Mas Indi..., akseptabilitas memang belum masuk kamus Indonesia-nya
Purwodarminto.
bagusnya apa ya: soalnya yang pakai akhiran -ty, biasanya
diterjemahkan ke bahasa kita: jadi pakai ke-an, mis.: sovereignty -
kedaulatan.
apa jadi: "ke-terterima-an", "ke-terridho-an", "ketersepakatan",
"ketersetujuan"...pilih sendiri deh.
Pokoknya, saya cuma mau bilang,
"CAK NUR...the best candidate for next President!".
Faktor lainnya, ya..beliau ini orangnya kan "moderat", ide-idenya kan
cukup bisa diterima tokoh non-Islam. Kelompok diskusi PARAMADINA kan
juga sering mengundang tokoh umat non-Islam untuk memberikan
materi/ceramah. Kalaupun ada yang belum bisa menerima pemikiran Cak
Nur, itu kan ibarat umat Islam yang belum bisa "menerima" pemikiran
mendiang Romo Mangun...:-)

~yo


---Indi Soemardjan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> sori mas,
>
> "akseptabilitas" itu apaan sih? (kosakata baru?)
>
> bagaimana dengan persetujuan/pe-ridho-an/penerimaan?
>
> bay de way,
> ide anda bagus lho!
>
> tapi apa betul dia di dukung oleh kaum non islam?
>
> INDI

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke