengaku, ada peraturan agar setiap BUMN menyalurkan
dana 2 persen dari keuntungannya kepada koperasi dan
pengusaha-pengusaha kecil. Tapi, yang dipertanyakan
mengapa harus menggunakan Golkar sebagai perantara.
��Mengapa harus ada perantara sebuah partai politik,
mengapa bukan LSM atau organisasi nonsimpatisan lain,
ini kan kurang ajar,�� kata orang kedua di partai
berlambang matahari itu dengan nada geram.

Meskipun tidak eksplisit, kata dia, itu menunjukkan
adanya tanda-tanda money politic dan penggunaan dana
negara untuk kepentingan partai tertentu. Yang dilakukan
Golkar ini dia nilai sama saja dengan menggunakan
fasilitas negara untuk kepentingan politik. Misinya
sudah jelas, dengan menyalurkan dana pinjaman dari
BUMN itu, Golkar akan mendapat simpatik dari masyarakat
sehingga pada saat pemilu nanti suaranya disalurkan
ke Golkar.

Apalagi, menurut Faisal, proses pemberian bantuan itu
tertutup. Seharusnya, kalau melibatkan orang ketiga,
proses pemberian pinjaman itu dilakukan secara terbuka
sehingga masyarakat bisa menilai. ��Yang mengherankan
saya, mengapa sih sebuah partai mengurusi hal-hal
seperti ini, common sense-nya kan nggak ada,�� katanya.
(gie)

Kirim email ke