Von: deddy priadi <[EMAIL PROTECTED]>
An: .deddy priadi <[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Montag, 15. Februar 1999 01:17
Betreff: adi - sowan rem reform
Adi Sasono Sindir Gus Dur dan Cak NunSowan ke Soeharto Ganggu ReformasiJAKARTA- Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Adi Sasono, mengingatkan kegiatan beberapa tokoh masyarakat yang sowan ke rumah mantan presiden Soeharto, meski dengan dalih silaturahmi, dapat mengganggu reformasi. "Kita tak ingin reformasi terganggu. Makanya, tokoh-tokoh masyarakat itu juga harus bisa menunjukkan keteladanannya,'' katanya, sebelum membuka Silaturahmi Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia, di Asrama Haji Pondok Gede, Minggu malam. Menurut dia, kegiatan sowan yang artinya berkunjung ke orang yang lebih dihormati, tentu saja bisa mengganggu reformasi. Sebab, dalam pertemuan tersebut akan terjadi kompromi yang mengaburkan antara yang benar dan salah, atau antara yang hak dan batil. Adi yang juga Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil, dan Menengah, mengemukakan hal itu saat menanggapi aksi sejumlah tokoh yang sowan ke rumah Soeharto, Jalan Cendana Jakarta. Tokoh-tokoh yang disindirnya antara lain Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, mantan ketua umum HMI dr Sulastomo MPH, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, dan beberapa tokoh lainnya. Menurut Adi, orang yang salah harus dihukum, dan jangan dibiarkan masalah ini berlarut-larut lantaran ada usaha-usaha yang ingin memperbaiki citra Soeharto di mata masyarakat. "Bangsa Indonesia ingin segera keluar dari masalah Pak Harto, agar proses reformasi bisa berjalan sebagaimana mestinya,'' kata salah seorang ketua DPP Golkar itu. Keluarga Cendana Ditanya soal dugaan money politics yang dilakukan oleh Keluarga Cendana kepada parpol dan beberapa kekuatan, agar mereka membela Soeharto, Adi Sasono mengatakan, secara teoretis hal itu bisa terjadi, meski masih perlu dibuktikan secara konkret. Dia juga membantah, dana yang digulirkan dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan upaya money politics agar rakyat memilih Golkar dalam Pemilu mendatang. Sedangkan mengenai tuduhan dirinya merupakan dalang dalam serangkaian kerusuhan di Tanah Air, dia hanya mengatakan, secara akal sehat tidak mungkin orang yang berada di dalam kekuasaan melakukan kerusuhan. Adi menambahkan, pada era Orde Baru terdapat persekongkolan antara penguasa dan para pengusaha besar yang menguasi perekonomian. Dia mengaku tidak bersikap antikonglomerat, tidak anti-Cina, bahkan sudah kerja sama dengan para pengusaha besar guna meningkatan kinerja pengusaha kecil dan menggerakkan ekonomi rakyat secara berkeadilan. "Kalau saya dituduh berada di balik kerusuhan, sebenarnya mereka yang menuduh itu yang mendalanginya,'' kata Adi Sasono. (ant-48t) |
