Saya setuju...
Kompetisi yang FAIR selama kedua belah pihak memiliki "senjata" yang sama...selama kedua belah pihak telah sama - sama menjadi PLUS...
Telkom PLUS dan Indosat PLUS menurut saya pasti akan siap menghadapi persaingan dari pemain asing yang juga ingin masuk ke Indonesia. (note : jangan dicampur aduk dengan BNI PLUS dan TAP PLUS ya...he...he.... :-))
Kesimpulan :
Pemerintah mendapat uang banyak dengan menjual Indosat PLUS, kemudian mendapat uang lagi dengan menjual Telkom PLUS...kemudian monopoli di lepas...and everybody happy ........ -- or -- .......... everybody happy ?
Dan RAKYAT pengguna jasa telekomunikasi "boleh" dirugikan karena ada RAKYAT lain yang "akan" diuntungkan.
Harusnya YLKI juga memperjuangkan Konsumen Petani, Peladang, Peternak, bukan HANYA Penelpon.... :-)
Harusnya YLKI bukan *hanya* mempermasalahkan masalah tarif....tapi efisiensi dan kontrol terhadap keuangan Telkom dan Indosat sehingga hasil dari tarif tersebut benar - benar bisa balik langsung ke masyarakat....
Kalau perlu YLKI mengkordinir masyarakat untuk membeli saham Telkom dan Indosat sehingga dalam RUPS bisa ikut menentukan jalannya kedua perusahaan tersebut
Smile,
Hadeer
----------
> From: Yusuf-Wibisono <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domestik) Demi Indosat...
> Date: 02 Februari 1999 9:23
>
> Ooo...begitu...
>
> Jadi sewaktu Indosat di jual ke Luar Negeri sebentar lagi ini, adalah
> Indosat yang sudah PLUS (Indosat plus domestik dan plus seluler dan plus
> Local dan SLJJ yang mana tarifnya sebelumnya sudah dinaikin)....
>
> Baru setelah itu Telkom di jual juga ke Luar Negeri dengan sebelumnya
> membuat Telkom menjadi Telkom PLUS (Telkom plus Seluler dan plus
> International plus Local dan plus SLJJ yang mana tariffnya JUGA sebelumnya
> sudah dinaikin)...
>
> Yw: Begitulah. Tapi pointnya di sini, bukan mengadu Indosat
> dg Telkom, melainkan: move-move tsb, cenderung adalah
> move yg sifatnya kapitalis (mementingkan pengusaha)
> dan bukan yg populis (mementingkan masyarakat banyak).
> Kata cenderungnya mohon dibaca CENDERUNG
> (ie. jangan dilupakan).
>
> Sekarang pertanyaan saya...
>
> Monopoli SLI hilang tahun 2004, Monopoli Telkom hilang tahun
> 2010....berarti ada kesempatan Indosat PLUS selama kurang lebih 6 tahun
> untuk mengejar Telkom (sebelum dia berubah menjadi Telkom PLUS)....
>
> Yw: Saya kok nggak begitu ngerti soal kejar-kejaran begini, ya.
> Kayaknya sih nggak perlu kejar-kejaran, sekarang ini yg
> betul-betul efektif sebagai barrier persaingan (menurut saya)
> hanya regulasi. Begitu itu dicabut, ya bisa langsung head to head.
> Persiapannya nggak akan lama sampai 6 tahun begitu (walopun
> misalnya krisis jalan terus).
>
> Kira - kira menurut orang telkom bagaimana....mungkin nggak Indosat Plus
> bisa mengejar Telkom sebelum akhir nya mereka berdua memiliki status PLUS
> pada tahun 2010....dan bersaing head to head....
>
> Yw: Sudah terjawab: sanggup. Jadi dua ini bisa jadi pesaing yg
> imbang (bukan berarti terus profitabilitynya sama dan pangsa
> pasar terbagi dua fifty-fifty, tentunya).
>
> Atau kira - kira Indosat PLUS bakal nggak mampu....atau Telkom sudah merasa
> ketakutan....atau ...Indosat Plus nggak akan pernah bisa head to head
> bersaing dengan Telkom....
>
> Terimakasih Bang....
>
> Hadeer
>
> Yw: Kalo soal ketakutan, mungkin sejumlah manajer yg kuper
> (baik di Indosat maupun di Telkom) ketakutan. Tapi, sebagian
> yg lain menurut saya justru udah kebelet pingin masuk era
> persaingan dari sekarang (karena gerah dg situasi monopolistis
> yg kurang oke).
>
> Masalahnya: apakah bedanya duo-poli (Indosat + Telkom),
> dengan monopoli? Menurut saya: not much alias hampir sama aja.
> Ingat keadaan duo-poli SLI (Indosat + Satelindo) sekarang ini
> (yg nantinya mungkin akan jadi trio-poli bila Telkom ikutan).
>
> Lebih kecut lagi kalo oligopoli (monopoli tapi di tangan lebih
> dari satu pihak) itu bagian tergurihnya dinikmati
> orang asing sing so... :-(
- Kenaikan Tarif Telpon (Domestik) Demi I... Yusuf-Wibisono
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Hadeer
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Yusuf-Wibisono
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Keukeu Nurjannah Abdullah
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Dom... Alexander Hutapea
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Hadeer
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Yusuf-Wibisono
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Yusuf-Wibisono
- Re: Kenaikan Tarif Telpon (Domesti... Hadeer
- Hadeer
