Bukan Gus Dur namanya kalau tidak bikin heboh suasana dengan
kata-katanya .....

Mula-mula menuduh AS sebagai dalang pembantaian banyuwangi, lalu menjadi
ES, lalu menyebutkan orang berinisial Y sebagai dalang kerusuhan di
Indonesia timur, kemudian dalangnya bertambah dengan org berinitial
Brigjen K..., eh kemudian di ralat jadi Mayjen K. Ketika org yg merasa
mempunyai nama Mayjen K (Kivlan Zein) mengkonfirmasi, Gus Dur mengelak
lagi. Gus Dur..Gus Dur...., tak selayaknya dikau berbuat seperti
itu...., pitnah tu namanya.....

Pertama AS,lalu ES,terus Y, terus Brigjen K, terus mayjen K, nanti bang
A, Cak Z,bu S,satpam C,kemudian badut J,kernet U,kopral T,terus
I,H,terussssssssssssssss......sampe habis semua abjad.
Herannya walaupun sudah begini.., masih aja banyak yg percaya.....
Ya...beginilah kalau orang sudah dikultuskan atau sengaja dikultuskan,
apapun yg dikerjakan selalu dibenarkan ...


Salam
Mohamad Rosadi
Virginia, USA


======================================================================
        Mayjen Kivlan Zein: Mungkin Maksud Gus Dur
                            Mayjen Kira-kira

 JAKARTA -- Siapa Mayjen K si biang kerok kerusuhan
 Ambon yang dimaksud Gus Dur? ''Mungkin yang dimaksud Gus
 Dur adalah Mayjen Kira-kira,'' kata Mayjen TNI Kivlan Zein
 kemarin di rumah Abdurrahman Wahid.

 Kivlan Zein kemarin mendatangi rumah Abdurrahman Wahid
 (Gus Dur) di Jl Warung Silah Ciganjur, Jaksel, untuk
 mengklarifikasi pernyataan Ketua Umum PB NU tersebut
 tentang keterlibatan Mayjen K dalam kerusuhan Ambon. Pada
 kesempatan tersebut, Gus Dur membantah bahwa Mayjen K
 yang dia maksud adalah Kivlan Zein.

 Pertemuan Kivlan-Gus Dur yang berlangsung sekitar satu jam itu
 juga diikuti budayawan, Setyawan Djodi dan Rozy Munir. Saat
 pertemuan berlangsung, rumah Gus Dur ditutup sehingga
 wartawan hanya bisa menunggu di luar. Seusai pertemuan pada
 pukul 16.00, Gus Dur dan Kivlan langsung mengadakan
 pertemuan pers.

 ''Dari hasil pertemuan ini, saya ingin meluruskan pemberitaan
   yang ada di media massa. Mayjen K yang saya maksud bukan
   Mayjen Kivlan Zein. Tapi saya tetap tidak bisa menyatakan
   siapa sebenarnya Mayjen K itu,'' kata Gus Dur.

   Kepada beberapa media, pekan lalu Gus Dur memang
   menyatakan bahwa dalang kerusuhan Ambon adalah Brigjen K.
   Setelah Brigjen TNI (Purn) Roestam Kastor membantah melalui
   media yang sama, Gus Dur kemudian meralatnya dengan
   mengatakan bahwa dalang di Ambon adalah Mayjen K yang
   masih dinas aktif dan ada di Jakarta.

   Meski yang dia maksud bukan Kivlan, Gus Dur kemarin tetap
   bersikukuh bahwa dalang kerusuhan di Ambon adalah Mayjen
   K. ''Mayjen K itu tidak fiktif dan saya yakin dia terlibat dalam
   kerusuhan di Ambon,'' katanya yakin.

   Saat itulah Kivlan -- mantan Kepala Staf Kostrad dan kini
   menjadi Koordinator Staf Ahli KSAD -- nyeletuk, ''Mungkin
   yang dimaksud Gus Dur itu Mayjen Kira-Kira.'' Tak mau kalah,
   Gus Dur langsung menyambung celetukan Kivlan. 'Bukan.
   Mayjen K yang saya maksud adalah Mayjen Kunyuk,'' katanya
   kalem.

   Kivlan sendiri yang kemarin datang dengan mengenakan peci,
   menyatakan bahwa kedatangannya ke rumah Gus Dur untuk
   bersilaturahmi. Dia mengaku banyak mendapat telepon dari
   berbagai pihak sesaat setelah Gus Dur menyatakan bahwa
   dalang kerusuhan Ambon adalah Mayjen K. ''Mereka
   menanyakan apakah yang dimaksud Gus Dur tersebut saya,''
   lanjutnya.

   Menurut Kivlan, pernyataan Gus Dur tersebut sangat
   mempengaruhi keluarganya, terutama putrinya. Puncaknya,
   katanya, saat Tabloid Adil memuat wawancara dengan tokoh
   masyarakat Maluku, Des Alwi, yang menyatakan bahwa Kivlan
   memang terlibat dalam kerusuhan yang sudah berlangsung
   sebulan lebih itu.

   Kivlan kemudian menyatakan, ''Allah itu Maha Pengampun!''
   Wartawan kemudian menanyakan, ''Mengampuni Gus Dur atau
   Anda?''

   Pertanyaan ini dijawab oleh Gus Dur, ''Siapa sih manusia yang
   tidak ingin pengampunan Allah.''

   Wartawan kemudian bertanya ulang, siapa yang dia maksud
   dengan Mayjen K? Gus Dur menjawab, ''Saya nggak perlu
   kasih tahu.''

   Ditanyakan bahwa di Mabes ABRI hanya ada tiga orang
   jenderal yang mempunyai inisial nama K, Gus Dur menyatakan,
  ''Ah, Anda mancing-mancing!'' Apakah Kivlan Zein mempunyai
   kemampuan mengendalikan kerusuhan? ''Tidak hanya Kivlan,
   semua prajurit ABRI mempunyai kemampuan mengendalikan
   keamanan,'' jawab Gus Dur.

   Ditanyakan apakah sudah memberi tahu Menhankam/Pangab
   Jenderal TNI Wiranto siapa sebenarnya yang dia maksud
   dengan Mayjen K, Gus Dur menyatakan, ''Pak Wiranto itu
   bukan anak kecil.''

   Kivlan adalah perwira tinggi yang dikenal dekat dengan Letjen
   TNI (Purn) Prabowo Subianto. Saat Prabowo menjabat
   Panglima Kostrad, dia menjadi Kepala Staf-nya. Seiring dengan
   digesernya Prabowo dari jabatan bergengsi itu, Kivlan kemudian
   juga ikut tergeser.
   Pertengahan tahun lalu, kedudukan Kivlan diserahkan kepada
   Mayjen TNI Ryamizar Ryacudu -- belakangan menduduki
   jabatan di Pangdam V/Brawijaya. Sejak itulah ''Urang Awak''
   itu tak punya jabatan. Dan baru pada mutasi jabatan ABRI
   Januari lalu dia mendapat kursi sebagai Koordinator Staf Ahli
   (Korsahli) KSAD.

   Sebelum mendatangi Gus Dur, kemarin Kivlan sempat melapor
   kepada Wakil KSAD Letjen TNI Johny J Lumintang. Kepada
   Republika tadi malam, Kivlan menyatakan bahwa dalam
   pertemuan tersebut dia tidak mau menyebut Gus Dur. ''Saya
   menyebut dia Pak Durrahman dan dia menyebut saya Pak
   Kivlan. Saya tidak mau menyebut dia dengan sebutan 'Gus',''
   katanya.

   Saat Kivlan menanyakan apakah yang dimaksud Mayjen K
   adalah dirinya, Gus Dur tampak memutar-mutar karet gelang di
   tangannya. Menurut Kivlan, dia tampak merasa bersalah dan
   menjawab bukan. ''Kalau Bapak menunjuk saya, saya akan
   langsung tuntut Bapak ke pengadilan,'' kata Kivlan.

  Kivlan kemudian menanyakan, Mayjen K yang dimaksud
  tersebut masih aktif atau sudah pensiun. Gus Dur, menurut
  Kivlan, tidak mau menjawab. ''Itu hanya saya yang tahu,'' kata
  Gus Dur seperti ditirukan Kivlan.

  Meski tidak secara eksplisit diungkapkan Gus Dur, Kivlan
  merasa tuduhan itu memang ditujukan kepadanya. Sebab,
  menurutnya, perwira tinggi aktif berpangkat Mayjen saat ini
  hanya dia. Beberapa perwira tinggi yang mempunyai inisial K
  lainnya masih berpangkat Brigjen yaitu Brigjen TNI Kairupan
  (Mabes ABRI) dan Brigjen TNI Kirkiantoro (BIA).

  Keduanya kemudian membicarakan berbagai berita yang
  menyebutkan keterlibatan Mayjen K -- seperti dituduhkan Gus
  Dur. Kivlan kemudian menunjuk berita di Tabloid Adil bahwa
  Gus Dur menyebut Mayjen K menyebar foto montage yang
  kemudian mengobarkan kerusuhan di Ambon.

  ''Demi Allah, demi Rasulullah saya tidak melakukan hal itu.
    Kalau Bapak menyebut bahwa Mayjen K itu adalah saya, saya
    akan menuntut Bapak ke pengadilan,'' kata Kivlan, menirukan
    ucapannya kepada Gus Dur.

   Mengomentari pernyataan Gus Dur yang suka menyebut inisial
   seseorang, Kivlan menyebutnya sebagai 'teroris kata-kata'. ''Dia
   itu teroris kata-kata. Apa yang dia ucapkan selalu menimbulkan
   suasana tuduh-menuduh dan memanaskan situasi. Coba saja ini
   yang ke berapa kali? Dulu dia bilang ada ES, ada AS. Sebagai
   pimpinan umat, omongannya tak bisa dipegang,'' katanya dengan
   nada tinggi.

   Sebagai pemimpin umat, menurut Kivlan kepada wartawan
   seusai pertemuan kemarin, Gus Dur mestinya bicara hati-hati.
   Namun, katanya, selama ini Gus Dur memberi pernyataan
  'ngawur' yang hanya agar dia bertambah populer. Untuk apa?
   Tanya wartawan. ''Mungkin agar PKB (Partai Kebangkitan
   Bangsa --Red) menang,'' katanya.

   Pernyataan Kivlan tersebut kemudian dijawab Gus Dur. ''Lho
   saya bukan ketua PKB,'' katanya.

   Sebelum menerima Kivlan, kemarin di kantor PB NU Kramat
   Raya, Jakarta Pusat, Gus Dur menyatakan bahwa Mayjen K
   biang perusuh di Ambon itu sebetulnya termasuk seorang
   nasionalis. ''Dan, sebenarnya bukan dia yang menggerakan
   kerusuhan Ambon. Hanya foto-fotonnya dari dia. Perkara yang
   menggerakan dan menyebarkan foto orang lain. Dia sudah lama
   kapok,'' ujar Gus Dur dalam kalimat yang tak teratur.





                            [HOME ] [INDEX LENGKAP] [BERITA UTAMA]
[NASIONAL] [EKBIS]
                              [NUSANTARA] [METRO] [INTERNASIONAL]
[HIBURAN] [OPINI]
                       [IPTEK-KESH] [SUPLEMEN] [OLAHRAGA] [KONTAK KAMI]
[BERITA LALU] [TELUSUR]

                                    Diterbitkan oleh Republika Online
                                   Hak Cipta � PT Abdi Bangsa 1999






______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke