Akh, terlalu mengada-ada kalo bilang tidak punya komando operasional
atas apapun. Walaupun Pangkostrad, beliau ini kan jelas bekas danjen
kopassus, lagipula siapa sich yang berani sama dia di ABRI saat itu.
Jend. Wiranto saja harus lirak kiri-lirak kanan dulu baru bertindak.
Kita memang perlu mendengarkan tetapi lebih perlu lagi memahami apa yang
sedang terjadi.
Habibie itu jelas masih takut dan sungkan sama pak harto. Kalo prabowo
menjelaskan ke habibie, saya yakin diterima dengan baik. Masalahnya kan,
apakah diterima sama pimpinan ABRI yang lain???
Namanya juga lagi periode rebutan kekuasaan. Sekarang saja kompetisinya
lagi tinggi, apalagi kalo prabowo masuk bursa pimpinan, makin susah dong
peluangnya :)

Andrew G Pattiwael wrote:
>
> Dalam kehidupan berdemokrasi, kita harus juga mendengarkan pendapat atau
> keterangan berbagai pihak. Salah satunya adalah keterangan pembelaan diri
> Bapak Prabowo, mantan Pangkostrad, Letnan Jendral TNI Angkatan Darat,
> Purnawirawan, yang dikirim oleh Beliau dari tempat sementaranya di Amman,
> Jordania. Text diambil dari Detik.com
>
> ************************************************************************
> detikcon, Jakarta - Letjen (purn) Prabowo
>                                          Subianto yang saat ini berada di
> Amman,
>                                          Yordania, mengeluarkan
> keterangan pers.
>                                          Dalam keterangan pers ini Prabowo
>                                          membantah tuduhan yang
> dilontarkan oleh
>                                          presiden Habibie. Keterangan
> pers ini
>                                          dibacakan di ruang Voyage,
> Ballroom Hotel
>                                          Regent Jakarta Jumat sore
> (19/2/1999).
>
>                           Jumpa pers ini tak pelak lagi mengundang
> perhatian wartawan.
>                           Tak kurang dari seratus wartawan hadir pada
> acara ini. Memang
>                           Prabowo tentu saja tidak hadir sendiri. Ia
> diwakili oleh ketua
>                           KISDI Achmad Soemargono, Direktur IPS Fadli
> Zon, Farid
>                           Prawira Negara dan Yanus Hutapea. Mereka
> berempat hadir
>                           sebagai sahabat Prabowo dan juga sahabat
> keluarga Soemitro
>                           Djojohadikusumo.
>
>                           Menurut Yanus Hutapea, saat ini Hasyim S.
> Djojohadikusumo,
>                           adik kandung Prabowo saat ini sedang berada di
> Australia.
>                           Sedangkan ayah Prabowo, Prof. Dr. Sumitro
> Djojohadikusumo,
>                           sejak 12 Mei 1999 sedang berada di Eropa.
>
>                           Yanus mengungkapkan bahwa Sumitro dan Hasyim
> merasa
>                           sangat prihatin dan terpukul atas pemberitaan
> dan persepsi salah
>                           terhadap Letjen TNI Prabowo Subianto. Mereka
>                           mengharapkan Habibie akan mengetahui hal yang
> sebenarnya
>                           dari pernyataan tertulis Prabowo. Kalau perlu
> Prabowo
>                           dipanggil lansung untuk klarifikasi.
>
>                           Keterangan Prabowo untuk menjawab tuduhan
> Presiden BJ
>                           Habibie bahwa ia mengepung rumah Habibie,
> terdiri dari 4
>                           halaman. Di situ Prabowi bicara panjang lebar.
> Di bawah ini
>                           penjelasan lengkap dari Prabowo tersebut:
>
>                           Saya ingin menyampaikan tanggapan saya atas
> berbagai
>                           pernyataan akhir-akhir ini, terutama yang
> menyangkut
>                           tentang peranan saya dalam pengerahan pasukan
> pada
>                           rangkaian kejadian antara 12 Mei 1998 sampai
> dengan 22
>                           Mei 1998 di Ibukota, sebagai berikut:
>
>                           1. Semua pengerahan dan penempatan pasukan yang
>                           berada di bawah komando saya pada saat yang
> dimaksud
>                           (tanggal 12 Mei 1998 sampai dengan 22 Mei 1998)
> telah
>                           dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang
> berlaku,
>                           dilaksanakan sepenuhuya dibawah kendali Panglima
>                           Komando Operasi Jaya, yaitu Pangdam Jaya,
> Komandan
>                           Garnisun Ibukota.
>
>                           Semua pengerahan pasukan dilaporkan kepada
> komando
>                           atas. Laporan situasi di laporkan terus-menerus
> kepada
>                           komando atas, dan pengendalian pengerahan
> pasukan
>                           dilaksanakan melalui sebuah Posko yang
> diselenggarakan
>                           oleh Komando Operasi Jaya, dimana semua Asisten
> Operasi
>                           dari seluruh Komando Utama Operasi yang berada
> di
>                           jajaran Garnisun Ibukota hadir sendiri atau
> mengirim
>                           wakilnya.
>
>                           2. Saya selaku Panglima Kostrad tidak memiliki
> wewenang
>                           komando operasional atas apapun. Terhadap
> pasukan
>                           Kostrad pun saya tidak memiliki wewenang komando
>                           operasional. Tugas Panglima Kostrad hanya
> menyiapkan
>                           dan menyediakan pasukan secepat mungkin kepada
>                           komando pengguna dalam hal ini adalah Komando
> Operasi
>                           Jaya, sesuai dengan petunjuk dari pimpinan
> ABRI. Hal ini
>                           sudah menjadi sistem komando dan pengendalian
> di jajaran
>                           ABRI sejak belasan tahun.
>
>                           3.Pada rapat yang dipimpin oleh Bapak Panglima
> ABRI
>                           Jenderal TNI Wiranto pada 14 Mei 1998 sekitar
> jam 21.30
>                           di Markas Komando Garnisun Ibukota, telah
> diberikan
>                           tugas pengawasan kepada beberapa Panglima KOTAMA
>                           OPS ABRI yang ada di Ibukota dalam rangka
> mendukung
>                           tugas PANGKOOPS JAYA. Antara lain Panglima
> Kostrad
>                           diberi tugas membantu pasukan yang mengamankan
>                           obyek-obyek vital di Ibukota. Komandan Korps
> Marinir
>                           membantu pasukan yang mengamankan
>                           kedutaan-kedutaan besar asing, serta Komandan
> Jenderal
>                           Kopassus membantu pasukan yang mengamankan
> Presiden
>                           dan Wakil Presiden.
>
>                           4.Sesuai dengan prosedur tetap pengamanan
> Ibukota yang
>                           selama ini berlaku dan juga sesuai dengan
> berbagai
>                           perintah-perintah operasi yang dikeluarkan pada
> saat itu,
>                           dalam keadaan genting pasukan Kopassus
> bertanggung
>                           jawab atas keamanan dan keselamatan Presiden
> dan Wakil
>                           Presiden. Hal ini telah berkali-kali dilakukan
> sebelum
>                           kejadian bulan Mei 1998, yaitu sebagai contoh
> pada
>                           Peristiwa 27 Juli 1996, pasukan Kopassus
> ditempatkan
>                           mengamankan Istana, kediaman Presiden dan Wakil
>                           Presiden. Dalam rangka pengamanan, posisi
> pasukan selalu
>                           mengelilingi obyek yang diamankan, di luar
> lingkaran yang
>                           pertama yang dilakukan oleh Pasukan Pengamanan
>                           Presiden.
>
>                           5. Jadi jelas bahwa semua penempatan dan
> pengerahan
>                           pasukan pada saat-saat yang dimaksud adalah
> justru untuk
>                           mengamankan semua obyek vital dan terutama
>                           keselamatan Presiden dan Wakil Presiden.
>
>                           6. Menjelang tanggal 20 Mei 1998, telah tersiar
> berita
>                           bahwa akan ada gerakan massa sebanyak 1 juta
> orang ke
>                           arah Lapangan Monas. Juga terbetik berita bahwa
> akan
>                           ada gerakan ke arah kediaman Presiden Soeharto
> di
>                           Cendana. Secara logispun terdapat ancaman
> terhadap
>                           keselamatan Wakil Presiden di Kuningan. Pada
> rapat
>                           malam hari tanggal 19 Mei 1998 jam 21.00 di
> Markas
>                           Besar ABRI di Medan Merdeka Barat, oleh Bapak
> Pangab
>                           Jenderal TNI Wiranto yang memimpin rapat
> tersebut,
>                           ditegaskan dengan sangat jelas dan
> berkali-kali, bahwa
>                           tidak boleh satu orang pun massa yang masuk ke
> Lapangan
>                           Monas ataupun kediaman Presiden Soeharto di
> Jalan
>                           Cendana. Karena itu, saya telah mengusulkan
> kepada
>                           rapat, juga kepada Bapak Pangab langsung
> penggunaan
>                           kawat-kawat berduri sehingga seandainya memang
> ada
>                           gerakan massa, dapat dihindari kontak langsung
> antara
>                           aparat dan massa.
>
>                           7. Tidak pemah terlintas dalam pikiran dan hati
> saya untak
>                           melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan
> konstitusi.
>                           Ratusan perwira dan ribuan prajurit yang pernah
> saya
>                           pimpin di berbagai satuan menjadi saksi bahwa
> saya selalu
>                           mengajarkan pada setiap kesempatan santi aji,
> ceramah,
>                           briefing, maupun pada apel-apel dan
> parade-parade, serta
>                           dalam setiap jam-jam komandan, untuk
> selalu-menjunjung
>                           tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
>                           Kesatuan Republik Indonesia 1945. Saya selalu
>                           mengajarkan untuk menegakkan Sapta Marga dan
> Sumpah
>                           Prajurit. Sesungguhnya perwira-perwira dan
>                           prajurit-prajurit ABRI yang pernah saya pimpin
> hampir
>                           semuanya adalah pribadi-pribadi yang dewasa,
> patriotik,
>                           selalu rela berkorban demi bangsa dan rakyat
> kita. Sangat
>                           sulit bagi mereka untuk diajak melakukan
> tindakan yang
>                           tidak sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah
> Prajurit,
>                           terutama untuk melanggar konstitusi yang sah.
>
>                           8.Untuk menjernihkan keadaan, mungkin perlu
> dilakukan
>                           pengecekan langsung kepada puluhan perwira dan
> ratusan
>                           prajurit yang ditempatkan di titik-titik
> penting di Ibukota,
>                           terutama yang mengamankan Presiden dan Wakil
> Presiden
>                           (yang kemudian pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi
>                           Presiden). Mungkin perlu ditanyakan kepada
> mereka, apa
>                           perintah yang telah mereka terima, siapa yang
> memberikan
>                           dan sebagainya. Saya yakin akan jelas bahwa
> semua
>                           penempatan tersebut adalah justru untuk
> mengamankan
>                           dan menjaga keselamatan Presiden dan Wakil
> Presiden
>                           (yang kemudian menjadi Presiden pada tanggal 21
> Mei
>                           1998).
>
>                           9.Saya justru sangat sedih dengan munculnya
> persepsi
>                           bahwa saya berbuat mengancam keselamatan
> Presiden B.J.
>                           Habibie, seorang yang sejak lama saya kagumi
> dan seorang
>                           tokoh yang selalu saya junjung tinggi dan saya
> bela di
>                           banyak kesempatan umum maupun tertutup, di
> hadapan
>                           ratusan perwira maupun kalangan sipil.
>
>                           Rasanya sulit membayangkan bagi saya untuk
> berbuat
>                           negatif terhadap seorang yang telah lama saya
> kagumi, dan
>                           yang telah saya anggap seperti orang tua saya
> sendiri. Pada
>                           tanggal 21 Mei 1998 dinihari, kurang lebih jam
> 02.00,
>                           puluhan tokoh dari kurang lebih 44 ormas,
> menanyakan
>                           kepada saya tentang sikap saya atas terbetiknya
> berita
>                           bahwa Presiden Soeharto akan mengundurkan diri.
>
>                           Di hadapan puluhan tokoh tersebut saya
> menyampaikan
>                           bahwa saya mendukung proses konstitusional, dan
> secara
>                           konstitusional Bapak Wakil Presiden B.J. Habibie
>                           seharusnya menggantikan Bapak Presiden Soeharto,
>                           apabila Bapak Presiden Soeharto berhenti atau
>                           berhalangan. Jadi sungguh menyedihkan bagi diri
> saya
>                           bahwa telah muncul persepsi yang sangat
> berlawanan
>                           dengan kenyataan yang sebenarnya. Saya sungguh
>                           berharap bahwa dapat muncul sikap yang arif dan
>                           bijaksana agar dapat diluruskan
> persepsi-persepsi yang
>                           menurut keyakinan dan hati nurani sangat
> keliru.
>
>                           10.Seluruh hidup saya sebagai prajurit ABRI
> telah saya
>                           curahkan untuk kepentingan dan kehormatan
> bangsa dan
>                           negara, serta keselamatan seluruh rakyat
> Indonesia.
>                           Ratusan perwira dan ribuan prajurit ABRI yang
> pernah
>                           bertugas bersama saya selama 24 tahun, serta
> ribuan
>                           pejuang-pejuang sipil yang telah berjuang dan
> berkorban
>                           demi Merah Putih bersama saya di berbagai
> tempat saya
>                           yakin akan menjadi saksi bagi saya.
>
>                           Demikian keterangan yang saya buat. Semoga dapat
>                           menjelaskan berbagai masalah yang dipersoalkan.
>
>                           Amman, 19 Februari 1999
>                           PRABOWO SUBIANTO
>                           Leman Jenderal TNI Purn.

Kirim email ke