Saudara-saudara sekalian:
     Membaca tulisan Emha Ainun Nadjib yang dikirimkan oleh Bung
Rosadi, saya jadi bertanya-tanya dan berpikir-pikir dan
terheran-heran. Dari tulisan itu, tersurat dan tersirat betapa besar
rasa frustrasi beliau sebagai Muslimin atas ketidakadilan dunia
terhadap Islam.  Dan rasa frustrasi semacam  ini sebenarnya tidak
hanya monopoli perasaan Emha tapi juga banyak Muslimin yang lain
seperti Achmad Sumargono.  Dalam posting ini, saya ingin pendapat
rekan-rekan apakah ketidak adilan dunia itu hanya dirasakan oleh umat
Islam atau juga umat yang lain?  Apakah ketidak adilan itu
dipraktekkan oleh umat agama satu terhadap yang lain? Ataukah ketidak
adilan itu dirasakan oleh semua pihak?  Bila demikian siapa pelaku
ketidak adilan itu?
     Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam (di KTP,
tapi apakah benar sebagai penganut sukar di ukur)menurut saya banyak
mempraktekkan budaya Islam.  Pembacaan doa setiap Upacara Bendera tgl
17 Agustus di Instansi Penmerintah di Jawa selalu doa cara Islam (Ada
yang tahu bagaimana kalau di Irian atau Ambon yang mayoritas Kristen
atau Bali yang mayoritas Hindu?).  Pembacaan doa usai sekolah di
sekolah Negeri juga ragam Islam.  Saya kira sampai sekarang tidak ada
protes dari yang bukan Islam.  Belakangan ini memang banyak pertemuan
antar umat berbeda agama dan mengakhiri pertemuan dengan doa dari
bermacam-macam agama. Jam kerja di kantor pemerintah juga berakhir jam
11 pada hari Jum'at untuk Shalat Jumat.  Kalau ada kantor swasta yang
ngadain rapat pada jam shalat jum'at  itu memang tidak perasaan.  Ini
bisa diatur dengan mudah dengan undang-undang yang ada sanksinya.
jadi dengan undang-undang itu pihak swasta harus beristirahat pada
waktu Shalat Jumat dsb (pabrik tidak bisa berhenti mesin
sewaktu-waktu, ini perlu dipertimbangkan).
     Lalu AS vs Iraq, apakah benar AS menganggap yang salah adalah
Islam?  Setahu saya AS menyalahkan Saddam bukan Islam.  Kalau
menyalahkan Islam, mengapa membantu Kuwait dan Arab Saudi waktu
diserang Iraq?  Omong-omong tentang Kristen dan AS, mayoritas orang
Amerika adalah sekuler dan lebih berpegang pada hukum daripada Agama.
Kristen fundamentalis juga ada di Amerika yaitu di negara-bagian
negara-bagian di Selatan seperti Arkansaa, Oklahoma dll.  Kristen
fundamentalis ini juga mirip Islam fundamentalist yang menganggap
orang lain tidak benar dan tidak akan masuk surga dan ajaran lain
adalah sesat.  Ini hanya minoritas.  Bahkan sekte tertentu yang
berhaluan keras juga ditindak oleh pemerintah, ingat  Waco, Texas yang
dibumi-hangus oleh Janet Reno?  Pemerintah Amerika juga menghormati
seluruh agama, Hilary Clinton juga mengucapkan selamat Berpuasa kepada
Umat Islam.  Namun ada benarnya bahwa citra Islam di AS tidak terlalu
bagus.  Sebab citra suatu aliran atau agama atau etnis selalu
ditunjukan oleh perilaku orang-orang yang mengaku menganut agama atau
aliran tersebut.  Nah di AS yang mengaku Islam adalah Nation of Islam
yang kegiatannya lebih banyak menyebarkan bibit kebencian terhadap
orang Jahudi dan orang kulit putih.  Tahukah bahwa Malcom X baru tahu
bahwa pemeluk Islam bukan hanya orang kulit hitam waktu dia
menjalankan Ibadah Haji? Banyak orang Indonesia selalu mengira bahwa
AS adalah Kristen, Barat adalah Kristen.  Apa benar? Menurut saya
tidak.  Barat dan Amerika itu sekular, kapitalis, hedonis tapi juga
humanis, tidak fasis, menghargai hak asasi pribadi sepenuhnya.  Orang
amerika tidak mementingkan agama, tapi sangat nasionalis, mementingkan
bangsa dan negaranya sendiri lebih dari segala sesuatu.  Orang Amerika
tidak terlalu tergila-gila dengan produk luar negeri seperti juga
orang Jepang lebih suka jeruk Jepang dari pada Jeruk Amerika, tapi
orang Indonesia tidak merasa gaya kalau tidak makan apel Australia,
durian Bangkok, ngomong dicampuri bahasa Inggris, Arab dsb padahal
Indonesianya, Inggrisnya atau Arabnya juga tidak becus.
     Belanda jajah Indonesia selama 350 tahun tapi bukan Kristen yang
salah? Siapa bilang begitu? Saya kira ini adalah kesombongan orang
Kristen jaman dahulu.  Seperti juga agama yang membiarkan perbudakan,
jaman sekarang mana ada perbudakan dihalalkan?  Orang kristen datang
ke Amerika dan membantai penduduk asli (yang secara salah disebut
Indian)karena para pendeta Kristen menganggap mereka menyembah setan
dengan upacara pengorbanan perawan.  Galileo dipacung hanya karena
pendapatnya bertentangan dengan kepercayaan Gereja.  Apa pelajaran
yang dapat ditarik dari semua itu? Tak ada yang namanya mutlak,
kebenaran mutlak itu tidak ada. Ingat hukum ketidak-pastian
Heisenbergh? Bisa benda bisa energi.
     Saya juga sangat heran kenapa Kristen dan Islam selalu
dipertentangkan? Padahal keduanya mirip sekali. Kedua agama ini jauh
lebih mirip satu dengan yang lain daripada dengan Hindu atau Budha.
Inti ajaran Kristen dan Islam pada dasarnya 100% sama.  Doa utama
dalam Islam adalah Al Fatihah dan doa utama orang Kristen seperti yang
di ajarkan oleh Jesus adalah Doa Bapak Kami.  Coba ditulis sebelah
menyebelah kedua macam doa ini, Anda akan terheran-heran atas
kesamaannya. Pakaian suster kan juga mirip dengan jilbab yang intinya
menutup rambut, bahkan Pasturpun menutup auratnya. Kantor Partai
Keadilan punya ruang tunggu untuk wanita terpisah dari yang untuk
Pria.  Sekolah Katolik jaman dulu juga memisahkan  kelas putra dari
kelas putri.
     Saya tidak begitu yakin akan pernyataan bahwa umat Islam
mayoritas maka harus mengalah karena kalau tidak itu namanya diktator
mayoritas. Ada yang bisa memberi contoh kasusnya? Kalau keturunan Cina
berani melawan berkelahi dengan orang Jawa dan berakibat seluruh orang
cina dibakar tokonya memang pernah terjadi di th 1980 di Jatim dan
Jateng. nampaknya aturan main antara mayoritas dan minoritas memang
harus ditulis. SARA memang perlu disadari dan tidak diingkari
keberadaannya.  Tujuan untuk menciptakan masyarakat buta-warna tak
akan tercapai bila antara warna-warna yang berbeda itu juga tergabung
perbedaan sosial ekonomi dan lain-lain.
    Kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah yang sebenarnya
diinginkan oleh beberapa orang Islam itu terhadap Indonesia ini?
Mengubah budaya Indonesia (Jawa, Sumatra, Bali dsb) seperti budaya
Islam atau Arab? (Bagaimana membedakan budaya Arab dan Islam? Di
India, kalau mau beragama Hindu harus punya Kasta, karena itu orang
yang tidak masuk kasta tidak bisa Hindu dan akhirnya jadi Islam atau
Kristen.  Bali adalah satu satu orang selain India yang Hindu.  Agama
Judais juga hanya milik orang Jahudi, jadi jangan anggap orang Jahudi
orang Kristen.  Orang Jahudi masih menantikan nabi terakhir mereka).
Islam dan Kristen dan Budha dan Hindu di Indonesia sebenarnya
statusnya sama yaitu agama pendatang.  Karena itu pemeluk-pemeluknya
adalah orang-orang yang berubah agama (converted).  Kepercayaan asli
Indonesia sebenarnya adalah animisme dan dinamisme, karena itu
perdukunan tetap laris, pertahyulan juga laku (Orang Amerika juga suka
Phsycic Hotline).  Karena itu kejawen menyusupi Islam.  Dan untuk
menerapkan Islam secara murni akan sangat sulit karena itu menyangkut
perubahan budaya, karena itu harus fleksibel.  Karena itu wayang orang
 Hindu jadi sarana siar agama Islam.  Seperti juga Paus tidak setuju
KB tapi gereja Indonesia setuju KB.  Perlu disesuaikan dengan kondisi
setempat. Karena memangnya Paus akan ngasih makan anak kelaparan
dengan janji masuk surga pada orang tuanya, atau nomboki pemerintah
yang  utang untuk beli beras?
     Apakah benar orang Kristen menilai Islam secara subyektif sesuai
sudut pandang meraka tanpa membaca Al Quran?  Secara teoritis, karena
Islam datang sekitar 400 th setelah Kristen, maka Muhammad tidak ada
dalah Alkitab, tapi sebaliknya Isa ada dalam Al Quran.  Karena itu,
umat Islam bisa menilai Kristen dengan membaca Al Quran (membaca Al
Imran, kalau saya tak salah).  Bila perlu mengkritik habis-habisan
dengan membandingkan Alkitab dengan Injil Barnabas.  Bahkan dengan
jelas disebutkan bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan
yang sebenarnya adalah kritik terhadap ajaran Trinitasnya Kristen. Di
sini sebenarnya  Islam menganggap bahwa Kristen itu musryik karena
menyekutukan Allah.  Tapi bukankah agamamu adalah agamamu dan agaku
adalah agamaku, karena itu tidak perlu beradu argumentasi mana yang
lebih benar dan lebih berhak hidup di dunia ini.  Tidak perlu
berargumentasi mana yang lebih asli mana yang lebih diridhoi, mana
yang lebih masuk akal mana yang lebih sempurna dsb.  Yang penting
adalah satu nusa satu bangsa.
     Kesimpulannya, saya sedikit kecewa dengan Emha sebagai mana saya
sedikit kecewa dengan Nurcholis Madjid yang ternyata masih berfikir
adanya kelompok-kelompokan dan satu kelompok lebih demikratis dari
yang lain.  Sebelumnya saya menganggap tokoh-tokoh ini sudah mencapai
tingkat humanist sebagai kesadaran moral tertinggi menurut kerangka
Rick Erickson.  Tapi anehnya kefrustrasian mereka hanya mereka
ungkapkan bila diwawancari oleh media Islam, bukan media Nasional.
Mudah-mudahan kefrustrasian mereka hanya sekedar kefrustrasian sesaat
dan pernyataan mereak hanya sebagai rasan-rasan kepada keluarganya
sendiri atau untuk kalangan terbataslah.  Kejengkelan sering membuat
kita inginmelalukan sesuatu yang tidak baik, tapi biarpun niat jahat
itu bisa dibilang dosa, asal kita berhasil mengurungan niat itu dengan
kesadaran akal budi maka itu bukan dosa tapi malah pahala.  Sebab
orang yang tidak pernah berbuat  jahat karena memang tidak mengenal
apa itu jahat sebenarnya tidak pernah mendapat tantangan.
     Saya mengharpakan tanaggapan saudara-saudara sekalian terutama
tentang apakah perasaan Emha adalah perasaan yang umum dirasakan umat
Islam?

Wassalam,
Panut Wirata




---Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Berikut ini saya teruskan email yang masuk di Milis Bincang@......
>
> Salam
> Mohamad Rosadi
> Virginia
>
>
>
> >---------------------------------------------------------------------
> >                    Saya Anti Demokrasi
> >
> >oleh : Emha Ainun Nadjib
> >
> >Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek,
> >dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya
> >diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan
> >yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib
> >kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan
> >mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya
> >Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar
> >namaya.
> >Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina
> >banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein
> >nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah
> >Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat
> >jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah
> >bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero
> >Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara
> >yang salah pasti adalah Islam.
> >"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama
> >dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro
> >dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam.
> >Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites
> >terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.
> >Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh
> >peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang
> >membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat
> >atas kesunyatan Islam.
> >Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan
> >previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca
> >Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan
> >dengan menilai dari sudut pandang mereka.
> >Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa
> >melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan
> >diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap
> >kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut
> >itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam
> >juga menilai Islam.
> >Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik,
> >yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun
> >memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir.
> >Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro
> >dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya
> >ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."
> >Lho kok Arab bukan etnis?
> >Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab
> >tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam.
> >Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia
> >Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.
> >Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan
> >mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King
> >mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya.
> >Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti
> >primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak
> >memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban
> >dunia.
> >Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang
> >ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam,
> >telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang
> >atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu
> >jutaan ummat Islam. Kecurangn atas Islam dan Kaum Muslimin itu
> >bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau
> >terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban
> >yang dominan dan tak ada kompetitornya. "Al-Islamu mahjubun
> >bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam
> >sendiri.
> >Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada
> >suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah
> >Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi
> >penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang
> >pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab
> >kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu
> >untuk peperangan di masa depan.
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>



_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke