Assalamualaikum wr.wb

Kukuh wrote:

---------------------------deleted------------------------------------
Sekarang >kita melihat ada yang memposting berita Ambon dari sudut
pandang gereja/pemuka >agama kristen, ada yang memposting berita yang
bersumber dari masjid-masjid.
>Semuanya benar, menurut sudut pandang masing-masing. Alangkah lebih
bijaksananya >kalo kita mau mengikuti seluruh berita tanpa pandang
sumbernya, dengan begitu >kita bisa berdiskusi dengan lebih menguasai
masalah.

Berita dari sumber mana saja tentu akan menambah informasi bagi kita
semua. Namun tingkat kepercayaan terhadap suatu berita, tentu berpulang
kembali kepada para pembacanya. Setiap orang tentu mempunyai penilaian
tersendiri terhadap berita yang diterimanya, yang sangat mungkin berbeda
satu dengan lainnya. Tidak menjadi masalah berita dari sumber mana yang
harus dipercayai, karena seseorang pastinya mempunyai alasan tertentu
dalam memilih dan memilah berita yang dianggapnya mendekati kebenaran.
Kepercayaan terhadap satu sumber berita tertentu kan tidak lantas
membuat suatu diskusi menjadi hambar dan tidak berkualitas. Kualitas
suatu diskusi menurut saya lebih ditentukan oleh pribadi-pribadi para
perserta diskusi tersebut, bukan pada pemihakan terhadap suatu sumber
berita. Walaupun dikatakan tidak memihak...kalau pribadi-pribadi yang
berdiskusi "tidak baik",tidak menghargai orang lain,tidak bisa menerima
perbedaan, ya sudah..., bakalan kacau balau deh diskusinya. Apalagi kalo
menganggap pendapatnyalah yang paling benar...nah ini yang berbahaya.

Kukuh wrote:
>Mari kita berdiskusi dengan kepala dingin dan hati bersih.

Mariiiiiiiiiiiiiiiiii....................:-)

Kukuh wrote:
>Apa saya orang Islam yang bener2 Islam kalo saya tidak memihak Islam
secara fanatik?

Tingkat keIslaman seseorang itu hanya hanya Allah swt dan orang itu
sendiri yang tau. Indikatornya tentu terletak tingkat ketaatan orang
tersebut dalam menegakkan ajaran-ajaran Islam, sesuai dengan tuntunan
Rasulullah saw. Itulah sebabnya rasulullah saw sangat menganjurkan
umatnya untuk menghitung-hitung amalan yang telah diperbuat.., apakah
hari ini lebih baik baik, lebih buruk, atau sama saja dengan hari
kemarin.

 Tidak memihak Islam secara fanatik..? wah saya kok jadi kurang mengerti
ni. Menjadi seorang muslim kan sudah berarti mendeklarasikan adanya
"pemihakan" terhadap agama,cara hidup, aturan hidup,pemikiran,dan
pandangan, berdasarkan suatu nilai tertentu. Sedangkan fanatik kalo
tidak salah berarti suatu keteguhan sikap untuk mengikuti dan
mengamalkan dengan sungguh-sungguh seluruh ajaran atau nilai yang telah
dipilih tadi, dimanapun,kapanpun,dan dalam keadaan bagaimanpun juga.
Dalam istilah Islam-nya mungkin lebih dikenal dengan kata "ISTIQOMAH".
Jadi kalo kita mengatakan "tidak memihak Islam secara fanatik", tentu
akan rancu jadinya. Disatu sisi kita telah menyatakan "keberpihakan"
kita kepada suatu nilai(Islam), sementara disisi lain ada semacam "rasa
curiga","ragu-ragu", dan "ketakutan"  terhadap "nilai" yang telah
dipilih tsb. Semacam ada perasaan bahwa "nilai" tersebut akan membawa
suatu akibat buruk bagi dirinya..., yang membuatnya
"tidak PEDE" dan "kurang nyaman" dengan nilai yang dianutnya itu...:-)

Nah.., gimana kalo kita ganti kata-kata "tidak memihak Islam secara
fanatik" dengan "tidak beramal dengan ilmu"..? tentu akan lebih tepat
rasanya.Karena dalam Islam, segala amalan yang dikerjakan akan sangat
besar pahala dan dampaknya jika dilandasi dengan ilmu. Jadi seseorang
yang mengaku muslim dan beriman hendaknya senantiasa mempelajari dan
mengkaji ajaran Islam dengan selalu berpatokan pada Al-qur'an dan hadits
nabi saw, sehingga dia mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang jelas
tentang ajaran tersebut. Dari ilmu dan pengetahuan yang jelas
menumbuhkan rasa keyakinan (iman) yang semakin menguat dihatinya,
sehingga lahirlah amalan-amalan yang BENAR dan diridhoi oleh Allah swt.
Dan akhirnya dengan ilmu yang jelas,iman yang kuat,dan amalan yang
benar,akan membawa "perubahan besar" dalam dirinya yang tercermin dari
tingkah laku,perkataan,dan perbuatannya yang selalu berlandaskan pada
Al-qur'an dan hadits. inilah yang disebut dengan MUTTAQIEN (orang yang
bertakwa), suatu tingkatan atau derajat yang paling tinggi dai seoerang
muslim.

Nah jadi sekarang pertanyaannya akan lebih mudah dijawab:
"apakah saya orang Islam yg bener Islam kalo saya tidak beramal dengan
ilmu..? jawabannya: belum sempurna keIslamannya! Karena apa..? karena
amalannya sering tidak ada dasarnya, kebanyakan ikut-ikutan saja. Amal
yang model begini inilah yang terkadang berbahaya. Sebagai contoh simple
saja..., dalam masalah jihad untuk kasus Ambon. Bagi muslim  yang TIDAK
PUNYA pengetahuan yang jelas tentang jihad (juga bagi kaum
non-muslim)..atau hanya sekedar ikut-ikutan, akan menganggap jihad
merupakan perang untuk membantai orang-orang non-muslim (kristen, dll)
dimana saja dan menghancurkan sejadi-jadinya apa-apa yang berasal dari
non-muslim. Setiap ketemu orang kristen (misalnya di Washington DC)
dianiaya & dibunuh. atau misalnya memusuhi dan tidak mau kenal lagi
dengan si Apit (ketua Permias), pak mahendra, ataupun si Patrick..,
hanya lantaran mereka kristen. Yang seperti ini tentu BUKAN JIHAD. Ini
sih tindakan NGACO,RADIKAL,BARBAR,BEGO, TOLOL! atau kalau orang medan
bilang BELO-ON BAH..! Yang namanya Jihad kan bersungguh-sungguh dalam
melakukan sesuatu..ya belajar..ya bekerja..ya berkeluarga..dll. kalupun
Jihad-nya untuk perang..itupun terbatas pada perang untuk MEMBELA
DIRI...perang karena ada musuh yang mau menyerang dan menganiaya diri
kita. Dan untuk jihad perang model begini ini minta ampun..banyak banget
aturannya..nggak boleh ini..nggak boleh itu..dsb. Nggak boleh membunuh
dan menyakiti wanita,anak-anak,orang tua,dan orang-orang yang tidak
ikut-ikutan perang. nggak boleh  membunuh atau menyakiti musuh yang
sudah menyerah. nggak boleh merusak tanaman,dan bangunan seperti rumah
tinggal,rumah ibadah,gedung-gedung, dan fasilitas umum lainnya.pokoknya
seabrek-abrek deh aturannya (kapan perangnya ya..?)
Dan yang lebih penting lagi.., jihad kayak gini BUKAN untuk menghabis
atau menganiaya musuh.., tapi hanya untuk MEMBELA DIRI..MELINDUNGI
HAK-HAK kaum muslimin. Dan sasarannya pun jelas..yaitu orang-orang yang
MEMBENCI dan MENYERANG umat Islam saja. Jadi untuk kasus Ambon..ya harus
dilawan dan diperangi adalah orang-orang biadab yang membenci dan
menyerang umat Islam saja..itupun ada batasnya...hingga mereka tidak
membenci dan menyerang umat Islam lagi. Kalo ternyata yang membenci dan
menyerang umat Islam KEBETULAN beragama kristen, BUKAN berarti semua
orang kristen harus dibunuh atau dibasmi.Yang bersalah saja yang
diperangi! Sementara orang-orang kristen yang tidak mengganggu umat
Islam, seperti si Apit,pak mahendra, atau bahkan si Patrick....ya TIDAK
BOLEH diganggu,dibenci, ataupun disakiti. Lah memangnya salah mereka
apa..sampai kita harus berbuat kayak begitu ??? Gimana...setuju nggak
rekan-rekan..?


Wassalam
Mohamad Rosadi
Virginia, USA






>
>
>Kukuh Suharwiyono
>
>
>       -----Original Message-----
>       From:   Mohammad Rosadi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>       Sent:   Thursday, March 04, 1999 12:31 PM
>       To:     [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>       Cc:     [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>       Subject:        Re: [bincang] Fwd: Ambon, even more....
>
>       Assalamualikum wr.wb
>
>       Berikut ini saya teruskan sebuah email dari seorang rekan, berisi
>       pernyataan Imam besar Mesjid Al-Fatah, Ambon, mengenai tragedi yang
>       menimpa umat Islam Ambon.Terserah kepada rekan-rekan muslim mau
>       mempercayainya atau tidak. Hanya saja saya akan SANGAT HERAN jika
masih
>       ada muslim yang menganggap berita seperti dibawah ini merupakan hasil
>       manipulasi dan propaganda dari orang-orang berpikiran garis keras dan
>       radikal. Jika tindakan untuk membela diri masih terus dianggap sebagai
>       radikalisme,fanatik buta, dan garis keras, lantas apa kiranya sebutan
>       yang pantas untuk orang Islam yang tidak mau peduli dengan penderitaan
>       dan nasib malang yang menimpa saudara-saudaranya seiman, hanya demi
>       sebuah sebutan "MODERATE"..?????
>
>
>
>       Wassalam
>       Mohamad Rosadi
>
>
>           " .......Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik
>       bagimu, dan boleh jadi (pula)kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
>       buruk bagimu."(QS. 2/216)
>
>
>
>
>
>
>       >From [EMAIL PROTECTED] Thu Mar  4 10:39:06 1999
>       >Received: from mailer (128.230.18.29) by mailer.syr.edu (LSMTP for
>       Windows NT v1.1a) with SMTP id <[EMAIL PROTECTED]>; Thu, 4 Mar
>       1999 13:30:51 -0500
>       >Received: from LISTSERV.SYR.EDU by LISTSERV.SYR.EDU (LISTSERV-TCP/IP
>       release
>       >          1.8c) with spool id 744878 for [EMAIL PROTECTED];
Thu,
>
>       4 Mar
>       >          1999 13:30:49 -0500
>       >Received: from mail-atm.nycap.rr.com (24.92.32.1) by listserv.syr.edu
>       (LSMTP
>       >          Lite for Windows NT v1.1a) with SMTP id
>       >          <[EMAIL PROTECTED]>; Thu, 4 Mar 1999 13:30:48
-0500
>       >Received: from rpi.edu (toshiba-55-106.nycap.rr.com [24.92.55.106])
by
>       >          mail-atm.nycap.rr.com (8.9.1/8.9.1) with ESMTP id NAA11615
>       for
>       >          <[EMAIL PROTECTED]>; Thu, 4 Mar 1999 13:30:44 -0500
>       (EST)
>       >X-Mailer: Mozilla 4.5 [en] (Win95; I)
>       >X-Accept-Language: en
>       >MIME-Version: 1.0
>       >References: <Pine.SOL.3.95.990304112643.23590B-100000@comp>
>       >Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
>       >Content-Transfer-Encoding: 7bit
>       >Message-ID:  <[EMAIL PROTECTED]>
>       >Date:         Thu, 4 Mar 1999 13:42:18 -0500
>       >Reply-To:     Indonesian Students in the US
<[EMAIL PROTECTED]>
>       >Sender:       Indonesian Students in the US
<[EMAIL PROTECTED]>
>       >From:         FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]>
>       >Organization: Embuh ah.....
>       >Subject:      Ambon, even more....
>       >To:           [EMAIL PROTECTED]
>       >
>       >Saya forwardkan satu berita. Email ini saya maksudkan agar kita
>       >mendapatkan gambaran lain tentang skala kerusakan yg ada,
>       >bukan untuk bahan gontok-gontokan baru.
>       >
>       >
>       >Salam,
>       >Eyang Troy
>       >
>       >'----------------------------
>       >   05 Mar 1999
>       >
>       >    Kesaksian Imam Masjid Al Fatah Ambon
>       >    Setelah 1,5 bulan berlangsung, kerusuhan di
>       >    Ambon hingga kini belum juga padam. Banyak
>       >    pihak yang menganggap kecil kerusuhan yang
>       >    menurut versi ABRI telah menelan korban 159
>       >    jiwa -- versi Posko Partai Keadilan lebih dari
>       >    seribu jiwa. Cerita penderitaan rakyat Maluku
>       >    itu pun masih simpang siur. Bahkan, menurut
>       >    Imam Besar Masjid Al-Fatah Ambon H Abdul Azis
>
>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------------
>To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com
>-----------------------------------------------------------------------------
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke