Itulah permasalahannya,
agak susah bagi kita saat ini untuk menempatkan diri kita sendiri
karena keragaman permasalahan yang kita hadapi saat ini, sama sulitnya
dengan menilai calon pemimpin kita nanti. Kalau kita mau jadi kelompok
"great minds", kita akan terbuai oleh angan angan dan ide yang muluk2,
sehingga sering melupakan events yang sedang terjadi di masyarakat dan
hasilnya adalah, hal2 yang essensial yang sedang di hadapi oleh
masyarakat secara keseluruhan menjadi terabaikan.
Dalam hal ini, saya pribadi menilai Amien Rais dengan PAN-nya termasuk
kelompok yang great mind, mereka sering muncul dengan konsep konsep
politik mereka yang jelas dan cenderung lebih radikal. Ini juga bisa
dilihat dengan struktur organisasinya yang inklusif, dimana di
dalamnya terdapat tokoh2 handal dari berbagai golongan yang
memungkinkan PAN untuk berbuat lebih dari kelompok2 yang lain dalam
konsep2 politiknya. Sayangnya, mereka terkesan terlalu "elit" sehingga
kurang "diminati"oleh masyarakat golongan bawah.
Hal yang berlawanan telihat pada PDI perjuangan dengan Megawati
sebagai pemegang komando. Realita2 yang ada di masyarakat bawah
menjadi andalannya untuk disuguhkan sebagai "hidangan" yang menarik,
khususnya bagi masyarakat kelompok bawah. Hasilnya memang ampuh,
masyarakat "kebanyakan" melihat PDI perjuangan sebagai partai yang
lebih menjanjikan. Ditambah lagi dengan (nggak bisa dipungkiri)
keberadaan Mega sebagai keturunan Soekarno. Sayangnya, konsep politik
dan visi yang di tawarkan oleh PDI kurang jelas, bahkan Mega sendiri
sebagai pimpinan ketika ditanya wartawan tentang visinya, tidak
memberikan jawaban.
Makanya, kalau saya sendiri di tanya calon presiden kita nanti siapa?
saya juga nggak bisa memberikan jawaban. "Kucing kucing kita masih di
dalam karung" (kata Ida). Kita tentunya nggak mau milih kucing yang
masih di dalam karung, karena masih belum jelas kemampuan dan
keindahannya.
Mudah mudahan aja wakil2 kita di MPR nantinya, tidak memilih kucing
yang salah. Untuk itu, akan sangat berguna menurut saya, apabila calon
calon yang di tetapkan nanti, di minta untuk berdebat di depan publik
sebelum MPR membuat keputusan.
---Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah Bung Dodo, agak sulit kalau kita mau menempatkan diri kita
sendiri...
>
> Kalau saya melihatnya malah perlu untuk mulai melirik-lirik siapa
calon
> yang pantas. Hal yang belum jelas bagi saya, apakah calon presiden
> dan wakilnya ditentukan setelah ketahuan partai mana yg menang ataukah
> sebelum pemilu para partai ini selain membeberkan programnya juga
> menyebutkan calon unggulannya. Jaman dulu kita sudah capek gebug-
> gebugan ternyata ketiga partai dan golongan tetap memilih presiden
yg itu-itu
> juga.
>
> Pernyataan Adi Sasono yg mengisyaratkan bahwa Habibie yg akan
dicalonkan
> partainya membuat sedikit kekawatiran, jangan-jangan kejadian yg dulu
> terulang lagi. Kalau begitu masyarakat tidak perlu ambil pusing dengan
> pemilu, toh para tokoh yg merasa pantas menjadi presiden dapat
melakukan
> lobbi akhir kepada partai yg menang. Yaaa....kalau gitu kita ini
seperti
> membeli kucing dalam karung. Toh program-program yg ditawarkan
> sebelum pemilu dapat dikreasikan lagi.
>
>
> "Dodo D." wrote:
>
> > Quote of the day: "Great minds discuss ideas, Average minds discuss
> > events, Small minds discuss people."
> >
> > So, who are we..???
> >
> > ---Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Saya mau ngadain polling nih...
> > > Setelah melihat-lihat calon Presiden mendatang yang sekarang
beredar:
> > > Amien, Gus Dur, Mega, HB X...mereka memang punya dukungan yang
> > > lumayan. Cuma, dari segi "akseptabilitas", rasanya mereka tidak
akan
> > > mendapat dukungan yang mayoritas. Artinya ya...kalo satu diantara
> > > mereka terpilih, kemungkinan terjadi chaos & riots seperti
sekarang
> > > tetap terbuka. So, kemungkinan negara kita yang tetap aja kacau.
> > > Padahal, kita masih punya tokoh yang dari segi "akseptabilitas"
ini
> > > justru punya basis dukungan yang lebih besar, dan menurut saya
> > > "hampir" bisa diterima semua pihak, baik muslim, non-muslim,
> > > nasionalis, mahasiswa, NU-Muhammadiyah, etc-etc. Pokoknya, saya
yakin,
> > > dibandingkan ke-4 figur di atas, sebetulnya yang satu ini masih
lebih
> > > baik -- untuk membawa INDONESIA BARU yang MODERN, mewujudkan
> > > MASYARAKAT MADANI. Apalagi, dia tidak berpolitik praktis dengan
> > > menjadi Ketua salah satu Partai -- Intelektual yang sangat GENIUS,
> > > WAWASANNYA sangat luas & dalam, JUJUR, SEDERHANA, dapat menjadi
> > > tauladan baik dalam keluarga maupun masyarakat, ucapannya selalu
BIJAK
> > > serta dapat diterima hampir semua golongan dan kelompok massa.
> > > Pokoknya, dialah THE BEST CANDIDATE untuk Presiden mendatang.
Siapa
> > > Dia.......
> > >
>
> --
> \\\|///
> \\ - - //
> ( @ @ )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
> oooO ( )
> ( ) ) /
> \ ( (_/
> \_)
>
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com