Sependapat... Mungkin lebih tepat disebut sebagai bagian daripada
manuver-manuver politik dari Sri Bintang dan Bambang Triantoro,
terhadap Habibie. Kita sebagai rakyat jelata mah selalu jadi korban.
Mau Habibie, atau Sri, atau tokoh Parsendi yang jadi presiden kok
kayaknya nggak pengaruh banyak. Sayangnya sekarang itu musim
pemilu, jadi semua ya konsentrasi ke arah sana, bukan ke ekonomi
lagi. Lebih sayang lagi, rasanya tidak ada partai yg berancang-ancang
membuat program riil. Program yg ada sejauh ini dari Pak Amien Rais,
dan lagi-lagi sayangnya, lebih berbau lisptik daripada riil. Mungkin
masih pada gelagapan kali....Kita lihat saja nanti...
Kalau saya sebagai seorang ketua partai yg tergolong major, maka
saya akan kampanye bahwa saya berjanji akan menduduki jabatan
satu kali saja dan tidak akan bersedia dipilih lagi. Pada masa itu akan
saya susun kembali kelembagaan negara. Bila urusan ini dapat diselesaikan
lebih cepat dari 5 tahun, saya akan langsung menyerahkan jabatan ke wapres
karena tugas saya selesai, lalu saya melanjutkan kehidupan sbg warga
biasa.
Wis .... titik. Kalau ada yg kampanye seperti ini aku akan langsung pilih
dia,
sudah jelas dia nggak kemaruk kekayaan atau kekuasaan. Nggak perlu
sikut-sikutan kanan-kiri kayak yg lagi berlangsung sekarang ini.
DODO DOLITET wrote:
> ...hapus
>
> Saya lebih sependapat kepada Sri Bintang, bahwa di dalam kondisi yang
> semrawut seperti sekarang ini, segala sesuatu bisa terjadi dan muncul
> secara bersamaan. Yang penting adalah, bagaimana kita mengatasi
> berbagai persoalan ini dengan bijak, dan tidak justru menambah
> persoalan persoalan baru yang menyengsarakan rakyat banyak. Jangan
> sampai persoalan persoalan yang sudah ada di peruncing dan di perburuk
> dengan pertikaian interests diantara elite politik kita, karena pada
> ujung2nya, rakyat juga yang menderita.
>
> Kalau orang2 macam Bambang Triantoro, Sri Bintang, dll membuat
> pernyataan bahwa Soeharto melakukan upaya untuk mempengaruhi Habibie
> ataupun dunia internasional agar mengalihkan perhatian rakyat, itu
> merupakan pernyataan yang lebih bersifat pribadi, dan dipengaruhi oleh
> sentimen pribadi juga. Karena mereka adalah orang-orang yang
> "disakiti" pada jaman rejim Suharto. Mungkin rakyat sendiri sekarang
> ini sudah mulai tidak perduli agi dengan urusan2 semacam itu, mereka
> mungkin sudah mulai capek, muak dengan pertikaian politik diatas,
> tanpa ada penyelesaian yang konkrit yang membawa perbaikan ekonomi dan
> kehidupan rakyat kecil. Justru pertikaian itu akan memperpanjang dan
> memperburuk kondisi hidup mereka.
>
.....hapus