Bung Deddy dan rekan Permias@,
Untuk pertama kalinya saya agak setuju dengan pendapat
dari Pak Adi Sasono...........
Beliau memang betul, siapa yang bersalah wajib dihukum,
jangan diberi kesempatan. Siapa yang terlibat KKN dengan
jelas, terlibat Mobnas, IPTN (masih ingat Perjanjian IMF?)
dan lain2 nya, seharusnya dilakukan peradilan secepatnya.
Nah, siapa saja yang terlibat praktek KKN selama ini ?
Ex Presiden dan ex pembantunya atau wakilnya mungkin ?

Sesuai dengan himbauan Adi Sasono, ini harus dilakukan
secepatnya ! Ya..., segera ! Sesegera mungkin.....
Agar proses Reformasi bisa berjalan mulus. Apakah ini
artinya Pemilu dipercepat ? Apakah ini berarti Pemerintahan
saat ini harus segera diganti ??

Salam,
bRidWaN (dengan muka dogolnya)
================================================================
At 05:19 15/02/99 +0100, deddy priadi wrote:
Adi Sasono Sindir Gus Dur dan Cak Nun
Sowan ke Soeharto Ganggu Reformasi

JAKARTA- Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
(ICMI) Pusat, Adi Sasono, mengingatkan kegiatan beberapa tokoh masyarakat
yang sowan ke rumah mantan presiden Soeharto, meski dengan dalih silaturahmi,
dapat mengganggu reformasi.

"Kita tak ingin reformasi terganggu. Makanya, tokoh-tokoh masyarakat itu juga harus
bisa menunjukkan keteladanannya,'' katanya, sebelum membuka Silaturahmi
Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia, di Asrama Haji Pondok
Gede, Minggu malam.

Menurut dia, kegiatan sowan yang artinya berkunjung ke orang yang lebih dihormati,
tentu saja bisa mengganggu reformasi. Sebab, dalam pertemuan tersebut akan
terjadi kompromi yang mengaburkan antara yang benar dan salah, atau antara yang
hak dan batil.

Adi yang juga Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil, dan Menengah, mengemukakan
hal itu saat menanggapi aksi sejumlah tokoh yang sowan ke rumah Soeharto,
Jalan Cendana Jakarta. Tokoh-tokoh yang disindirnya antara lain Ketua Umum PBNU
KH Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, mantan ketua
umum HMI dr Sulastomo MPH, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, dan beberapa
tokoh lainnya.

Menurut Adi, orang yang salah harus dihukum, dan jangan dibiarkan masalah ini berlarut-
larut lantaran ada usaha-usaha yang ingin memperbaiki citra Soeharto di mata masyarakat.
"Bangsa Indonesia ingin segera keluar dari masalah Pak Harto, agar proses reformasi
bisa berjalan sebagaimana mestinya,'' kata salah seorang ketua DPP Golkar itu.

Keluarga Cendana

Ditanya soal dugaan money politics yang dilakukan oleh Keluarga Cendana kepada
.............................deleted.................................................

Kirim email ke